Tak Usah Terkejut dengan Performa Bodo/Glimt

Tak Usah Terkejut dengan Performa Bodo/Glimt
Morten Hjulmand berduel dengan Sondre Auklend di laga Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon, Kamis (12/3/2026) (c) Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Bodo/Glimt melanjutkan kisah luar biasa mereka di Liga Champions setelah menundukkan Sporting Lisbon 3-0 pada leg pertama babak 16 besar musim 2025-2026 di Norwegia. Kemenangan ini mempertegas bahwa perjalanan Bodo/Glimt di kompetisi elite Eropa bukan sekadar cerita singkat.

Gol Sondre Fet lewat penalti menit ke-32 membuka keunggulan tuan rumah di Aspmyra. Ole Blomberg menambah gol menjelang turun minum sebelum Kasper Hogh memastikan kemenangan pada menit ke-71.

Hasil tersebut menjadi kemenangan kelima beruntun bagi Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini. Tim Norwegia itu terus menjaga momentum setelah sebelumnya menyingkirkan Inter Milan pada babak play-off.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Dominasi Energi Tinggi di Aspmyra

Dominasi Energi Tinggi di Aspmyra

Penyerang Bodo/Glimt, Sondre Brunstad Fet mencetak gol ke gawang Sporting Lisbon melalui eksekusi penalti (c) Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP

Sporting sebenarnya sempat memulai laga dengan cukup baik melalui peluang Luis Suarez dari situasi sepak pojok pada menit kelima. Akan tetapi, upaya itu hanya menghasilkan bola yang berbelok keluar lapangan.

Bodo/Glimt perlahan mengambil kendali dengan pendekatan permainan berenergi tinggi dan pressing agresif. Strategi tersebut membuat lini pertahanan Sporting kesulitan membangun serangan secara rapi.

Gol pertama lahir ketika Georgios Vagiannidis dinilai melanggar Sondre Fet di kotak penalti setelah sentuhan cerdas Kasper Hogh. Fet kemudian mengeksekusi penalti dengan tenang dan mengirim Rui Silva ke arah yang salah.

Menjelang jeda, Ole Blomberg memanfaatkan bola pantul di kotak penalti dengan kontrol pertama yang halus sebelum menuntaskannya menjadi gol kedua. Suporter tuan rumah langsung merayakan momen itu dengan penuh antusiasme.

Sporting Kesulitan Bangkit

Sporting Kesulitan Bangkit

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen (c) Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP

Sporting mencoba merespons setelah jeda dengan meningkatkan intensitas serangan. Luis Suarez sempat mendapat peluang dari sisi kiri kotak penalti, tetapi tembakannya melenceng dari sasaran.

Francisco Trincao juga memiliki kesempatan lewat tembakan keras, tapi masih mampu diblok pertahanan tuan rumah. Situasi itu menunjukkan betapa solidnya organisasi permainan Bodo/Glimt sepanjang pertandingan.

Gol ketiga akhirnya datang pada menit ke-71 ketika Kasper Hogh menyambut umpan silang rendah Jens Petter Hauge. Serangan cepat Bodo/Glimt hampir menghasilkan gol keempat saat Hauge nyaris mencetak gol di menit akhir.

Knutsen: Performa Ini Bukan Kebetulan

Knutsen: Performa Ini Bukan Kebetulan

Para pemain Bodo/Glimt merayakan kemenangan di akhir laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bek Sporting, Ivan Fresneda, mengakui timnya kesulitan menghadapi gaya permainan lawan sepanjang pertandingan. Ia meminta maaf kepada sekitar 200 pendukung yang melakukan perjalanan jauh ke Norwegia.

“Ini sangat sulit bagi kami. Kami memulai dengan sangat baik, tetapi setelah beberapa menit, kami mulai bermain terlalu dalam dan mereka merasa nyaman,” katanya. “Ini baru leg pertama, dan di kandang nanti, situasinya bisa berbeda.”

Sementara itu, pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, tetap menjaga sikap realistis meski timnya menang meyakinkan. Ia menilai performa timnya solid, tetapi duel masih belum selesai.

“Saya sangat senang dengan cara kami membangun serangan dan menciptakan ketidakseimbangan hampir setiap kali menguasai bola di babak pertama,” ujar Knutsen. “Ini penampilan bagus, tetapi bagi saya ini bukan kejutan.”

Bodo/Glimt akan bertandang ke Lisbon pada leg kedua pekan depan dengan keunggulan besar. Jika mampu mempertahankan performa, Bodo/Glimt berpeluang melangkah ke perempat final untuk menghadapi Arsenal atau Bayer Leverkusen.

Sumber: BBC Sport