Dongeng Indah Bodo/Glimt Terhenti dengan Cara Menyakitkan, tapi Sejarah Telah Tercipta di Liga Champions

Bola.net - Perjalanan sensasional Bodo/Glimt di musim ini akhirnya harus terhenti. Namun, tim asal Norwegia tersebut tetap meninggalkan panggung Liga Champions dengan kepala tegak setelah mencatatkan sejarah yang sulit dilupakan.
Klub yang berbasis di kota kecil dekat Lingkar Arktik ini tampil sebagai salah satu kejutan terbesar. Bermain dalam kondisi cuaca ekstrem, dingin menusuk, bersalju, dan berangin, tak menghalangi mereka untuk melangkah jauh hingga fase gugur pada debutnya di kompetisi elite Eropa.
Sayang, perjalanan Bodo/Glimt di Liga Champions musim 2025/2026 harus terhenti di babak 16 besar usai disingkirkan juara Portugal, Sporting CP, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tersingkir Dramatis Usai Keunggulan Hilang

Bodo/Glimt sebenarnya sempat berada di atas angin setelah menang telak 3-0 atas Sporting CP pada leg pertama babak 16 besar di Norwegia. Namun, skenario berubah drastis di leg kedua.
Bermain di Portugal, Sporting tampil luar biasa dengan membalikkan keadaan lewat kemenangan 5-0. Hasil tersebut memastikan mereka lolos dengan agregat 5-3, sekaligus mengakhiri kisah indah Bodo/Glimt.
Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, mengakui timnya gagal mengatasi tekanan pertandingan besar.
“Kami tidak benar-benar memainkan permainan kami. Kami justru bermain dalam momen yang terlalu besar bagi kami,” ujarnya.
Dari Kutub Utara ke Panggung Eropa

Perjalanan Bodo/Glimt menuju fase gugur sebenarnya penuh liku. Mereka gagal meraih kemenangan dalam enam laga awal fase liga, membuat peluang lolos nyaris tertutup.
Namun, keajaiban terjadi. Mereka sukses menumbangkan Manchester City dengan skor 3-1, sebelum mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di kandang lawan. Dua kemenangan itu membuka jalan menuju babak play-off.
Tak berhenti di situ, Bodo/Glimt kembali membuat kejutan dengan menyingkirkan Inter Milan, finalis musim lalu, dalam dua leg.
Faktor Kandang Jadi Senjata Mematikan

Salah satu kunci kesuksesan Bodo/Glimt adalah kekuatan kandang mereka di Aspmyra Stadion. Bermain di lapangan sintetis dengan suhu ekstrem membuat banyak tim kesulitan beradaptasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah tim besar seperti AS Roma, Celtic, hingga Lazio pernah menjadi korban keganasan mereka di kandang.
Bahkan, lima tahun lalu mereka mencatat kemenangan mencengangkan 6-1 atas Roma yang saat itu dilatih Jose Mourinho.
Kisah Underdog yang Layak Dikenang

Perjalanan Bodo/Glimt langsung dibandingkan dengan kisah-kisah underdog legendaris di Liga Champions. Sebut saja APOEL FC yang mencapai perempat final musim 2011/2012, serta Malaga CF pada musim 2012/2013.
Ada pula Club Brugge yang sempat mencuri perhatian dalam beberapa musim terakhir.
Namun, yang membuat Bodo/Glimt lebih istimewa adalah skala klub mereka. Stadion mereka hanya berkapasitas sekitar 8.500 penonton, jauh lebih kecil dibanding klub-klub besar Eropa.
Mentalitas dan Kepercayaan Diri Jadi Kunci

Dengan nilai skuad yang hanya sekitar 57 juta euro, terendah di antara tim 16 besar, Bodo/Glimt membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar soal uang.
Semangat juang dan kepercayaan diri tinggi membuat mereka mampu bersaing, bahkan bangkit dari ketertinggalan dalam beberapa laga penting.
Selain prestasi, perjalanan mereka juga membawa keuntungan finansial signifikan. Bodo/Glimt diperkirakan mengantongi sekitar Rp900 miliar dari partisipasi mereka, angka yang hampir setara dengan nilai total skuad.
Meski harus tersingkir, perjalanan Bodo/Glimt musim ini akan dikenang sebagai salah satu kisah underdog terbaik dalam sejarah Liga Champions.
Dari kota kecil di utara Norwegia hingga menaklukkan raksasa Eropa, mereka telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang paling tak terduga.
Jangan Lewatkan!
- Rapor Pemain PSG Ketika Permalukan Chelsea di Stamford Bridge: Kvaratskhelia Istimewa, Lainnya Tak Kalah Menyala
- Rapor Pemain Chelsea vs PSG: Kalah Memang Wajar Sih, tapi Nggak Begini Juga Kali
- Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 18-19 Maret 2026
- Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026
- Daftar Lengkap Tim Lolos 8 Besar Liga Champions 2025/2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 23 September 2026 21:13Xavi Tegaskan Status Mattjijs De Ligt di Timnas Belanda: Masih Jadi Sosok yang Penting?
-
Liga Inggris 23 September 2026 21:04Bocoran Wayne Rooney: JJ Gabriel Sudah Lama Mau Cabut dari MU!
-
Liga Inggris 23 September 2026 20:52Inikah Pengganti JJ Gabriel di Manchester United?
-
Bulu Tangkis 23 September 2026 16:38Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 23 September 2026 21:15Rodri Langsung Jadi Pilar Barcelona, Real Madrid-pun Frustrasi
-
Liga Inggris 23 September 2026 21:13Xavi Tegaskan Status Mattjijs De Ligt di Timnas Belanda: Masih Jadi Sosok yang Penting?
-
Liga Inggris 23 September 2026 21:04Bocoran Wayne Rooney: JJ Gabriel Sudah Lama Mau Cabut dari MU!
-
Liga Inggris 23 September 2026 20:52Inikah Pengganti JJ Gabriel di Manchester United?
BERITA LAINNYA
-
champions 11 September 2026 15:50Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
-
champions 11 September 2026 14:33Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
-
champions 11 September 2026 14:24Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
-
champions 11 September 2026 14:19Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
-
champions 11 September 2026 14:15Fabregas Batasi Euforia Como
-
champions 11 September 2026 14:11Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
SOROT
-
Liputan6 23 September 2026 20:28KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Wali Kota Madiun
-
Liputan6 23 September 2026 19:07Ratusan Hektare Lahan Masih Terbakar di Sumatra-Kalimantan
-
Liputan6 23 September 2026 18:30Demokrat Usul Ada Dapil Nasional, Sisa Suara Bisa Jadi Kursi
-
Liputan6 23 September 2026 18:23Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Ini Alasannya
-
Liputan6 23 September 2026 17:51Golkar dan Demokrat Usul Pileg Digelar Dulu, Hasilnya Jadi Tiket Pilpres
-
Liputan6 23 September 2026 17:46DPR Usul Pembentukan Badan Satu Data Indonesia
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564564/original/004836400_1776951701-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347426/original/003984600_1789307671-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_16.49.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559840/original/083180200_1693555603-IMG_20230901_131753.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354375/original/089837100_1790049098-2c356015-3e79-4a82-ab05-a17d1381fe89.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4718458/original/064608500_1705471010-20240117-Simulasi-Pemungutan-Suara-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356352/original/059738600_1790159763-IMG_2966.jpg)
