FOLLOW US:


Mengenang Iglesia Maradoniana, Gereja Pemuja Diego Armando Maradona

26-11-2020 11:21

 | Gia Yuda Pradana

Mengenang Iglesia Maradoniana, Gereja Pemuja Diego Armando Maradona
Banner Diego Maradona © AP Photo

Bola.net - Rabu (25/11) jelang tengah hari waktu Argentina, dunia sepak bola berduka. Salah seorang legenda sepak bola asal Negeri Tango tersebut, Diego Armando Maradona, berpulang.

Maradona meninggal di kediamannya, di kawasan Buenos Aires Argentina. Ia berpulang pada usia 60 tahun. Henti jantung disebut sebagai penyebab kematian Si Tangan Tuhan.

Sepanjang hidupnya, terlepas dari sejumlah noktah hitam yang mencemari, Maradona merupakan sosok yang dicinta bahkan dipuja. Tak hanya sebagai pesepak bola, ada segolongan pencinta fanatiknya yang bahkan menganggap pria kelahiran Lanus, 30 Oktober 1960 ini sebagai tuhan.

Tak hanya memuja 'tuhan' mereka secara personal, para umat Maradona ini melangkah lebih jauh. Mereka mendirikan gereja sebagai tempat ibadah untuk memuja Si Tangan Tuhan. Gereja ini biasa disebut Iglesia Maradoniana atau Church of Maradona.

Simak kisah selengkapnya soal Iglesia Maradoniana dalam lanjutan artikel di bawah ini.

1 dari 4

Didirikan 32 Tahun Silam

Gereja Maradona didirikan pada 30 Oktober 1998, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-38 Maradona, di Rosario. Pendirinya adalah Héctor Campomar, Alejandro Veron and Hernán Amez. Mereka adalah pencinta garis keras Maradona.

"Agama kami adalah sepak bola. Seperti semua agama lain, kami harus punya sosok tuhan," kata Alejandro Veron, seperti dilansir dari Guardian.

"Kami tidak pernah melupakan mukjizat yang ia tunjukkan di lapangan dan semangat dalam diri kami, para pencintanya, yang ia bangkitkan," sambungnya.

Gereja ini memiliki simbol D10S. Ini merupakan gabungan dari kata Dios (Bahasa Spanyol untuk Tuhan) dan angka 10, yang merupakan nomor punggung sang legenda.

2 dari 4

Memiliki Setengah Juta Umat

Meski disebut sebagai praktik sinkretisme dari gereja Katolik, tak ada yang menghalangi Gereja Maradona memiliki pengikut. Pada akhir 2019 lalu, menurut catatan America Magazine, gereja ini sudah memiliki tak kurang dari setengah juta umat pengikut.

Ingin menjadi anggota dari gereja tersebut? Mudah saja. Anda tinggal mendaftar melalui akun twitter resmi gereja tersebut @Igmaradoniana.

Saat ini, pengikut gereja Maradona tak hanya berasal dari Argentina. Pada 2017, menurut catatan The Bubble, ada pengikut gereja yang berasal dari Bolivia, Kolombia, Brasil, Uruguay, Prancis, dan Kanada.

Salah seorang umat Maradona dari Italia, Andrea Camera, bahkan jauh-jauh meninggalkan tanah kelahirannya ke Argentina hanya untuk bertemu sang pujaan.

"Saya memang masih belum bertemu dengannya. Namun, saya menemukan kenyamanan dan ketenangan di Gereja Maradona ini," kata pria asal Napoli tersebut.

3 dari 4

Ibadah di Gereja Maradona

Lazimnya gereja, Iglesia Maradoniana juga menyelenggarakan peribadatan. Misa diadakan tiap pekan, biasanya pada hari Sabtu.

Jangan bayangkan acara ini berlangsung resmi. 'Misa' Gereja Maradona, yang berlangsung berpindah-pindah tempat ini, biasanya diisi dengan permainan kartu, makan sosis bakar, minum bir, sembari saling berkisah soal bagaimana Maradona menginspirasi mereka.

Jika ada yang sedikit resmi, itu adalah ketika ada acara pembaptisan.

Pembaptisan dihelat dengan cara mereplikasi gol Tangan Tuhan Maradona ke gawang Timnas Inggris pada Piala Dunia 1986. Setelah gol, umat yang dibaptis menerima sertifikat sebagai tanda telah resmi menjadi anggota Gereja Maradona.

4 dari 4

Natal dan Paskah di Gereja Maradona

Jamaknya dalam sebuah agama, dalam kepercayaan para pengikut Gereja Maradona ini juga dikenal hari raya. Ada dua hari raya yang dikenal para pengikut Gereja Maradona ini.

Ada dua hari raya bagi para pengikut Gereja Maradona. Pertama adalah Natal Maradona dan kedua adalah Paskah Maradona.

Natal Maradona dirayakan sesuai dengan kelahiran Maradona, pada 30 Oktober. Sementara, Paskah Maradona dirayakan pada 22 Juni, tanggal ketika Maradona menunjukkan aksi gol Tangan Tuhan ke gawang Inggris pada Perempat Final Piala Dunia 1986.

Sama seperti perayaan Natal pada umumnya, perayaan Natal Maradona dimeriahkan dengan kehadiran pohon Natal. Dalam Natal Maradona, pohon dihias dengan warna putih dan biru langit, seperti kostum kebesaran Timnas Argentina. Dahan dan ranting pohon Natal Maradona dihias foto sang legenda yang tersenyum sembari memegang jersey Timnas Argentina.

Jelang tengah malam, saudari Maradona, María Rosa Maradona menuturkan sejumlah petuah. Kemudian, para pendiri Gereja Maradona menghitung sampai sepuluh, mengenang kehadiran D10S ke muka bumi.

Setelahnya, para umat Gereja Maradona ini menyantap hamburger dan meminum bir. Tak lupa mereka menyanyikan chant, "Siapa yang tidak melompat adalah orang Inggris". Perayaan ini pun ditutup dengan doa Diego Nuestro.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)