
Bola.net - Kejutan besar mewarnai hari kedua Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) seri I Bandung.Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta yang berstatus runner-up WNBL Indonesia musim lalu harus menelan pil pahit kekalahan pada laga perdana di seri pembuka musim ini. Mereka dipaksa tunduk 51-84 oleh Sritex Dragons Pertamina Solo di GOR C-Tra Arena, Kamis (29/11).
Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta mengulang kejadian pahit di awal musim lalu. Pada pertandingan pertama mereka musim ini, Tomang Sakti kalah dari Sritex Dragons Pertamina Solo. Padahal, musim lalu Tomang Sakti selalu menang melawan Sritex Dragons.
Absennya point guard senior Tomang Sakti, Wulan Ayu Ningrum disinyalir sebagai penyebab kekalahan ini. Tidak hadirnya Wulan memberi pengaruh yang cukup besar pada serangan-serangan Tomang Sakti. Meskipun membukukan rata-rata 40 persen pada field goals, Tomang Sakti kesulitan menembus pertahanan Sritex Dragons yang digalang oleh Maharani Adhipuspitasari.
Pada sisi Sritex Dragons, sadar akan sulit menembus langsung melalui penetrasi, anak asuh Coach Wempi Wiyanto banyak melepaskan tembakan-tembakan dari luar key hole. Hasilnya ternyata sangat efektif. Sritex Dragons memasukan 58 persen dar 12 tembakan yang dilepaskan. Kuarter pertama berakhir dengan kedudukan 22-14 untuk keunggulan Sritex Dragons.
Seperti halnya di kuarter pertama, pada kuarter kedua Tomang Sakti masih tetap mengandalkan duet Jacklien Ibo dan Fanny Kalumata. Fanny mencetak total 11 poin dan Jacklien 14 poin hingga akhir kuarter kedua. Namun sayang, pemain lain Tomang Sakti tidak memberikan kontribusi yang seimbang. Dari total 28 poin Tomang Sakti hingga akhir kuarter kedua, 25 poin berasal dari Fanny dan Jacklien.
Hal sebaliknya terjadi pada Sritex Dragons. Meskipun menumpukan serangan pada Maharani, Sritex Dragons juga menambah senjata melalui tembakan-tembakan Tania Rasidi, Yenny Rianto, juga terobosan-terobosan Catryn Clorissa. Sritex Dragons produktif dengan 47 poin di akhir kuarter kedua.
Meskipun terbukti sulit, Tomang Sakti masih terus mengandalkan Jacklien dan Fanny sebagai pengumpul angka utama. Hal ini justru mempermudah Sritex Dragons dalam bertahan. Di kuarter ketiga, Jacklien tidak mencetak angka sementara Fanny hanya empat poin.
Catryn Clorissa semakin subur di kuarter ketiga. Demikian pula point guard lincah Marjorice Singgih. Dengan performa Maharani yang juga terjaga konsistensinya, Sritex Dragons bermain ringan tetapi tetap cepat. Sritex Dragons unggul jauh 69-40 di akhir kuarter tiga.
Walau agak terlambat, Tomang Sakti mencoba peruntungan tembakan jauh melalui guard mereka, Sarce Buaim. Hasilnya tidak efektif. Sarce hanya memasukan satu kali tembakan tiga angka dari enam kali percobaan. Jacklien dan Fanny sendiri sudah tidak lagi menambah angka.
Dari kubu Sritex Dragons, Catryn bermain luar biasa dengan mencetak double-double, 22 poin dan 11 rebound. Catryn juga mencuri lima bola. Maharani mencetak 20 rebound untuk menjadi pencetak angka terbanyak bagi Sritex Dragons.
