
Bola.net - - Bos besar Chelsea Roman Abramovich ingin mengirim suporter The Blues yang bertindak rasis ke kamp konsentrasi nazi di Auschwitz, Polandia.
Kasus rasisme memang masih menjadi masalah yang menghantui persepakbolaan Eropa dan bahkan dunia. Tak mudah menghapuskan aksi tersebut meski pelakunya dijerat sanksi berat.
Biasanya sang pelaku akan diberi larangan masuk stadion tim kesayangannya, bisa sampai seumur hidup. Bisa juga dihukum menonton timnya bertanding di manapun selama jangka waktu tertentu.
Ide Chelsea
Pihak Chelsea sendiri juga berusaha memerangi masalah rasisme ini. Lebih spesifiknya terkait kasus antisemitisme.
Pasalnya kasus ini pernah terjadi tahun lalu saat Chelsea tanding melawan Leicester City. Ada fans yang kemudian melontarkan chants antisemitisme yang ditujukan untuk klub rival sekota mereka, Tottenham.
Kebetulan, Abramovich sendiri memang keturunan Yahudi. Maka pria berusia 51 tahun ini pun melontarkan ide unik tersebut. Hal ini dilaporkan oleh The Sun.
Pria berkebangsaan Rusia ini ingin mereka yang terlibat kasus rasisme itu dikirim saja ke Auschwitz yang berada di Polandia. Tentunya bukan untuk disiksa, namun di tempat ini suporter tersebut nantinya akan diberi edukasi terkait hal yang dahulu pernah terjadi di kamp tersebut.
Perihal Auschwitz
Sebagai informasi, Auschwitz sendiri adalah penjara maut Nazi. Kamp itu kemudian menjadi simbol dari genosida yang dilakukan rezim pimpinan Adlof Hitler tersebut saat Perang Dunia ke-2 berkecamuk.
Jutaan tahanan tewas di kamp itu. Hampir satu juta di antaranya tewas karena dimasukkan di kamar gas. Sementara itu ratusan ribu lainnya meninggal karena berbagai hal, seperti kerja paksa, kelaparan hinga karena penyakit.
Mereka yang dieksekusi oleh Nazi bukan hanya dari kalangan Yahudi saja. Ada kaum Gipsi, warga Polandia, penentang rezim hingga para tentara Uni Sovyet.
Chairman Chelsea
Chairman Chelsea Bruce Buck kemudian berusaha menjelaskan lebih rinci terkait ide bosnya tersebut. Menurutnya jeratan sanksi yang selama ini diberlakukan terbukti tidak efektif dan tak ada salahnya untuk mencoba ide Abramovic.
“Jika Anda hanya melarang orang, Anda tidak akan pernah mengubah perilaku mereka. Kebijakan ini memberi mereka kesempatan untuk menyadari apa yang telah mereka lakukan, untuk membuat mereka ingin berperilaku lebih baik," terangnya pada The Sun.
"Di masa lalu, kami akan mengambil mereka dari kerumunan fans dan melarang mereka, hingga tiga tahun. Sekarang kami mengatakan 'Anda melakukan sesuatu yang salah. Anda memiliki pilihan. Kami dapat mencekal Anda atau Anda dapat meluangkan waktu dengan petugas keragaman kami, memahami apa yang Anda lakukan salah'," jelasnya.
“Sulit untuk bertindak ketika sekelompok yang beranggotakan 50 atau 100 orang melantunkan chants. Itu hampir mustahil untuk ditangani atau mencoba menyeret mereka keluar dari stadion. Tetapi jika kita memiliki individu yang dapat kita identifikasi, kita dapat bertindak,” tegasnya.
Berita Video
Setelah pertarungannya dengan Conor McGregor usai, Khabib tersulut emosi dan menyerah tim Conor. Kericuhan pun terjadi.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
-
Bundesliga 1 November 2026 07:54Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
-
Liga Italia 1 November 2026 07:45Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
BERITA LAINNYA
-
bolatainment 26 Oktober 2026 22:21Rekap Perjalanan KapanLagi Pensi Bareng 2026: "Berani Tampil, Berani Bermimpi"
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
