
Bola.net - PSG kembali melangkah ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Bayern Munchen (agg. 6-5) dalam duel semifinal yang dramatis. Di balik keberhasilan itu, ada satu nama yang perlahan kembali mendapat sorotan besar: Marquinhos.
Kapten PSG tersebut nyaris tidak bermain di Ligue 1 sepanjang paruh akhir musim. Namun, justru ketika panggung Liga Champions tiba, bek asal Brasil itu tampil sebagai figur sentral dalam perjalanan PSG menuju final kedua secara beruntun.
Strategi Luis Enrique terhadap Marquinhos pun mulai dipandang sebagai salah satu keputusan paling berani sekaligus paling cerdas musim ini. PSG seolah sengaja menyimpan sang kapten hanya untuk malam-malam besar Eropa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Luis Enrique Jadikan Marquinhos Spesialis Liga Champions

PSG dan Bayern Munchen sama-sama datang dari liga domestik yang relatif nyaman bagi mereka. Dominasi di Ligue 1 dan Bundesliga membuat kedua klub punya keleluasaan untuk mengatur kondisi pemain demi kompetisi Eropa.
Situasi itu dimanfaatkan penuh oleh Luis Enrique. Sang pelatih melakukan rotasi besar-besaran terhadap Marquinhos sepanjang musim domestik agar sang bek tetap segar untuk Liga Champions.
Musim ini, Marquinhos hanya menjadi starter dalam sembilan pertandingan Ligue 1. Bahkan sejak 8 Februari lalu, total menit bermain domestiknya hanya mencapai 90 menit.
Menariknya, kondisi tersebut bukan disebabkan cedera serius. Selain sempat mengalami masalah benturan pada September dan Oktober, Marquinhos sebenarnya cukup fit sepanjang musim.
Sebaliknya, PSG memang sengaja menjadikannya spesialis Liga Champions. Dari total 16 laga PSG di kompetisi tersebut musim ini, Marquinhos tampil sebagai starter dalam 14 pertandingan, termasuk 13 laga terakhir secara beruntun.
Sempat Disorot Usai Leg Pertama Kontra Bayern

Strategi itu sempat memunculkan keraguan saat PSG menghadapi Bayern Munchen pada leg pertama semifinal. Marquinhos dinilai ikut bertanggung jawab atas dua gol yang dicetak klub Jerman tersebut.
Pada salah satu momen, ia dianggap memberi terlalu banyak ruang kepada Michael Olise untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Dalam situasi lain, Luis Diaz berhasil melewatinya sebelum mencetak gol yang membuat duel semifinal kembali terbuka.
Kritik mulai muncul karena minimnya menit bermain domestik dianggap memengaruhi ritme pertandingan sang kapten. Risiko kehilangan ketajaman dan kebugaran pertandingan memang selalu ada ketika pemain terlalu sering diistirahatkan.
Meski begeitu, semua keraguan itu seolah hilang pada leg kedua di Munchen. Marquinhos tampil solid dan membantu PSG meredam tekanan Bayern hampir sepanjang pertandingan.
Meski duetnya bersama Willian Pacho juga layak mendapat pujian, performa Marquinhos tetap terasa menonjol. PSG berhasil membatasi pengaruh Harry Kane yang hanya mampu mencetak gol hiburan di masa injury time.
Kemenangan tersebut sekaligus membawa PSG lolos ke final Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.
Perjalanan Panjang Marquinhos di PSG
Karier Marquinhos di PSG sebenarnya berjalan cukup unik. Ketika didatangkan dari AS Roma pada 2013, ia masih terlihat kurus dan jauh dari kesan bek tengah menakutkan.
Pada masa-masa awal di Paris, ia lebih sering menjadi pendamping Thiago Silva. Terkadang ia bahkan dimainkan di lini tengah demi menyesuaikan kebutuhan tim.
Dalam waktu lama, Marquinhos juga identik dengan era PSG yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi besar di Liga Champions. Klub asal Paris itu berkali-kali membangun tim bertabur bintang, tetapi tetap gagal menaklukkan Eropa.
Zlatan Ibrahimovic, Angel Di Maria, Neymar, Kylian Mbappe hingga Lionel Messi pernah datang dan pergi. Namun, di tengah perubahan besar itu, Marquinhos tetap bertahan.
Kini situasinya berubah. PSG tak lagi hanya mengandalkan kumpulan superstar, melainkan membangun tim yang lebih muda dan lebih kolektif.
Di tengah transformasi tersebut, Marquinhos justru menjadi sosok paling penting di ruang ganti. Bek berusia 31 tahun itu dianggap sebagai pemimpin ideal bagi skuad muda PSG saat ini.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bundesliga 23 Agustus 2026 04:59Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
-
Liga Spanyol 21 Agustus 2026 13:185 Pertanyaan Besar untuk Real Madrid
-
Liga Inggris 21 Agustus 2026 06:40Liverpool Dapat Angin Segar dalam Perburuan Bradley Barcola
-
Liga Spanyol 20 Agustus 2026 13:08Yan Diomande Bisa Bikin Florentino Perez Lupakan Michael Olise
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 23 Agustus 2026 17:30Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
-
Liga Inggris 23 Agustus 2026 17:00Gabung MU, Ini Nomor Punggung yang Bisa Dikenakan Carlos Baleba
-
Liga Inggris 23 Agustus 2026 16:37Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
-
Liga Italia 23 Agustus 2026 14:54Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
-
Liga Italia 23 Agustus 2026 14:41Link Streaming Frosinone vs Juventus - Minggu 23 Agustus 2026
-
Liga Spanyol 23 Agustus 2026 14:38Link Streaming Elche vs Barcelona - Senin 24 Agustus 2026
BERITA LAINNYA
-
champions 13 Agustus 2026 08:16Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 06:35PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 04:58Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
SOROT
-
Liputan6 23 Agustus 2026 17:16Prabowo Segera Tinjau Korban Gempa NTT
-
Liputan6 23 Agustus 2026 14:12Momen Haru Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
-
Liputan6 23 Agustus 2026 11:00Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
-
Liputan6 23 Agustus 2026 06:27Prabowo Minta Aturan Pembukaan Lahan Direvisi dan Perbanyak Alat Berat
-
Liputan6 23 Agustus 2026 00:49Kronologi Kebakaran Desa Adat Sade, Api Hanguskan Ratusan Rumah Suku Sasak
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:37Seskab Teddy: 4 Heli Water Bombing Ditambah untuk Kebakaran Hutan Kalteng
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327404/original/034015600_1787108386-ntt4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330999/original/078626100_1787469154-L1000229.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330895/original/072294000_1787458543-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_11.01.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330620/original/098096700_1787393601-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_16.33.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330741/original/041673200_1787421185-1005824714.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330482/original/071249500_1787382815-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_13.55.00.jpeg)
