FOLLOW US:


PBSI Sebut Pemberhentian Audisi Umum PB Djarum 'Tragis'

10-09-2019 08:50

 | Anindhya Danartikanya

PBSI Sebut Pemberhentian Audisi Umum PB Djarum 'Tragis'
Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum © PB Djarum

Bola.net - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengharapkan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum tetap berjalan. Sebab, lebih dari 40 persen anggota Pelatnas PBSI didapatkan dari program tersebut, demikian yang dinyatakan Sekjen PBSI Achmad Budiharto.

Seperti diberitakan, Djarum Foundation memutuskan untuk menghentikan audisi bea siswa mereka lantaran tak ingin berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menuding ada pemanfaatan anak-anak untuk mempromosikan produk Djarum yang identik dengan rokok, dalam audisi tersebut.

Achmad mengira masalah audisi sudah menemukan jalan ke luar. Sebab, ia juga sempat datang ke Menko Polhukam terkait masalah ini. Bahkan, Achmad sudah menulis surat kepada Deputi 6 Menko Polhukam Carlo Tewu tentang sikap serta posisi PBSI.

1 dari 2

Sulit Bayangkan Masa Depan Tanpa Audisi

"Ini tragis. Jujur di awal saya datang ke Purwokerto dengan berbunga-bunga. Pada intinya kita berharap audisi tetap berjalan. Karena, audisi ini adalah salah satu cara, metode, bagaimana bulu tangkis Indonesia bisa stabil, bisa terus-menerus mencari bibit pemain yang ada," kata Achmad di GOR Satria, Purwokerto.

Achmad menambahkan PB Djarum merupakan kontributor utama dalam menyumbang atlet ke Pelatnas PBSI. Dari zaman Koh Chris (Christian Hadinata), Liem Swie King, sampai zamannya Ardy (Bernardus Wiranata) cs.

"Sampai sekarang pun, lebih dari 40 persen pemain Pelatnas PBSI adalah dari PB Djarum yang didapatkan dari proses audisi. Jadi saya tidak bisa membayangkan ke depannya mau seperti apa," paparnya.

2 dari 2

Kebanggaan Bangsa dan Negara

Achmad mengatakan, hingga saat ini bulu tangkis selalu memberi kebanggaan buat negara dan bangsa. Bahkan, di ajang olahraga besar, baru bulu tangkis yang bisa membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di arena. "Belum ada yang bisa memberikan emas di Olimpiade sampai sejauh ini kecuali bulu tangkis," dia menegaskan.

Bahkan, Achmad mengaku pernah bertaruh dengan Alamsyah (Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) pada empat tahun lalu terkait siapa yang merebut medali emas di Olimpiade 2016.

"Kalau dia bisa menang dari PBSI, saya menyembah dia. Alhamdulillah, bukan sombong, kita yang dapat (medali emas) walau dia dapat medali duluan," ucapnya. Waktu itu, mendapat dua medali perak lewat Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustani.

Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Bogi Triyadi/Editor: Edu Krisnadeta/Dipublikasi: 9 September 2019