
Bola.net - Di Eindhoven, mimpi buruk Napoli terjadi. Klub yang musim lalu menaklukkan Italia kini justru terlihat seperti tim yang kehilangan arah di pentas Eropa.
Sorak-sorai pendukung PSV Eindhoven menggema di Philips Stadion saat papan skor menunjukkan angka mencolok: 6-2 untuk tuan rumah. Bagi Napoli, ini bukan sekadar kekalahan, tapi kehancuran yang menampar harga diri juara bertahan Serie A.
Antonio Conte menurunkan formasi terbaiknya, berharap dominasi di Serie A bisa berlanjut di Liga Champions. Napoli bahkan sempat unggul lewat Scott McTominay, tapi keunggulan itu justru memantik kebangkitan PSV.
Tim tuan rumah membalas lewat gol bunuh diri Alessandro Buongiorno, sebelum Ismael Saibari dan Dennis Man masing-masing mencetak dua gol dalam pesta enam gol di Philips Stadion.
PSV bermain dengan intensitas tinggi, memanfaatkan ruang di lini tengah Napoli yang tampak rapuh. Setelah kartu merah Lorenzo Lucca di babak kedua, pertahanan Napoli runtuh total, sementara publik Eindhoven merayakan salah satu kemenangan terbesar klub di Liga Champions.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Krisis yang Mulai Terbuka
Bagi Napoli, kekalahan telak ini membuka luka lama, yaitu kegagalan beradaptasi dengan tempo dan tekanan kompetisi Eropa.
Statistik dari UEFA menunjukkan Napoli hanya mencatat 32 kali pemulihan bola, dan kalah dalam hampir semua duel udara.
Conte menyebut timnya kehilangan kontrol di setiap fase permainan, mengakui bahwa ini adalah salah satu malam terburuk dalam karier Eropanya.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi Napoli yang kini terancam di posisi ketiga grup. Jika tak segera membenahi koordinasi lini belakang dan disiplin taktik, mereka bisa terdepak lebih awal dari Liga Champions musim ini.
Refleksi untuk Juara Italia

Kekalahan 2-6 ini menjadi pengingat bahwa kejayaan domestik tak selalu berarti keunggulan di Eropa. Napoli harus kembali ke dasar: keseimbangan, determinasi, dan mentalitas juara sejati.
Conte tak menutupi kekecewaannya, namun ia juga menegaskan bahwa situasi seperti ini bukanlah kebetulan. “Tentu ada rasa kecewa, tapi hal seperti ini tidak pernah terjadi secara kebetulan. Kami harus belajar dari apa yang terjadi malam ini,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Ia menjelaskan bahwa kesuksesan musim lalu saat meraih Scudetto terjadi karena kesatuan tim dan kerja luar biasa dari pemain-pemain yang melampaui batas kemampuan mereka. Namun, perubahan besar di skuad kini menjadi tantangan baru.
“Kami menambah terlalu banyak pemain baru, sembilan wajah baru di ruang ganti bukan hal mudah. Tapi kami dipaksa melakukan itu,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Arsenal Melaju Sempurna di Liga Champions: 3 Laga, 9 Poin, 8 Gol, dan 0 Kebobolan
- Assist Spektakuler Nick Pope dalam Kemenangan Newcastle atas Benfica: Sukar Dipercaya!
- Matchday Gila Liga Champions: 43 Gol, Melihat Tim Jose Mourinho dan Antonio Conte Kena Bantai
- Erling Haaland Samai Rekor Cristiano Ronaldo, Cetak Gol dalam 12 Laga Beruntun
- Rapor Pemain Man City Saat Menang 2-0 di Kandang Villarreal: Ketajaman Haaland Tiada Lawan
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 14 Agustus 2026 09:45Napoli Capai Kesepakatan untuk Rekrut Bek Chelsea
-
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026 05:35Tinggalkan Napoli, Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 17 Agustus 2026 06:103 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kemenangan 3-0 Arsenal atas Man City
-
Liga Inggris 16 Agustus 2026 23:53Bekuk Manchester City di Community Shield, Performa Arsenal Mendekati Sempurna
-
Liga Inggris 16 Agustus 2026 23:45Juara di Tahun 2026, Apakah Arsenal Raja-nya Community Shield?
-
Liga Inggris 16 Agustus 2026 23:35Arsenal Juara Community Shield, Martin Odegaard: Semoga Trofi Lainnya Menyusul!
-
Liga Inggris 16 Agustus 2026 23:10Dipecat MU, Harry Maguire Doakan Ruben Amorim Sukses di AC Milan
-
Liga Inggris 16 Agustus 2026 23:07Man of the Match Arsenal vs Manchester City: Christos Tzolis
BERITA LAINNYA
-
champions 13 Agustus 2026 08:16Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 06:35PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 04:58Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
SOROT
-
Liputan6 17 Agustus 2026 06:00Ketika Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak
-
Liputan6 17 Agustus 2026 05:22Suasana Haru Selimuti TMP Kalibata Saat Prabowo Pimpin Ziarah Nasional
-
Liputan6 17 Agustus 2026 01:00Kemarau Memuncak, 4 Kecamatan di Banyuwangi Mulai Krisis Air Bersih
-
Liputan6 17 Agustus 2026 00:15Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata Malam Ini
-
Liputan6 17 Agustus 2026 00:00Menunggu Ombak Surut Demi Merah Putih di Pelosok Pesisir Barat
-
Liputan6 16 Agustus 2026 23:002.557 Pendaki Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Bawakaraeng
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325679/original/016909000_1786898891-A60I1426.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325694/original/008240400_1786919124-prabowo_ziarah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325617/original/034454100_1786884693-Screenshot_2026-08-16-11-21-47-52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325680/original/081729900_1786900356-1000408490.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325624/original/009308200_1786885436-1001556515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325631/original/082600700_1786886355-1013020.jpg)
