FOLLOW US:


Cerita Cinta yang Terekam Kamera dari Laga Asian Para Games 2018

12-10-2018 10:00
Cerita Cinta yang Terekam Kamera dari Laga Asian Para Games 2018
© Vidio

Ada banyak hal yang bisa memicu semangat para atlet yang berlaga dalam Asian Para Games 2018. Dukungan masyarakat dan orang-orang terdekat adalah yang paling utama. Terutama jika hal tersebut datang dari sosok yang paling dicinta. Di antara cerita perjuangan mereka, terselip juga kisah cinta inspiratif yang terekam kamera dari laga Asian Para Games 2018.

Felipus Kolymau

 (c) Inapgoc
(c) Inapgoc

Kisah cinta pertama yang terungkap dari laga Asian Para Games 2018 datang dari Felipus Kolymau. Dia adalah pelari para atletik nomor 400 meter T20 putra yang mengaku motivasi terbesarnya adalah kehadiran sang istri tercinta di dekatnya. Hal ini juga yang membuatnya merasa lebih percaya diri selama bertanding.

Feby Priskila Fransiepl, istri dari Felipus, juga seorang atlet para atletik nomor lari. Hanya saja, sang istri tidak masuk pelatnas Asian Para Games 2018. Terbiasa melakukan latihan rutin dengan istri membuatnya kurang nyaman saat mengetahui istrinya tidak ikut pelatnas Asian Para Games 2018 membuatnya jadi kurang nyaman saat berlatih.

"Saat ini, saya kecewa catatan waktu menurun. Saya meminta maaf kepada semuanya, terutama istri, karena belum bisa memberikan yang terbaik," kata Felipus.

Pada perhelatan kali ini, Felipus berhasil menambah perolehan medali perak atletik lari 400 meter T20 putra dengan catatan waktu 50,28 detik. Meskipun belum bisa memberikan yang terbaik, tapi terbukti cinta dari sang istri mampu jadi motivasi paling besar untuknya.

Nita Sulastri

 (c) Inapgoc
(c) Inapgoc

Namanya dikenal sebagai atlet putri goalball Indonesia di Asian Para Games 2018. Sayangnya, Nita gagal lolos babak penyisihan setelah ditaklukkan perwakilan Iran di Balai Kartini, Jakarta, pada Rabu (10/10/2018) lalu. Meskipun tampak lunglai, tapi gurat penuh kegembiraan terpancar dari wajahnya saat melihat sang suami, Wahid Dudin Nurul Mukminin, yang datang jauh-jauh dari Bandung. Bahkan, Wahid memberikan apresiasi yang besar melihat sang istri selesai bertanding.

Momen pertemuan ini terjadi penuh haru, di mana beberapa media dan volunteer membantu mendekatkan keduanya, karena pasangan ini menyandang disabilitas netra. Keduanya kemudian berpelukan erat yang semakin memperlihatkan adanya penguatan dan rasa cinta di antara mereka. Meskipun tak berhasil menyumbang medali, tapi kerja keras Nita Sulasti tetap layak mendapat apresiasi.

Cinta dari Grab untuk Asian Para Games 2018

 (c) Grab
(c) Grab

Cerita cinta lain pun turut disumbang oleh Grab selaku official mobile platform partner Asian Para Games 2018. Grab menyediakan 500 armada GrabGerak untuk membantu mobilitas para penonton disabilitas yang ingin menyaksikan langsung Asian Para Games 2018. Kehadiran armada ini akan tersebar di titik pick up dan drop off pada fasilitas Grab Shelter.

Armada ini juga akan didukung oleh para driver yang sudah dilatih dan memiliki sertifikasi untuk membantu para penyandang disabilitas. Nggak hanya itu, Grab juga mengerahkan puluhan Golf Car yang memiliki branding Grab tersebar di bandara, Gelora Bung Karno, dan lokasi sekitar tempat menginap para atlet. Mereka akan membantu kemudahan akses mobilisasi para atlet.

Akses tersebut menjadi bagian dari komitmen Grab seiring dengan kampanye #KemenanganItuDekat yang diusungnya. Grab ingin memberikan semangat kepada para atlet Asian Para Games 2018 bahwa kemenangan itu dekat dan mampu diraih siapa saja. Sekarang waktunya kamu yang tunjukkan cintamu untuk para atlet Asian Para Games 2018, yuk!