Seleksi Voli Indoor Popnas Jatim Menuai Protes
Editor Bolanet | 28 Agustus 2013 21:00
- Proses seleksi cabang olahraga (cabor) voli indoor yang diproyeksikan turun di Pekan Olahraga Pelajar (Popnas) 23-24 Agustus lalu mendapat protes keras dari beberapa kalangan insan voli Surabaya. Pasalnya menurut mereka, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim terkesan tidak fair dalam melakukan perekrutan pemain.
Sekretaris Umum PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Surabaya, Edy Suwasono mempertanyakan proses seleksi yang menurutnya tidak memberi kesempatan pada semua atlet terbaik dan punya potensi. Seleksinya hanya dilakukan dua hari dan tidak semua atlet yang layak masuk ikut dilibatkan. Untuk Surabaya hanya atlet putra yang dipanggil, atlet putri malah tidak ada, sebut Edy di sela-sela Pro Liga Mini Kapolrestabes Cup 2013 di Lapangan Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (28/8).
Menurut Suwasono, sejatinya banyak atlet Surabaya yang layak mengikuti seleksi untuk bersaing dengan pemain lainnya. Namun, nyatanya atlet putri terbaik Surabaya malah tidak diberi kesempatan. Saya tidak tahu mengapa tidak ada. Ini cukup disayangkan kok seperti ini, lanjutnya seraya menerangkan ahwa proses seleksi itu tidak menyertakan PBVSI, hanya Dispora dan Dinas Pendidikan Jatim.
Protes tidak hanya dilontarkan Edy, Mashudi juga ikut memberi komentar. Pelatih senior bola voli Jatim ini mengritik proses seleksi dan rekrutmen atlet Popnas. Seharusnya semua atlet diberi kesempatan yang sama, jangan pilih kasih seperti ini. Kasihan atlet yang layak dan punya kualitas, tapi tidak diberi kesempatan dan malah jadi korban, terang Mashudi.
Hal senada disampaikan pelatih voli senior lainnya, Hasan Urifan Salam. Malah menurutnya proses seleksi Popnas tersebut harus dirombak. Dari dulu orangnya itu-itu saja dan sistemnya tetap saja. Ada baiknya sistem harus diubah total, katanya menimpali.
Sementara Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim Dudi Harjantoro mengatakan, atlet-atlet Popnas sudah menjalani seleksi secara baik oleh tim yang menangani di masing-masing cabor. Saya kira seleksinya dilakukan secara ketat. Kita menurunkan atlet-atlet terbaik di Popnas nanti, jelas Dodi.
Jatim akan menurunkan sebanyak 242 atlet dan ofisial di Popnas yang dijadwalkan di Jakarta, 14-20 September 2013. Jatim tampil di 20 cabor yang ditandingkan. Rencananya, kontingen Jatim bakal terbang ke Jakarta secara bertahap. Tahap pertama berangkat pada 10 September, sedangkan kontingen besar ke Jakarta pada 12 September nanti. (fjr/kny)
Sekretaris Umum PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Surabaya, Edy Suwasono mempertanyakan proses seleksi yang menurutnya tidak memberi kesempatan pada semua atlet terbaik dan punya potensi. Seleksinya hanya dilakukan dua hari dan tidak semua atlet yang layak masuk ikut dilibatkan. Untuk Surabaya hanya atlet putra yang dipanggil, atlet putri malah tidak ada, sebut Edy di sela-sela Pro Liga Mini Kapolrestabes Cup 2013 di Lapangan Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (28/8).
Menurut Suwasono, sejatinya banyak atlet Surabaya yang layak mengikuti seleksi untuk bersaing dengan pemain lainnya. Namun, nyatanya atlet putri terbaik Surabaya malah tidak diberi kesempatan. Saya tidak tahu mengapa tidak ada. Ini cukup disayangkan kok seperti ini, lanjutnya seraya menerangkan ahwa proses seleksi itu tidak menyertakan PBVSI, hanya Dispora dan Dinas Pendidikan Jatim.
Protes tidak hanya dilontarkan Edy, Mashudi juga ikut memberi komentar. Pelatih senior bola voli Jatim ini mengritik proses seleksi dan rekrutmen atlet Popnas. Seharusnya semua atlet diberi kesempatan yang sama, jangan pilih kasih seperti ini. Kasihan atlet yang layak dan punya kualitas, tapi tidak diberi kesempatan dan malah jadi korban, terang Mashudi.
Hal senada disampaikan pelatih voli senior lainnya, Hasan Urifan Salam. Malah menurutnya proses seleksi Popnas tersebut harus dirombak. Dari dulu orangnya itu-itu saja dan sistemnya tetap saja. Ada baiknya sistem harus diubah total, katanya menimpali.
Sementara Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim Dudi Harjantoro mengatakan, atlet-atlet Popnas sudah menjalani seleksi secara baik oleh tim yang menangani di masing-masing cabor. Saya kira seleksinya dilakukan secara ketat. Kita menurunkan atlet-atlet terbaik di Popnas nanti, jelas Dodi.
Jatim akan menurunkan sebanyak 242 atlet dan ofisial di Popnas yang dijadwalkan di Jakarta, 14-20 September 2013. Jatim tampil di 20 cabor yang ditandingkan. Rencananya, kontingen Jatim bakal terbang ke Jakarta secara bertahap. Tahap pertama berangkat pada 10 September, sedangkan kontingen besar ke Jakarta pada 12 September nanti. (fjr/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan AVC Women's Volleyball Cup 2026: Indonesia vs Lebanon di Vidio
Voli 12 Juni 2026, 11:40
-
Nonton Indonesia vs Hong Kong: AVC Women's Nation Cup 2026 di Vidio
Voli 9 Juni 2026, 15:43
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