”Ini adalah laga pertama bagi anak-anak. Jadi, mereka butuh adaptasi dulu,” ujar Raoul Miguel Hadianti, pelatih Tomang Sakti. ”Kompetisi masih cukup panjang, banyak hal yang bisa kita benahi ke depannya,” ujar pelatih yang akrab disapa Ebos ini. (wnbl/kny)
Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta mengulang kejadian pahit di awal musim lalu. Pada pertandingan pertama mereka musim ini, Tomang Sakti kalah dari Sritex Dragons Pertamina Solo. Padahal, musim lalu Tomang Sakti selalu menang melawan Sritex Dragons.
Absennya point guard senior Tomang Sakti, Wulan Ayu Ningrum disinyalir sebagai penyebab kekalahan ini. Tidak hadirnya Wulan memberi pengaruh yang cukup besar pada serangan-serangan Tomang Sakti. Meskipun membukukan rata-rata 40 persen pada field goals, Tomang Sakti kesulitan menembus pertahanan Sritex Dragons yang digalang oleh Maharani Adhipuspitasari.
Pada sisi Sritex Dragons, sadar akan sulit menembus langsung melalui penetrasi, anak asuh Coach Wempi Wiyanto banyak melepaskan tembakan-tembakan dari luar key hole. Hasilnya ternyata sangat efektif. Sritex Dragons memasukan 58 persen dar 12 tembakan yang dilepaskan. Kuarter pertama berakhir dengan kedudukan 22-14 untuk keunggulan Sritex Dragons.
Seperti halnya di kuarter pertama, pada kuarter kedua Tomang Sakti masih tetap mengandalkan duet Jacklien Ibo dan Fanny Kalumata. Fanny mencetak total 11 poin dan Jacklien 14 poin hingga akhir kuarter kedua. Namun sayang, pemain lain Tomang Sakti tidak memberikan kontribusi yang seimbang. Dari total 28 poin Tomang Sakti hingga akhir kuarter kedua, 25 poin berasal dari Fanny dan Jacklien.
Hal sebaliknya terjadi pada Sritex Dragons. Meskipun menumpukan serangan pada Maharani, Sritex Dragons juga menambah senjata melalui tembakan-tembakan Tania Rasidi, Yenny Rianto, juga terobosan-terobosan Catryn Clorissa. Sritex Dragons produktif dengan 47 poin di akhir kuarter kedua.
Meskipun terbukti sulit, Tomang Sakti masih terus mengandalkan Jacklien dan Fanny sebagai pengumpul angka utama. Hal ini justru mempermudah Sritex Dragons dalam bertahan. Di kuarter ketiga, Jacklien tidak mencetak angka sementara Fanny hanya empat poin.
Catryn Clorissa semakin subur di kuarter ketiga. Demikian pula point guard lincah Marjorice Singgih. Dengan performa Maharani yang juga terjaga konsistensinya, Sritex Dragons bermain ringan tetapi tetap cepat. Sritex Dragons unggul jauh 69-40 di akhir kuarter tiga.
Walau agak terlambat, Tomang Sakti mencoba peruntungan tembakan jauh melalui guard mereka, Sarce Buaim. Hasilnya tidak efektif. Sarce hanya memasukan satu kali tembakan tiga angka dari enam kali percobaan. Jacklien dan Fanny sendiri sudah tidak lagi menambah angka.
Dari kubu Sritex Dragons, Catryn bermain luar biasa dengan mencetak double-double, 22 poin dan 11 rebound. Catryn juga mencuri lima bola. Maharani mencetak 20 rebound untuk menjadi pencetak angka terbanyak bagi Sritex Dragons.
”Ini adalah laga pertama bagi anak-anak. Jadi, mereka butuh adaptasi dulu,” ujar Raoul Miguel Hadianti, pelatih Tomang Sakti. ”Kompetisi masih cukup panjang, banyak hal yang bisa kita benahi ke depannya,” ujar pelatih yang akrab disapa Ebos ini. (wnbl/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
Basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
Basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
-
Basket 12 Desember 2025 10:02Daftar Pemain Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
-
Piala Dunia 6 Juni 2026 23:0310 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
-
basket 12 Desember 2025 10:02Daftar Pemain Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
