Bayern Munchen Ragu Liverpool Sanggup Tebus Kai Havertz, Berapa Harganya?

Asad Arifin | 19 Maret 2020 12:44
Selebrasi Kai Havertz bersama Moussa Diaby usai bobol gawang FC Porto. (c) AP Photo

Bola.net - Bayern Munchen punya keyakinan tinggi bisa merampungkan transfer Kai Havertz. Sebab, dengan harga mahal yang dipatok Bayer Leverkusen, Die Roten ragu Liverpool bakal bersedia menebusnya.

Kai Havertz menjadi salah satu bintang muda yang bersinar di Bundesliga dalam dua musim terakhir. Selain Kai Havertz, ada juga nama Jadon Sancho, Timo Werner, Leon Bailly, dan Serge Gnabry.

Kai Havertz tampil mengesankan untuk Bayer Leverkusen. Pada musim 2019/2020 ini, dia telah mencetak sembilan gol dan tujuh assist dari 30 laga di semua kompetisi. Kai Havertz baru berusia 20 tahun.

Menilik bakat besar yang dimiliki Kai Havertz, dia menjadi aset penting bagi Bayern Leverkusen. Klub tidak akan serta merta melepasnya. Harga sangat mahal dipatok untuk transfer Kai Havertz.

1 dari 1 halaman

Berapa Harga Transfer Kai Havertz?

Apa yang membuat Kai Havertz punya nilai transfer mahal? Usia masih sangat muda, 20 tahun. Performa yang terus menanjak setiap musim. Selain itu, Kai Havertz juga bisa bermain di banyak posisi.

Beberapa media Jerman menyebut jika Bayer Leverkusen mematok harga tinggi untuk Kai Havertz. Pemain didikan akademi tersebut bakal dilepas Bayer Leverkusen andai ada klub yang membayar 90 juta euro. Harga yang bisa membuat Kai Havertz menjadi pemain Jerman termahal.

Dikutip dari Bild, Bayern Munchen tidak merasa harga tersebut menjadi masalah bagi mereka. Die Roten justru merasa sangat optimis bisa membeli Kai Havertz pada musim depan.

Liverpool, sebagai peminat utama Kai Havertz, diyakini Bayern bakal sulit menebus harga yang ditetapkan Bayer Leverkusen. Apalagi, Liverpool cenderung tidak banyak belanja pemain pada musim 2019/2020 ini.

Bayern Munchen sendiri sangat butuh pemain seperti Kai Havertz. Dia bisa menjadi proyek jangka panjang klub, bersama Johsua Kimmich, Benjamin Pavard, Serge Gnabry, Kingley Coman, Alphonse Davies, dan Joshua Zirkzee.

Sumber: Bild

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR