Mengenal Rouwen 'The Late Bloomers' Hennings

Afdholud Dzikry | 15 November 2019 15:25
Selebrasi Rouwen Hennings. (c) DFL

Bola.net - Karir gemilang belum tentu langsung didapat pada usia muda. Tak sedikit dari pemain bintang dunia 'telat' sukses dan baru menunjukkan permainan terbaiknya setelah melewati usia emas, lewat perjuangan dalam suka dan duka.

Rouwen Hennings yang sekarang bermain untuk Fortuna Dusseldorf adalah salah satu di antaranya.

Berikut cerita singkat perjalanan karier 'The Late Bloomers' dari Bad Oldesloe. Yuk, kita simak!

1 dari 2 halaman

Perjuangan

Hennings memulai kariernya dengan tim junior lokal VfL Oldesloe sebelum menandatangani kontrak dengan Hamburger SV pada tahun 2001. Pemain kelahiran 28 Agustus 1987 tersebut berkembang melalui tim junior untuk kemudian dipromosikan ke tim utama pada tahun 2005.

Lahir di Bad Oldesloe, sebuah kota kecil di utara Jerman, Hennings tampil terutama untuk tim kedua di Regionalliga Nord sebelum bergabung dengan VfL Osnabrück, tim yang berkompetisi di 2.Bundesliga, dengan status pinjaman semusim penuh pada Juli 2007. Bersama The Lilac-Whites, kariernya tidak berjalan mulus dengan hanya mencetak 2 gol dalam 30 penampilannya dan klub pun harus finis di papan tengah pada akhir musim.

Pada musim panas 2008 ia kembali dipinjamkan ke FC St. Pauli yang juga berkompetisi di 2.Bundesliga. Untuk yang kedua kalinya bersama tim yang berbeda, Hennings kesulitan untuk mengembangkan permainannya, dengan hanya mencetak 2 gol dari 21 penampilan, namun, Kiezkicker mempermanenkan statusnya pada akhir musim.

Dia menghabiskan tiga tahun di St. Pauli sebagai pemain permanen yang juga berkat andilnya berhasil membawa mereka promosi ke Bundesliga pada musim 2009/10, dengan Hennings mencetak 9 gol dalam 29 penampilan. Namun, St. Pauli hanya bertahan satu musim di Bundesliga saat harus finis di urutan terakhir dan Hennings pun tidak dapat berbuat banyak dengan hanya mencatatkan 16 penampilan.

Selama musim 2011/12, Hennings kesulitan untuk masuk ke tim utama, dengan hanya tujuh kali tampil, dan pada Januari 2012 ia dipinjamkan ke mantan klubnya, VfL Osnabruck yang saat itu berkompetisi di 3.Liga. Ia kembali menemukan bentuk permainannya dalam mencetak gol bersama Osnabruck dengan torehan 5 gol dari total 17 kali penampilan.

2 dari 2 halaman

Buah Manis Hasil Perjuangan

Pada Juni 2012, ia menandatangani kontrak dengan klub dari divisi 3.Liga, Karlsruher SC dan bersama mereka memenangkan promosi ke 2.Bundesliga di musim pertamanya saat KSC finis sebagai juara di akhir musim. Di divisi dua, Karlsruher mampu bersaing dengan finis di urutan ke-5, dimana Hennings mencetak 10 gol dalam 31 penampilan. Di musim terakhirnya bersama klub, ia finis sebagai Torjagerkanone dengan 17 gol saat Karlsruher secara dramatis nyaris gagal untuk promosi dan menempati urutan ke-3, yang meloloskan mereka ke babak play-off. Dalam play-off, Hennings kembali mencetak satu gol untuk KSC dalam kekalahan agregat 3:2 dari mantan klubnya Hamburger SV. Total, dia mencatatkan 102 penampilan untuk Karlsruher dengan torehan 37 gol.

Pada musim panas 2015, ia banyak diminati oleh klub dari seluruh Eropa, dikaitkan dengan kepindahan ke mantan klub Hamburger SV dan juga ke SV Werder Bremen, sementara ada juga tawaran dari klub Yunani PAOK FC, dimana Frank Arnesen adalah direktur olahraga mereka ketika itu. Juli 2015, klub divisi Championship Sheffield Wednesday mengajukan penawaran yang ditolak Hennings, tetapi pada Agustus 2015 oleh sesama tim Championship, Burnley, Hennings berhasil dikontrak dengan durasi tiga tahun bersama biaya yang dirahasiakan. Hennings mencetak gol pertamanya untuk Burnley dalam hasil imbang 2:2 dengan Cardiff City pada 28 November 2015.

Meskipun tampil sebagai pemain pengganti secara reguler selama kampanye pemenang Championship bersama Burnley di musim 2015/16, ia tidak tampil di Liga Premier pada musim berikutnya. Sebaliknya, ia dipinjamkan selama musim 2016/17, kembali ke tanah airnya untuk bermain bersama Fortuna Dusseldorf. Hennings mencatatkan 30 penampilan dan mencetak 9 gol dengan Flingeraner finis di urutan ke-11 kompetisi 2. Bundesliga. Pada 7 Juli 2017, diumumkan bahwa ia telah mempermanenkan statusnya dengan Dusseldorf setelah diberikan free-transfer oleh Burnley.

Bersama Fortuna Dusseldorf di musim 2017/18, 'The Late Bloomers' memainkan peran kunci dalam membantu mereka mendapatkan promosi ke Bundesliga. Juga sejak statusnya sebagai pemain permanen untuk Dusseldorf, total ia telah mencatatkan 73 penampilan dengan torehan 29 gol. Dan kini, di setengah perjalanan musim 2019/20, Hennings yang kini berusia 32 tahun menempati urutan ke-3 dalam perebutan status sebagai Torjagerkanone dengan torehan sembilan gol di bawah Timo Werner dan Robert Lewandowski. Respek.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR