
Bola.net - Roberto De Zerbi berupaya keras menyelamatkan Tottenham Hotspur. Kondisi klub London Utara itu kini sedang berada di titik nadir.
Pelatih asal Italia tersebut mencoba pendekatan baru untuk timnya. Ia menerapkan teknik membangun tim tradisional ala Italia yang unik. Metode ini diharapkan mampu mencairkan suasana kaku di dalam skuad.
De Zerbi kini memikul beban berat sebagai manajer ketiga Spurs musim ini. Ia harus segera menemukan cara agar pemain bekerja sama kompak. Waktu yang dimilikinya sangat terbatas sebelum musim berakhir nanti.
Langkah ini diambil karena latihan biasa dirasa belum memberikan dampak. Fokus utamanya adalah membenahi mentalitas tim yang sedang hancur lebur. Tantangan besar menanti De Zerbi di sisa laga Premier League.
Diplomasi Meja Makan di Kawasan Mayfair

De Zerbi mengajak seluruh skuad makan malam di restoran Bacchanalia. Momen santai ini dilakukan di sela-sela jadwal persiapan pekan yang sangat krusial bagi tim.
Metode ini merupakan taktik umum di Italia untuk membangun kekompakan. Gennaro Gattuso juga pernah mencoba cara ini saat melatih di kompetisi Serie A. Harapannya, para pemain bisa lebih terbuka satu sama lain di luar lapangan.
"Pekerjaan saya sekarang bukan melatih gaya main, dengan atau tanpa bola, tetapi mencoba memberikan apa yang pemain butuhkan dalam hal mentalitas," tutur Roberto De Zerbi.
"Gaya saya adalah mempercayai kepercayaan diri para pemain. Selama seminggu mereka bermain lebih baik karena pikiran mereka bersih, tetapi dalam pertandingan itu berbeda," tambah Roberto De Zerbi.
Bayang-bayang Kegagalan Igor Tudor
Pendekatan melalui makan malam bersama ini sebenarnya bukan hal baru. Igor Tudor sempat mencoba metode serupa pada bulan Februari lalu dengan hasil mengecewakan.
Tudor gagal mempersembahkan kemenangan hingga akhirnya harus berpisah dengan klub. Kini, De Zerbi mencoba peruntungan yang sama demi mengeluarkan Spurs dari zona merah. Ia optimis timnya bisa segera bangkit dari keterpurukan.
"Tugas saya adalah membuat mereka menunjukkan apa yang telah mereka lakukan selama seminggu ke dalam sebuah pertandingan," tegas Roberto De Zerbi.
Semua pihak kini menanti apakah 'diplomasi meja makan' ini membuahkan hasil. Tekanan besar berada di pundak De Zerbi untuk segera meraih poin penuh.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi pembuktian efektivitas metode tradisional Italia ini. Jika gagal, posisi Tottenham di kasta tertinggi sepak bola Inggris akan semakin terancam.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 3 Juni 2026 01:19Daftar 26 Pemain Timnas Iran di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
bolatainment 29 Mei 2026 16:53Battle of WAGs Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal
SOROT
-
Liputan6 2 Juni 2026 21:54Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN yang Baru
-
Liputan6 2 Juni 2026 20:58Alasan Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN
-
Liputan6 2 Juni 2026 20:55Profil dan Sepak Terjang Nanik S Deyang Kepala BGN yang Baru
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7601690/original/071789200_1780385577-IMG-20260602-WA0026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7627048/original/049542300_1780414765-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7624563/original/078603900_1780412072-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_21.52.33.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5368321/original/016716900_1759373110-WhatsApp_Image_2025-10-02_at_09.36.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5443315/original/025929500_1765678870-Wakil_Kepala_BGN_Nanik_Sudaryati_Deyang.jpeg)
