
Bola.net - Mantan penjaga gawang Persija Jakarta dan Pusamania Borneo FC, Galih Sudaryono harus memutar otak untuk menghidupi keluarganya. Pasalnya, penghasilan dari sepakbola yang menjadi sandaran hidup, benar-benar tak didapatkannya lagi. Kompetisi sepakbola di Indonesia yang berhenti akibat perselisihan PSSI dan Menpora, hingga saat ini tak berujung penyelesaian.
Bisnis kereta mini sejenis odong-odong, menjadi pilihan pria yang menikah dengan wanita asal Solo tersebut. Galih bekerja sebagai operator dan tak jarang membuka lapak dari bazar ke bazar yang digelar oleh karang taruna di desanya.
Di Desa Ngringo, Palur, Karanganyar, kampung halamannya, ia membuka lapak di sebuah bazar, tak jauh dari rumahnya. Dengan seperangkat kereta mini yang digerakkan tenaga listrik, dia harus menggaet anak-anak untuk bermain, bersaing dengan aneka permainan lain.
"Ini kebetulan dekat rumah, tapi hanya seminggu. Ini harus cari informasi lagi desa lain yang akan menggelar bazar," kata Galih, saat ditemui, Selasa (28/7).
Ia menambahkan, meski tak sebesar saat menjadi pemain bola, namun penghasilan dari bekerja sebagai operator kereta mini itu cukup membantu menghidupi keluarganya. Untuk tarif sekali naik hanya Rp 5 ribu per anak. Uang tersebut masih harus dibagi dengan pemilik mainan.
"Pekerjaan ini saya diperoleh dari seorang kawan dekat. Dia prihatin dengan berhentinya kompetisi sepak bola. Dia pengusaha mainan anak dan meminjamkan seperangkat kereta mini untuk saya jalankan," ucapnya.
Dengan pekerjaan baru tersebut, Galih mengaku tidak pernah malu. Apalagi, penghasilan dari permainan itu juga sudah mampu untuk diandalkan mencukupi kebutuhan keluarganya. Kegiatan tersebut ia lakukan untuk mengisi waktu sembari menunggu kompetisi dimulai lagi. [initial]
(ars/pra)
Bisnis kereta mini sejenis odong-odong, menjadi pilihan pria yang menikah dengan wanita asal Solo tersebut. Galih bekerja sebagai operator dan tak jarang membuka lapak dari bazar ke bazar yang digelar oleh karang taruna di desanya.
Di Desa Ngringo, Palur, Karanganyar, kampung halamannya, ia membuka lapak di sebuah bazar, tak jauh dari rumahnya. Dengan seperangkat kereta mini yang digerakkan tenaga listrik, dia harus menggaet anak-anak untuk bermain, bersaing dengan aneka permainan lain.
"Ini kebetulan dekat rumah, tapi hanya seminggu. Ini harus cari informasi lagi desa lain yang akan menggelar bazar," kata Galih, saat ditemui, Selasa (28/7).
Ia menambahkan, meski tak sebesar saat menjadi pemain bola, namun penghasilan dari bekerja sebagai operator kereta mini itu cukup membantu menghidupi keluarganya. Untuk tarif sekali naik hanya Rp 5 ribu per anak. Uang tersebut masih harus dibagi dengan pemilik mainan.
"Pekerjaan ini saya diperoleh dari seorang kawan dekat. Dia prihatin dengan berhentinya kompetisi sepak bola. Dia pengusaha mainan anak dan meminjamkan seperangkat kereta mini untuk saya jalankan," ucapnya.
Dengan pekerjaan baru tersebut, Galih mengaku tidak pernah malu. Apalagi, penghasilan dari permainan itu juga sudah mampu untuk diandalkan mencukupi kebutuhan keluarganya. Kegiatan tersebut ia lakukan untuk mengisi waktu sembari menunggu kompetisi dimulai lagi. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Bolatainment 27 Agustus 2026 22:12Jamie Carragher Terancam Bangkrut gegara Utang Pajak
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Liga Inggris 6 September 2026 10:30Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
-
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Inggris 6 September 2026 09:00Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
BERITA LAINNYA
-
bolatainment 27 Agustus 2026 22:12Jamie Carragher Terancam Bangkrut gegara Utang Pajak
-
bolatainment 13 Agustus 2026 16:48Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 10:45Terganggu Abu Anak Krakatau, CFD Jakarta Berakhir Lebih Awal
-
Liputan6 6 September 2026 10:42Lampung Diselimuti Abu Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Pedih
-
Liputan6 6 September 2026 09:45Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9341539/original/047701800_1788657623-0L5A9653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341614/original/077244700_1788666271-1001634791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341575/original/087170900_1788663205-IMG_3614.jpg)
