Cristiano Ronaldo Membangkang di Al-Nassr: Ada Apa dengan PIF hingga CR7 Ogah Main?

Cristiano Ronaldo Membangkang di Al-Nassr: Ada Apa dengan PIF hingga CR7 Ogah Main?
Momen selebrasi gol Cristiano Ronaldo di laga Damac vs Al Nassr, Liga Arab Saudi 2025/2026 (c) Official X Al Nassr

Bola.net - Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan di Arab Saudi, bukan karena gol atau selebrasi ikoniknya. Kapten Portugal itu justru absen dari laga Al-Nassr kontra Al-Riyadh, sebuah keputusan yang langsung memantik tanda tanya besar.

Absennya Ronaldo bukan disebabkan cedera atau rotasi biasa. Media Portugal menyebut sang megabintang menolak bermain karena ketidakpuasan terhadap cara klub dikelola.

Ketegangan itu mengarah langsung ke Public Investment Fund (PIF) alias Dana Investasi Publik Arab Saudi, entitas yang memegang kendali atas sejumlah klub besar Liga Pro Saudi. Situasi ini membuat masa depan Ronaldo di Riyadh kembali dipertanyakan.

Padahal, Ronaldo baru saja memperpanjang kontraknya bersama Al-Nassr hingga dua tahun ke depan. Namun, sinyal ketidakpuasan ini memperlihatkan bahwa relasi CR7 dengan proyek besar PIF tengah berada di titik rawan.

Alasan Ronaldo Frustrasi Pada PIF

Laporan dari media Portugal, A Bola, menyebut Ronaldo kecewa dengan arah manajemen Al-Nassr di bawah kendali PIF. Ia merasa klubnya tidak berkembang secepat rival utama di Liga Pro Saudi.

Kekecewaan itu makin terasa ketika melihat Al-Hilal, klub lain yang juga berada di bawah PIF, justru tampil agresif di bursa transfer. Al-Hilal dinilai mendapat dukungan lebih kuat dalam memperkuat skuad.

BBC Sport menyebut situasi memanas ketika Al-Hilal berhasil merekrut Karim Benzema. Mantan rekan Ronaldo di Real Madrid itu bergabung setelah kontraknya dengan Al-Ittihad diakhiri lebih cepat.

Sumber internal Al-Nassr menggambarkan karakter Ronaldo yang sangat kompetitif. “Ia hanya kompetitif dan tidak suka klub lain menjadi lebih kuat,” kata sebuah sumber yang mengetahui situasi di Al-Nassr.

Target Tinggi Ronaldo Bersama Al-Nassr

Sejak tiba di Arab Saudi pada akhir 2022, Ronaldo datang dengan misi besar. Ia ingin mencetak sejarah, baik secara individu maupun kolektif, bersama Al-Nassr.

Produktivitasnya tidak pernah menjadi masalah. Ronaldo mencetak 14 gol pada paruh musim Liga Pro Saudi 2022/23, lalu menjadi top skor liga dalam dua musim berikutnya dengan torehan 35 dan 25 gol.

Ambisi pribadi Ronaldo juga sangat jelas. Ia menargetkan raihan 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya, sebuah pencapaian yang belum pernah disentuh pemain mana pun.

Setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Timur Tengah di Globe Soccer Awards Desember lalu, Ronaldo berkata, “Kalian tahu apa tujuan saya. Saya ingin memenangkan trofi dan saya ingin mencapai angka yang kalian semua ketahui.”

Sejauh ini Ronaldo telah mengoleksi 961 gol. Ia kini hanya butuh 39 gol lagi untuk memenuhi target ambisius tersebut.

Al-Nassr dan Bayang-bayang Kegagalan Juara

Masalah utama Ronaldo di Al-Nassr terletak pada prestasi tim. Meski tampil tajam, kontribusinya belum berbuah banyak trofi bergengsi.

Al-Nassr dua kali finis sebagai runner-up liga pada awal kedatangan Ronaldo. Musim lalu, mereka bahkan turun ke posisi ketiga, tertinggal 13 poin dari juara Al-Ittihad.

Di kompetisi lain, hasilnya juga mengecewakan. Al-Nassr kalah di final Piala Raja 2023-24 dari Al-Hilal lewat adu penalti dan tersingkir di semifinal Liga Champions Asia Elite oleh Kawasaki Frontale.

Satu-satunya gelar yang diraih Ronaldo bersama Al-Nassr sejauh ini hanyalah Piala Champions Klub Arab 2023. Dalam periode yang sama, ia harus menyaksikan Karim Benzema dan Ruben Neves mengangkat trofi liga bersama klub rival.

(BBC/A Bola)