
Bola.net - Istanbul menghadirkan malam yang spesial buat klub raksasa Inggris, Liverpool, pada tahun 2005 lalu. Saat itu, mereka yang masih dipegang Rafael Benitez mampu melakukan 'comeback' spesial melawan AC Milan di babak final Liga Champions.
Tidak ada yang menyangka kalau the Reds bisa keluar sebagai pemenang. Bagaimana tidak, gawang mereka sudah dijebol sebanyak tiga kali oleh Paolo Maldini dan Hernan Crespo (dua gol) sebelum babak pertama berakhir.
Dewi Fortuna memilih pindah ke pelukan Liverpool di babak kedua. Dalam waktu 15 menit sejak permainan kembali digelar, Liverpool sukses menyamakan kedudukan berkat aksi Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso secara bergantian.
Kedudukan imbang memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, bahkan hingga ke drama adu penalti. The Reds sukses keluar sebagai pemenang setelah tiga eksekutor Milan, yakni Serginho, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko, gagal melakukan tugasnya dengan baik.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Keyakinan Rafael Benitez
Sebelum pertandingan digelar, Liverpool sejatinya sudah menyandang status kuda hitam. Pasalnya Milan waktu itu diperkuat oleh banyak pemain hebat. Setiap lini memiliki materi pemain yang diberkahi potensi luar biasa.
Situasi serupa juga sedang dialami Liverpool tahun ini. Tidak bisa dimungkiri, 2021 bukanlah tahunnya the Reds. Tengok saja bagaimana kiprah pasukan Jurgen Klopp tersebut dalam ajang Premier League.
Kebetulan, di tahun ini, babak final bakal digelar di Istanbul lagi. Benitez yang merupakan sosok berjasa di balik kesuksesan Liverpool pada tahun 2005 memprediksi kalau momen 'Magis di Istanbul' bisa terulang pada tahun ini.
"Tentu saja. Liverpool memiliki potensi dan pelatihnya, itu bukanlah sebuah masalah," ujar Benitez ketika bertemu dengan Daily Mail.
Liverpool Beruntung? Kata Siapa?
Benitez mengenang kembali kejadian 'Magis di Istanbul' yang, buat sebagian orang, adalah sebuah keberuntungan. Benitez tidak sepakat. Sebab dalam perjalanannya, Liverpool bertemu dengan klub-klub hebat.
"Orang-orang berbicara soal Istanbul seolah-olah kalau kami beruntung. Namun kami tidak beruntung memenangkan Liga Champions, sebab kami menghadapi Juventus [di perempat final], tim hebat dan mereka memainkan 5-3-2," lanjutnya.
"Secara taktik kami harus beradaptasi melawan tim yang sangat menyulitkan dan kemudian, karena kami bermain dengan baik, kepercayaan diri bertumbuh. Kami bermain melawan Chelsea, kali ini tim terbaik mungkin di Eropa - sudah pasti di Inggris - [namun] tim kami benar-benar percaya diri sehingga secara taktik kami mampu mengatasinya."
"Saya pikir Liverpool bisa melakukan hal yang sama dan melaju ke final sudah jelas. AC Milan merupakan tim yang hebat tetapi kepercayaan diri tim bertumbuh karena, di fase gugur seperti ini, kami bisa melakukannya," pungkasnya.
(Daily Mail)
Baca Juga:
- Kenapa Liverpool Harus Mewaspadai Karim Benzema?
- Real Madrid, Lawan Nomor 1 Jurgen Klopp di Liga Champions
- Saran untuk Liverpool: Ganti Firmino dengan Dybala
- Klopp Senang Liverpool Tak Jumpa Chelsea atau Man City di Perempat Final UCL
- 5 Fakta Menarik dari Sederet Duel Akbar di Perempat Final Liga Champions 2020/21
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 22 Juli 2026 21:57Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
-
Liga Inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
-
Liga Italia 22 Juli 2026 05:52Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:18RSPI Disiapkan Jadi Penyangga Layanan Kesehatan di Jakarta Utara
-
Liputan6 23 Juli 2026 16:05Putra Ferdy Sambo Dilantik Jadi Perwira Remaja Polri di Istana
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Hotman Jawab Tudingan 30 Outlet Holywings Hasil TPPU Febrie Adriansyah
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:52Menko Polkam Ungkap Pesan Prabowo Tentang Bahaya Narkoba
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:48Istana Belum Bahas Pengganti Sudaryono sebagai Wamentan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305602/original/012733200_1784798325-IMG_2522.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305551/original/019290800_1784797519-IMG-20260723-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352014/original/062526900_1758090393-vape_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300156/original/001773700_1784299348-65299532-31bb-4d3a-9661-bf22f4c4a599.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305521/original/033199400_1784796543-IMG-20260723-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304511/original/048687200_1784717620-bgn5.jpg)
