
Bola.net - Mantan bos Celtic Gordon Strachan menyebut mantan klubnya akan sangat kesulitan ketika bertandang ke markas Barcelona. Menurutnya, Celtic butuh sesuatu yang 'spesial' untuk selamat dari badai serangan tuan rumah.
Di Liga Champions musim ini, Celtic berada satu blok dengan Benfica, Spartak Moscow dan Barcelona di Grup G. Pada matchday 3, yang digelar 23 Oktober mendatang, tim elit Skotlandia itu akan mengunjungi kandang Blaugrana. Strachan menganalogikan lawatan Celtic ke Camp Nou ini dengan sebuah kunjungan ke tempat suci nan sakral, dan yang harus dilakukan adalah berdoa.
"Ketika Anda mendatangi tempat ibadah, apa pun kepercayaan Anda, berdoalah," kata Strachan ketika ditanya tentang cara untuk menang di kandang Barcelona oleh The Daily Record, surat kabar setempat.
Strachan berkata demikian bukan tanpa dasar. Di Liga Champions 2007-08, dia melatih Celtic. Waktu itu, Celtic dikandaskan Barcelona di babak 16 besar. Pasukannya kalah 2-3 di kandang sendiri pada leg pertama, di mana Lionel Messi menyumbang dua gol untuk Barca, dan takluk oleh gol tunggal Xavi pada pertemuan kedua di Catalonia.
"Saat itulah semua orang di Britania menyadari betapa spesialnya tim yang bernama Barcelona," ujar Strachan.
"Saat Manchester United bertandang ke markas kami, mereka mencatatkan sekitar 340 operan. AC Milan di kisaran 360. Kami sanggup membatasi ruang gerak Andrea Pirlo waktu itu. Akan tetapi, ketika Barcelona datang ke Celtic Park, mereka membukukan hingga 700 operan. Saya berkata kepada analis pertandingan bahwa pasti ada yang salah dengan datanya. Sepakbola mereka sungguh sanggup menyihir banyak orang," terangnya.
Meski Strachan merasa sangat sulit bagi Celtic mengalahkan Barcelona dalam perebutan puncak grup, dia percaya pasukan Neil Lennon bisa mengungguli Benfica maupun Spartak Moscow untuk finis sebagai runner-up dan lolos ke babak berikutnya. (foes/gia)
Di Liga Champions musim ini, Celtic berada satu blok dengan Benfica, Spartak Moscow dan Barcelona di Grup G. Pada matchday 3, yang digelar 23 Oktober mendatang, tim elit Skotlandia itu akan mengunjungi kandang Blaugrana. Strachan menganalogikan lawatan Celtic ke Camp Nou ini dengan sebuah kunjungan ke tempat suci nan sakral, dan yang harus dilakukan adalah berdoa.
"Ketika Anda mendatangi tempat ibadah, apa pun kepercayaan Anda, berdoalah," kata Strachan ketika ditanya tentang cara untuk menang di kandang Barcelona oleh The Daily Record, surat kabar setempat.
Strachan berkata demikian bukan tanpa dasar. Di Liga Champions 2007-08, dia melatih Celtic. Waktu itu, Celtic dikandaskan Barcelona di babak 16 besar. Pasukannya kalah 2-3 di kandang sendiri pada leg pertama, di mana Lionel Messi menyumbang dua gol untuk Barca, dan takluk oleh gol tunggal Xavi pada pertemuan kedua di Catalonia.
"Saat itulah semua orang di Britania menyadari betapa spesialnya tim yang bernama Barcelona," ujar Strachan.
"Saat Manchester United bertandang ke markas kami, mereka mencatatkan sekitar 340 operan. AC Milan di kisaran 360. Kami sanggup membatasi ruang gerak Andrea Pirlo waktu itu. Akan tetapi, ketika Barcelona datang ke Celtic Park, mereka membukukan hingga 700 operan. Saya berkata kepada analis pertandingan bahwa pasti ada yang salah dengan datanya. Sepakbola mereka sungguh sanggup menyihir banyak orang," terangnya.
Meski Strachan merasa sangat sulit bagi Celtic mengalahkan Barcelona dalam perebutan puncak grup, dia percaya pasukan Neil Lennon bisa mengungguli Benfica maupun Spartak Moscow untuk finis sebagai runner-up dan lolos ke babak berikutnya. (foes/gia)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 2 April 2026 20:44 -
Liga Spanyol 2 April 2026 15:15Barcelona Berhemat: Tidak Akan Belanja Besar, Pilih Percaya La Masia
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 3 April 2026 14:40 -
Bola Indonesia 3 April 2026 14:24 -
Bola Indonesia 3 April 2026 13:43 -
Voli 3 April 2026 11:08 -
Piala Dunia 3 April 2026 10:30 -
Piala Dunia 3 April 2026 10:00
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4027374/original/028989200_1652950296-DPR-Dome-Gedung-Kura-Kura-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537055/original/020552800_1774408237-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544320/original/007925000_1775099333-1001078850.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545503/original/034556600_1775195683-1001137499.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4696035/original/096448600_1703260577-IMG20231222204812.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543310/original/045788300_1775021487-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_12.14.56.jpeg)
