Bikin Marques Bolden Tak Berkutik, Strategi Jitu Yordania Kalahkan Indonesia di FIBA Asia Cup 2022

Anindhya Danartikanya | 15 Juli 2022 09:00
Marques Terrell Bolden (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Usai menang atas Arab Saudi dua hari sebelumnya, Indonesia kalah di tangan Yordania pada laga kedua penyisihan Grup A FIBA Asia Cup 2022 di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (14/7/2022). Yordania pun menang dengan skor 74-65 atas skuad Merah Putih, dan naik ke posisi kedua klasemen grup, menggeser Indonesia.

Walau unggul 9 poin, Yordania harus susah payah meraih kemenangan ini. Pelatih timnas Yordania, Wesam Al Sous, menyatakan bahwa skuadnya memang mempertajam fokus saat melawan Indonesia setelah menelan kekalahan dari Australia. Salah satu persiapan mereka adalah mematikan pergerakan Marques Terrell Bolden.

Selain itu, memperkuat defense juga jadi kunci penting Yordania. "Kami membicarakan game ini dalam dua hari belakangan. Kami kalah lawan Australia, tapi main bagus pada babak kedua. Kami fokus pada defense hari ini. Kamis bisa menahan Marques Bolden tak mencetak banyak poin," kata Wesam.

1 dari 2 halaman

Indonesia Lebih Siap, Defense Yordania Lebih Kuat

Brandon Jawato (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bolden memang gemilang saat melawan Arab Saudi, di mana ia mencetak 32 poin. Namun, strategi Yordania mematikan pergerakannya efektif. Bolden hanya mencetak 16 di laga ini. Di lain sisi, Wesam memuji Derrick Michael Xzavierro yang menjadi mimpi buruk timnya. Saat mencapai halftime, Derrick sudah mencetak 17 poin.

Wesam pun membuat sejumlah penyesuaian dalam defense untuk menahan Derrick. Hasilnya, Derrick hanya menambah dua angka di sisa laga. Ia senang skuadnya berhasil menjalankan taktik ini. "Saya kira usai kekalahan dari Lebanon dari Kualifikasi FIBA World Cup, tim kami makin kompak dan semakin bagus," kata Wesam.

Pemain Yordania, Ahmad Al-Dwairi, menilai Indonesia sejatinya lebih siap dalam pertandingan ini. Meski begitu, pemain berusia 29 tahun ini punya pendapat senada dengan sang pelatih. Ia merasa senang karena taktik defense yang diperagakan timnya berjalan baik.

"Kami juga bermain dengan tangguh karena game ini penting untuk kami. Semua elemen dalam tim berperan terutama dalam defense. Kami bermain dengan spirit yang kami butuhkan dalam tim kami. Kami memainkan defense yang hebat melawan Indonesia," kata center yang pernah bermain untuk Fenerbahce di Liga Turki ini.

2 dari 2 halaman

Milos Pejic Sayangkan Banyaknya Peluang yang Terbuang

Yudha Saputera (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Sementara itu, pelatih timnas Indonesia, Milos Pejic mengatakan, timnya menjalani pertandingan yang bagus meski kalah. Para pemainnya beradu ketangguhan fisik dengan Yordania. "Sepanjang 40 menit kami bermain bagus, tapi ada krisis di kuarter ketiga yang membuat kami tertinggal," ujarnya.

Milos menilai bahwa pengalaman berperan penting dalam kemenangan Yordania. Ia menyebutkan bahwa dua pemain penting mereka yang berlaga di ajang bergengsi, yakni Al Dwairi yang bermain di Liga Turki dan Euroleague, serta Zaid Abbas yang puluhan tahun berlaga di Liga China (CBA).

"Mereka bermain dengan pintar. Mereka tentu sudah melakukan scouting dan menjaga Marques. Yang jadi masalah saat Marques dijaga, tembakan tiga angka kami banyak meleset. Kalah defensive rebound juga yang membuat kami tumbang malam ini," ungkap Milos.

Kapten Indonesia Arki Dikania Wisnu menilai pertandingan ini. Menurutnya ada masalah dalam ritme permainan, terutama pada kuarter tiga. "Kami memulai dengan buruk di kuarter ketiga, sementara mereka langsung mendapatkan ritme sejak awal yang tak bisa kami imbangi dengan cepat. Apapun, kami harus tegakkan kepala dan fokus di game berikutnya," tuturnya.

Disadur dari: Bolacom (Gregah Nurikhsani) | Dipublikasi: 14 Juli 2022

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR