FOLLOW US:


Kisah Rasa Cinta dan Impian Anthony Sinisuka Ginting di Bulu Tangkis

14-04-2020 13:02

 | Anindhya Danartikanya

Kisah Rasa Cinta dan Impian Anthony Sinisuka Ginting di Bulu Tangkis
Anthony Sinisuka Ginting © PBSI

Bola.net - Pebulu tangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, memikul harapan besar di pundaknya. Dia jadi salah satu tumpuan tim bulu tangkis Indonesia di berbagai turnamen bergengsi, baik individu maupun beregu. Posisinya di peringkat enam dunia menunjukkan Anthony bukan lagi pemain yang bisa diremehkan.

Pemain asal Cimahi ini telah mengoleksi berbagai gelar mulai medali SEA Games hingga Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Di level individu, pemain berusia 23 tahun itu pernah menjuarai Indonesia Masters (Super 500) hingga China Terbuka (Super 1.000). Namun, Anthony menyadari masih banyak impian yang ingin dicapainya.

Bulu tangkis punya pengaruh besar dalam kehidupan Anthony. Faktor itu yang membuatnya tak mau setengah-setengah melakoni kariernya di dunia tepok bulu. "Kalau tidak bermain bulu tangkis, saya tidak tahu sekarang jadi apa," kata Anthony dalam wawancara dengan Olympic Channel pada Senin (13/4/2020).

1 dari 5

Sudah Geluti Bulu Tangkis Sejak Balita

Anthony nyaris mengenal bulu tangkis seumur hidupnya. Dia sudah menggeluti olahraga tersebut sejak berusia 4 tahun atau 5 tahun. Sang ayah yang mengenalkan pada olahraga yang kini menjadi jalan hidupnya tersebut.

"Di tempat Papa mengajak saya bermain bersama teman-temannya, ada satu klub bulu tangkis kecil. Papa saya berpikir mungkin saya harus mencoba ikut di klub tersebut," kata Anthony mengenang memori awalnya menekuni bulu tangkis.

"Pada umur 13 atau 14 tahun saya sudah benar-benar fokus ke bulu tangkis, sudah fokus latihan, sembari masih tetap sekolah. Saya setiap pagi sampai siang sekolah, kemudian setelah itu istirahat sebentar. Sorenya latihan lagi," ungkap Anthony.

2 dari 5

Hadapi Tekanan Besar

Hadapi Tekanan Besar
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, melakukan selebrasi usai menaklukkan wakil Denmark, Anders Antonsen, pada laga final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora, Jakarta, Minggu (19/1

Anthony sadar kultur Indonesia membawa konsekuensi logis bagi pebulu tangkis seperti dirinya. Indonesia sejak dulu dikenal sebagai satu di antara kekuatan bulu tangkis dunia dan tak pernah berhenti melahirkan bintang-bintang yang sarat prestasi.

Saat bulu tangkis kali pertama dipertandingkan di Olimpiade, Indonesia langsung menyabet dua medali emas melalui Susy Susanti dan Alan Budikusuma. Adapun Rudy Hartono masih menjadi pebulu tangkis tunggal putra paling sukses di All England dengan koleksi delapan gelar.

Tak heran, masyarakat selalu menuntut prestasi tinggi. Publik Tanah Air selalu haus gelar, terutama dari turnamen bergengsi seperti Olimpiade. Tekananan publik terhadap pebulu tangkis yang tinggi itu disadari sepenuhnya oleh Anthony. Namun, bagi Anthony tekanan seperti itu sangat wajar.

"Semua pemain merasakan tekanan yang sama. Mereka punya keinginan kuat untuk juara di Olimpiade dan turnamen-turnamen lain juga. Kami sudah terbiasa juga dengan tekanan. Saat menjalani pertandingan-pertandingan selalu ada tuntunan untuk menang, seperti di Piala Thomas da Asian Games, tepatnya pertandingan saat kami bawa nama negara," kata Anthony.

3 dari 5

Ada Kalanya Merasa Stres

Ada kalanya Anthony juga mengalami stres ketika pertandingan yang dilakoni tak berujung hasil yang tak diharapkan. Anthony ternyata punya trik khusus untuk mengatasi stres ketika menelan kekalahan di suatu turnamen.

"Saya suka makanan Indonesia. Tapi kalau misal bertanding di luar negeri dan kalah pasti stres. Daripada diam di kamar dan pikiran bertambah, saya memilih keluar cari makanan-makanan enak," ungkap Anthony soal cara mengatasi stres setelah kalah pada suatu pertandingan.

4 dari 5

Bulu Tangkis Ubah Kehidupan Anthony dan Keluarga

Bulu Tangkis Ubah Kehidupan Anthony dan Keluarga
Anthony Sinisuka Ginting © PBSI

Setelah hampir 20 tahun menggeluti bulu tangkis, Anthony sangat menyadari perubahan besar dalam hidupnya dan keluarganya. "Saya jadi bisa bantu dan jadi berkat buat keluarga, itu karena bulu tangkis. Kata orang saya juga bisa dapat banyak uang untuk bantu keluarga," kata Anthony.

Meski sudah bercokol di papan atas dunia tunggal putra, Anthony sadar masih banyak yang ingin digapainya. Masih banyak turnamen yang belum dia menangi, seperti Indonesia Open, All England, Piala Thomas, dan Piala Sudirman. Ketika diminta memilih turnamen yang paling ingin dijuarainya, Anthony sudah mantap memilih.

"Yang belum saya capai di bulu tangkis masih banyak. Saya masih punya kesempatan dan ingin juara Asian Games dan Olimpiade. Semua ingin juara, apalagi itu multievent yang bergengsi, empat tahun sekali, dan semua pemain berlomba-lomba ingin juara. Saya ingin juara Asian Games dan Olimpiade," tegas Anthony.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 14 April 2020

5 dari 5

Video: Aktivitas Pebulu Tangkis Spanyol, Carolina Marin Selama di Rumah