Arsene Wenger Jadi Kandidat Manajer Baru Bayern Munchen

Serafin Unus Pasi | 5 November 2019 15:20
Arsene Wenger (c) AFP

Bola.net - Teka-teki mengenai siapa manajer baru Bayern Munchen memasuki babak baru. Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger diberitakan bakal menempati posisi tersebut.

Pada akhir pekan kemarin, Bayern Munchen mengambil sebuah keputusan besar. Mereka memecat Niko Kovac setelah Die Rotten tumbang dengan skor 5-1 melawan Eintracht Frankfurt.

Hingga saat ini, pihak Bayern belum mengumumkan siapa manajer baru mereka. Salah satu rumor yang beredar bahwa mereka bakal merekrut Jose Mourinho sebagai juru taktik mereka yang baru.

The Guardian mengklaim bahwa pihak Bayern sudah mengantongi nama lain selain Mourinho. Mereka tertarik untuk merekrut Arsene Wenger.

Apa pertimbangan Munchen menginginkan Wenger? Simak informasinya di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Jam Terbang Tinggi

Salah satu pertimbangan Bayern Munchen melirik manajer asal Prancis itu karena pengalamannya yang kaya di dunia sepakbola.

Wenger sendiri dikenal sebagai salah satu manajer elit dalam dua tahun terakhir. Ia berhasil menghantarkan Arsenal memenangkan sejumlah trofi prestisius di sepanjang karirnya di London Utara.

Tidak hanya itu filosofi permainan indah Wenger dan kegemarannya mengorbitkan pemain muda dinilai bakal cocok untuk membangkitkan Die Rotten saat ini.

2 dari 3 halaman

Kontrak Percobaan

Laporan itu mengklaim bahwa Bayern tidak langsung mengontrak Wenger sebagai manajer permanen mereka.

Mereka akan menawarkan kontrak berdurasi pendek hingga akhir musim nanti. Mereka enggan ambil resiko dengan memberi kontrak panjang di awal, agar mereka bisa mengevaluasi performa sang pelatih.

Jika Wenger tampil memuaskan, maka mereka baru menyodorkan kontrak permanen bagi pelatih senior tersebut.

3 dari 3 halaman

Tertarik

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Arsenal sangat tertarik dengan tawaran yang diberikan Bayern Munchen tersebut.

Ia sudah hampir satu setengah tahun menganggur sehingga ia sudah tidak sabar untuk kembali ke dunia kepelatihan sekali lagi.

(The Guardian)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR