5 Alasan Bayern Munchen Bakal Menang Lawan Atletico Madrid di Liga Champions

Asad Arifin | 21 Oktober 2020 15:06
Liga Champions, Bayern Munchen vs Atletico Madrid (c) Bola.net

Bola.net - Juara Liga Champions musim lalu, Bayern Munchen, akan membuka partainya di Grup A dengan menjamu Atletico Madrid, Kamis (22/10/20) dini hari. Meskipun sulit Bayern Munchen nampaknya memiliki modal yang sangat baik untuk laga ini.

Di Bundesliga, Bayern masih menjadi tim yang sangat tajam dan siap meneror lini belakang Atletico Madrid. Tercatat dari empat pertandingannya, Bayern telah mencetak 17 gol di liganya.

Andalan Bayern Munchen sedari musim lalu, Robert Lewandowski dan Thomas Muller pun masih menampilkan performa yang ganas. Terakhir mereka berdua sama-sama mencetak brace untuk membawa timnya memetik tiga poin dari Bielefeld.

Meskipun kabar buruk baru menimpa tim, karena andalannya di Liga Champions musim lalu Serge Gnabry positif COVID-19. Namun, Bayern Munchen nampaknya masih bisa membabat habis Atletico Madrid.

Beberapa alasan telah dimiliki Bayern Munchen untuk percaya diri menjamu Atletico. Lantas apa saja alasan Bayern Munchen bisa meraih kemenangan di laga pertama Liga Champions musim ini? Mengutip situs resmi Bundesliga, berikut lima alasannya.

1 dari 5 halaman

1. Lewandowski di atas Luis Suarez

Pemain asal Polandia ini tidak henti-hentinya meneror gawang lawannya. Pemain berjuluk Lewangoalski ini masih melanjutkan keganasannnya dan telah mencetak tujuh gol dari empat laga di Bundesliga.

Robert Lewandowski juga tentu masih merasakan bagaimana dia begitu digdaya di Liga Champions musim lalu. Lewandowski mampu mencetak 15 gol dengan enam assists di kompetisi tersebut musim lalu.

Performa yang mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik UEFA 2019/20. Luis Suarez yang menjadi lawannya di pertandingan pertama ini, meskipun mampu tampil baik namun, dirasa belum sebaik Lewandowski di awal musim ini.

2 dari 5 halaman

2. Winning Habit

Bayern Munchen sudah tidak diragukan lagi merupakan salah satu klub yang memiliki DNA untuk menang. Di Liga Champions sendiri, Bayern Munchen telah berhasil memuncaki grup yang dihuninya sebanyak 16 kali.

Darah kemenangan yang dimiliki Bayern Munchen pun tergambarkan di edisi Liga Champions musim lalu. Bayern Munchen keluar sebagai juara dengan rekor sebagai tim yang selalu menang di semua laganya.

Bayern Munchen pun memiliki pemain-pemain yang bermental juara seperti dalam diri Thomas Muller. Pemain yang berhasil bangkit musim lalu dengan meraih rekor top assists (21) di Bundesliga, dan akhirnya juga berhasil menambah pundi-pundi trofinya.

3 dari 5 halaman

3. Peredam Klub Spanyol

Musim lalu, Bayern Munchen membantai habis Barcelona yang notabenenya merupakan klub andalan Spanyol di pentas tersebut. Dengan kelasnya Bayern Munchen mampu menggondol gawang Barcelona sebanyak delapan kali.

Bayern Munchen musim ini pun telah menunjukkan kedigdayaannya ketika melawan klub Spanyol. Sevilla menjadi korban terakhirnya di UEFA Super Cup. Melawan Atletico kali ini, Bayern memiliki modal yang mentereng akan klub Spanyol.

Tercatat dari 28 kali pertemuannya dengan klub Spanyol, Bayern berhasil meraih 18 kemenangan dengan empat kekalahan. Salah satu korbannya juga adalah Atletico Madrid yang pada babak penyisihan grup Liga Champions 2016/17.

4 dari 5 halaman

4. Kimmich the King

Joshua Kimmich merupakan anugerah untuk Bayern Munchen. Pemain berusia 25 tahun ini memiliki kemampuan yang lengkap sebagai pesepak bola. Setidaknya hal tersebut pernah dilontarkan Jose Mourinho.

The Special One pernah mengatakan bahwa dia melihat Kimmich sebagai pemain bek kanan, kiri, tengah, pemain nomor 6, nomor 8 dan nomor 10, dan memiliki segalanya sebagai pemain. Kemampuannya tersebut yang membawa Kimmich meraih penghargaan bek terbaik Liga Champions 2019/20.

Joshua Kimmich juga memiliki umpan yang mematikan. Di tiga laga Bundesliganya, Kimmich mencatatkan akurasi umpan yang mencapai 92 persen. Kemampuan yang menjadikannya pengendali yang baik untuk lini depan dan belakang Bayern Munchen.

5 dari 5 halaman

5. Pujian Wenger Untuk Flick

Arsene Wenger merupakan pelatih kelas atas yang telah membangun dinastinya selama 22 tahun di Arsenal. Setelahnya Bayern yang musim lalu memecat Niko Kovac, memberikan tawaran untuk Wenger menjadi pelatihnya.

Sebelum akhirnya Hansi Flick lah yang menjadi pelatih utama tim dan terbukti sukses membangkitkan Bayern musim lalu. Wenger pun tidak sungkan mengatakan bahwa Bayern kini berada di tangan yang tepat, dan merupakan klub terbaik di Eropa.

Pada akhir musim kemarin pun, Hansi Flick menjadi pelatih Bayern Munchen dengan rasio kemenangan terbaik, mengalahkan Pep Guardiola dan Jupp Heynckes. Hansi Flick memiliki rasio kemenangan sebesar 2,78, Guardiola 2,6 dan Heynckes sebesar 2,7.

Sumber: Bundesliga

(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR