FOLLOW US:


Sudah Punya Empat Trofi Liga Champions, Toni Kroos Inginkan yang Kelima

28-01-2021 07:45

 | Richard Andreas

Sudah Punya Empat Trofi Liga Champions, Toni Kroos Inginkan yang Kelima
Gelandang Real Madrid, Toni Kroos © AP Photo

Bola.net - Toni Kroos masih belum puas menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid. Pernah jadi Raja Eropa, kini Kroos menginginkannya lagi dan lagi, belum ada kata puas.

Gelandang Jerman ini menjadi bagian dari era keemasan Madrid di pentas Eropa beberapa tahun lalu. Dia membantu Los Blancos merajai Liga Champions tiga musim beruntun: 2015/16, 2016/17, dan 2017/18.

Sebelumnya, dia pertama kali merasakan trofi Liga Champions saat masih membela Bayern Munchen, tepatnya pada musim 2012/13. Artinya sudah ada empat trofi UCL dalam koleksi Kroos, torehan impresif.

Lalu mengapa Kroos masih saja menginginkan trofi berikutnya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2

Sudah tau rasanya, jadi mau lagi

Bagi Kroos, sensasi menjuarai Liga Champions tidak ada duanya. Dia ingin juara lagi karena sudah pernah merasakannya. Empat trofi sudah luar biasa, tapi Kroos masih menginginkan yang kelima.

"Jika Anda sudah tahu rasanya menjuarai Liga Champions, Anda akan menginginkannya lagi dan lagi," kata Kroos kepada Marca.

"Terkadang satu-dua tahun lewat begitu saja, yang bisa dipahami sebab banyak tim lain yang juga ingin jadi juara."

"Namun, perasaan itu tak pernah hilang setelah Anda merasakannya, Anda mau lagi. Meski sudah punya empat trofi Liga Champions, saya menginginkan yang kelima," imbuhnya.

2 dari 2

Harus selalu juara

Selain ambisi pribadinya, Kroos pun menegaskan bahwa Madrid selalu menuntut yang terbaik. Los Blancos harus selalu jadi juara, selalu membidik trofi tertinggi.

Dia sudah memasuki tahun ketujuh bersama El Real, dan sampai sekarang momen sambutan kedatangannya masih teringat jelas.

"Hari presentasi saya ... ada 30.000 orang di sana, bukan untuk pertandingan, tapi untuk melihat saya menendang bola beberapa detik saja," lanjut Kroos.

"Itu berbeda dari apa pun yang pernah saya saksikan dan saya alami. Di sini, kesuksesan hanyalah milik hari esok, yang terpenting adalah masa kini dan meraih trofi berikutnya," tutupnya.

Sumber: Marca