
Bola.net - Hangtuah Sumsel IM dan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga sama-sama tersakiti di laga sebelumnya. Ketika mereka bertemu, atmosfir terasa lebih tegang. Berbekal kepercayaan diri tinggi, Hangtuah ungguli Satya Wacana 83-73.
Hangtuah sebelumnya merasakan pedihnya kalah di tembakan terakhir Satria Muda. Serupa dengan Satya Wacana, tembakan tiga angka terakhir Pacific membunuh impian kemenangan. Keduanya tak ingin lagi didatangi kesialan itu. Solusinya, start cepat untuk bisa melejit memimpin perolehan skor.
Kejutan itu datang lebih awal dari Hangtuah. Meskipun Satya Wacana memiliki Firman Dwi Nugroho, center yang menunjukkan performa meningkat dalam beberapa laga terakhir, Satya Wacana kesulitan membendung aksi-aksi Adhi Pratama. Pasokan-pasokan bola dari Jekky Sagala menuju Adhi diselesaikan dengan sangat baik. Jekky mengumpulkan tiga assist sementara Adhi tajam dengan 10 angka di kuarter pertama. Akurasi Adhi yang mencapai 100 persen membawa Hangtuah sempat unggul sampai 14 poin.
Tertinggal 10 poin (23-13), Satya Wacana menambah kecepatan. Seperti biasa, percaya diri yang tinggi dari Respati Ragil menjadi tumpuan Satya Wacana. Namun Satya Wacana mendapat bonus dari penetrasi lincah dan berani dari Budi Sucipto. Satya Wacana menguasai kuarter kedua 19-15. Ragil mencetak lima angka dan Budi tujuh.
Shooting guard yang juga menjadi andalan Satya Wacana, Yo Sua kembali garang di kuarter ketiga. Mengumpulkan tujuh poin di kuarter pertama, Yo Sua kembali dengan tembakan-tembakan cepatnya. Tambahan 10 poin dari Yo Sua mempertahankan performa Satya Wacana yang terus menempel Hangtuah.
Hangtuah tetap memimpin berkat performa gemilang dari Ngurah Teguh yang menjadi pendukung di belakang serangan Adhi Pratama. Hangtuah masih memimpin 57-52.
Satya Wacana sempat mendekat hingga terpaut hanya dua angka. Namun pertahanan yang rapuh membuat pemain Hangtuah seolah mudah menembus. Salah satunya datang dari Jekky Sagala yang setidaknya tiga kali melakukan penetrasi tanpa penjagaan berarti. Jekky menambah enam poin di kuarter terakhir.
Hal serupa datang dari Ahmad Junaidi. Satya Wacana tidak memberikan penjagaan yang seharusnya terhadap aksi-aksi Junaidi. Dengan total 20 poin, Adhi menjadi pencetak angka terbanyak bagi Hangtuah. Agustinus Dapas Sigar menyusul dengan 13 poin.
Para pemain kunci Satya Wacana tampil mengesankan. Duo shooting guard Yo Sua dan Ragil kompak membagi rata masing-masing 17 poin. Selain terbanyak kedua dengan 12 poin, Budi Sucipto fantastis dengan enam assist.
"Itulah cara mematikan permainan Satya Wacana. Ragil, Yo Sua, dan Budi (Sucipto) harus dijaga ketat. Tumpuannya cuma di mereka," ungkap pelatih kepala Hangtuah, Apriyadi. (nbl/kny)
Hangtuah sebelumnya merasakan pedihnya kalah di tembakan terakhir Satria Muda. Serupa dengan Satya Wacana, tembakan tiga angka terakhir Pacific membunuh impian kemenangan. Keduanya tak ingin lagi didatangi kesialan itu. Solusinya, start cepat untuk bisa melejit memimpin perolehan skor.
Kejutan itu datang lebih awal dari Hangtuah. Meskipun Satya Wacana memiliki Firman Dwi Nugroho, center yang menunjukkan performa meningkat dalam beberapa laga terakhir, Satya Wacana kesulitan membendung aksi-aksi Adhi Pratama. Pasokan-pasokan bola dari Jekky Sagala menuju Adhi diselesaikan dengan sangat baik. Jekky mengumpulkan tiga assist sementara Adhi tajam dengan 10 angka di kuarter pertama. Akurasi Adhi yang mencapai 100 persen membawa Hangtuah sempat unggul sampai 14 poin.
Tertinggal 10 poin (23-13), Satya Wacana menambah kecepatan. Seperti biasa, percaya diri yang tinggi dari Respati Ragil menjadi tumpuan Satya Wacana. Namun Satya Wacana mendapat bonus dari penetrasi lincah dan berani dari Budi Sucipto. Satya Wacana menguasai kuarter kedua 19-15. Ragil mencetak lima angka dan Budi tujuh.
Shooting guard yang juga menjadi andalan Satya Wacana, Yo Sua kembali garang di kuarter ketiga. Mengumpulkan tujuh poin di kuarter pertama, Yo Sua kembali dengan tembakan-tembakan cepatnya. Tambahan 10 poin dari Yo Sua mempertahankan performa Satya Wacana yang terus menempel Hangtuah.
Hangtuah tetap memimpin berkat performa gemilang dari Ngurah Teguh yang menjadi pendukung di belakang serangan Adhi Pratama. Hangtuah masih memimpin 57-52.
Satya Wacana sempat mendekat hingga terpaut hanya dua angka. Namun pertahanan yang rapuh membuat pemain Hangtuah seolah mudah menembus. Salah satunya datang dari Jekky Sagala yang setidaknya tiga kali melakukan penetrasi tanpa penjagaan berarti. Jekky menambah enam poin di kuarter terakhir.
Hal serupa datang dari Ahmad Junaidi. Satya Wacana tidak memberikan penjagaan yang seharusnya terhadap aksi-aksi Junaidi. Dengan total 20 poin, Adhi menjadi pencetak angka terbanyak bagi Hangtuah. Agustinus Dapas Sigar menyusul dengan 13 poin.
Para pemain kunci Satya Wacana tampil mengesankan. Duo shooting guard Yo Sua dan Ragil kompak membagi rata masing-masing 17 poin. Selain terbanyak kedua dengan 12 poin, Budi Sucipto fantastis dengan enam assist.
"Itulah cara mematikan permainan Satya Wacana. Ragil, Yo Sua, dan Budi (Sucipto) harus dijaga ketat. Tumpuannya cuma di mereka," ungkap pelatih kepala Hangtuah, Apriyadi. (nbl/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Basket 18 September 2026 22:38Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
-
Basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
Basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
Basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 13:10Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 12:45Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 12:23Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 10:23Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
BERITA LAINNYA
-
basket 18 September 2026 22:38Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 14:15Penggugat Surat Keterangan Gibran Walk Out dari Sidang PTUN
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:45Waketum MUI Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Gus Yaqut
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:39DPR Dorong RI-Singapura Perkuat Penegakan Hukum Kebakaran Hutan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 13:163 Masalah MBG, dari Pengawasan hingga Tata Kelola
-
Liputan6 29 Oktober 2026 06:43Momen Prabowo Bacakan Ikrar Sumpah Pemuda Bareng Siswa SD
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385434/original/038267800_1793258105-IMG_0662.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385392/original/063858100_1793256354-IMG_20261029_131304_405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9385158/original/034017200_1793243298-erick-surat-fifa-618d32.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385053/original/031401100_1793231031-Screenshot_2026-10-29_063401.jpg)
