
Bola.net - Perjalanan karier Henrikh Mkhitaryan di Borussia Dortmund memiliki babak krusial yang jarang terungkap. Ia mengaku nyaris menyerah dan meninggalkan klub setelah musim terakhir yang sulit bersama Jurgen Klopp.
Saat itu, kondisi fisik dan mentalnya sedang tidak berada di level terbaik. Kepergian Klopp seolah menjadi sinyal baginya untuk mencari tantangan baru di tempat lain.
Namun, kedatangan Thomas Tuchel sebagai pengganti mengubah segalanya secara drastis. Sebuah percakapan empat mata menjadi titik balik yang menyelamatkan kariernya di Dortmund.
Tuchel tidak hanya datang dengan taktik baru, tetapi juga dengan sebuah janji spesifik. Janji itulah yang pada akhirnya berhasil membangkitkan kembali kepercayaan diri Mkhitaryan yang telah hilang.
Di Ambang Pintu Keluar
Musim terakhir Jurgen Klopp di Borussia Dortmund bukanlah periode yang mudah. Tim hanya mampu finis di peringkat ketujuh Bundesliga, meski berhasil mencapai final piala domestik.
Situasi sulit itu berdampak besar pada kondisi Mkhitaryan. Ia merasa tidak lagi berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental, yang membuatnya mantap untuk hengkang.
"Sebelum membicarakannya (Tuchel), saya ingin menjelaskan bahwa kami mengalami kesulitan di tahun terakhir Klopp, finis ketujuh dan mencapai final piala Jerman," kata Mkhitaryan dilansir dari TMW.
"Klopp pergi, Tuchel menggantikannya dan saya ingin pergi. Saya tidak merasa baik secara fisik maupun mental," ungkapnya.
Intervensi dan Janji Tuchel
Ketika Mkhitaryan sudah mencapai kesepakatan dengan klub untuk pergi, Thomas Tuchel datang. Manajer baru itu menolak melepasnya dan meminta kesempatan untuk berbicara secara personal.
Dalam pertemuan itu, Tuchel hanya meminta satu hal dari Mkhitaryan, yaitu kepercayaan. Ia kemudian melontarkan sebuah janji ambisius terkait kontribusi gol dan assist yang akan dicatatkan sang pemain.
"Saya punya kesepakatan dengan Dortmund untuk pergi. Tuchel, bagaimanapun, datang dan berkata dia ingin berbicara dengan saya dan untuk memercayainya," ujar Mkhitaryan.
"Dia berkata 'percayalah, Anda akan mendapatkan 15 gol dan 15 assist di posisi ini'. Saya tertawa karena saya telah kehilangan kepercayaan diri," kenangnya.
Keraguan dan Saran dari Mino Raiola
Janji Tuchel untuk bisa mencetak 15 gol dan 15 assist disambut tawa oleh Mkhitaryan. Kepercayaan dirinya saat itu begitu rendah sehingga target tersebut terdengar seperti lelucon baginya.
Bahkan, agennya saat itu, mendiang Mino Raiola, juga sependapat dengannya. Raiola secara terang-terangan menyarankannya untuk tetap pada rencana awal, yaitu meninggalkan Borussia Dortmund.
"Saya tertawa karena saya telah kehilangan kepercayaan diri," tegas Mkhitaryan.
"Bahkan agen saya, Raiola, mengatakan kepada saya untuk pergi," sambungnya.
Kelahiran Kembali Seorang Bintang
Pada akhirnya, Mkhitaryan memutuskan untuk percaya pada Tuchel dan bertahan. Keputusan itu terbukti sangat tepat karena ia menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya.
Ia mengakui bahwa semua pujian atas kebangkitannya layak diberikan kepada Tuchel. Sang manajer tidak hanya mengembalikan performa terbaiknya, tetapi juga mengembalikan kecintaannya pada sepak bola.
"Pada akhirnya, saya menjalani musim yang hebat dan pujian harus diberikan kepadanya," kata Mkhitaryan.
"Dia mengembalikan kepercayaan diri dan kegembiraan saya dalam bermain sepak bola," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
bundesliga 23 Mei 2026 07:19Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
-
bundesliga 21 Mei 2026 10:45Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
-
bundesliga 15 Mei 2026 13:51Prediksi Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim 16 Mei 2026
-
bundesliga 15 Mei 2026 13:37Prediksi Bayern Munchen vs Koln 16 Mei 2026
SOROT
-
Liputan6 28 Mei 2026 09:17Kisah Pilu Bayi dan Sepucuk Surat: Jeritan Utang Orang Tua
-
Liputan6 28 Mei 2026 08:30Gerindra Sebut Banpres Kurban Dilakukan Presiden Sebelumnya
-
Liputan6 28 Mei 2026 00:43Pelaku Pembunuhan Sadis dan Rudapaksa Bocah SD di Makassar Ditangkap
HIGHLIGHT
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Manajer MU dengan Persentase Kemenangan Tertinggi:...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7146684/original/036363800_1779934629-1001294839.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6503388/original/085798400_1779360296-IMG_6896.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7030781/original/054555500_1779805577-1001294694.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7119157/original/052790600_1779904005-penangkapan-pelaku.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7113915/original/020439600_1779898017-242be88f-b10a-4c92-a0fa-4efd562fffe1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7111178/original/081662600_1779894762-30756.jpg)
