Tragedi Udine: Tottenham Buat Kejutan dengan Strategi Bola Mati, tapi Hancur oleh Mental Juara PSG di Menit Akhir

Bola.net - Para pemain Tottenham terdiam dengan ekspresi kosong di hadapan para pendukung setia mereka. Emosi campur aduk menyelimuti skuad Spurs usai mengalami kekalahan dramatis dari PSG di final UEFA Super Cup yang berlangsung di Udine.
Hingga menit ke-85, mimpi indah masih terasa sangat nyata dengan keunggulan 2-0 yang diciptakan Micky van de Ven dan Cristian Romero. Trofi bergengsi seolah sudah berada dalam genggaman tim London Utara tersebut.
Kedua gol krusial tersebut lahir dari eksekusi sempurna situasi bola mati yang menjadi senjata andalan Tottenham. Momentum positif ini seharusnya menjadi bekal sempurna untuk memulai musim baru Premier League melawan Burnley akhir pekan ini.
Namun, sepak bola membuktikan sifatnya yang tidak dapat diprediksi ketika PSG menunjukkan kualitas juara sejati. Kebangkitan spektakuler tim Prancis tersebut mengubah seluruh alur pertandingan dalam hitungan menit.
Lee Kang-in memulai comeback dengan tembakan jarak jauh yang akurat untuk memperkecil kedudukan. Goncalo Ramos kemudian menyempurnakan drama dengan gol penyeimbang di masa tambahan yang memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.
Babak adu penalti menjadi mimpi buruk tersendiri bagi Tottenham ketika Van de Ven dan Mathys Tel gagal mengeksekusi dengan sempurna. Kegagalan beruntun ini membuat Spurs harus menyerah dengan skor akhir 4-3 dan pulang dengan tangan hampa.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Pergeseran Strategi yang Berisiko
Pendekatan taktik yang diterapkan Tottenham menunjukkan perbedaan mencolok dibanding era Ange Postecoglou. Gaya bermain yang sebelumnya sering dikritik karena terlalu ofensif kini berganti dengan pendekatan yang lebih pragmatis.
Setelah berhasil membangun keunggulan 2-0 pada menit ke-48, Spurs mulai mengubah strategi secara signifikan. Tekanan tinggi yang sempat membuat PSG kewalahan di awal laga dihentikan untuk menjaga keseimbangan energi.
Tim mulai bermain lebih dalam dengan fokus utama mempertahankan keunggulan yang sudah diraih. Kevin Danso terlihat konsisten mengulur waktu di setiap kesempatan lemparan ke dalam untuk memperlambat tempo permainan.
Pedro Porro dan Romero juga ikut berkontribusi dalam taktik time-wasting dengan sering berhenti di area pertahanan. Upaya manajemen laga yang terlihat cerdas ini justru memberikan ruang dan momentum berharga bagi PSG untuk bangkit.
Richarlison dan Mohammed Kudus yang seharusnya menjadi outlet serangan balik justru jarang memberikan opsi yang memadai. Kehilangan inisiatif menyerang inilah yang akhirnya dimanfaatkan PSG untuk membalikkan keadaan secara dramatis.
Strategi bertahan yang dipilih Tottenham memang terlihat logis dari sisi teoritis. Namun, pengalaman dan kualitas individu pemain PSG terbukti mampu menembus benteng pertahanan yang sudah diatur rapi tersebut.
Senjata Bola Mati yang Ampuh

Sejak peluit pertama dibunyikan, Tottenham langsung menunjukkan niat untuk mengeksploitasi kelemahan PSG di situasi set-piece. Permainan direct menjadi pilihan utama untuk memanfaatkan celah yang ada di lini pertahanan lawan.
Guglielmo Vicario berperan aktif sebagai inisiator serangan dengan konsisten mengirim bola-bola panjang dari setiap set-piece. Strategi ini terbukti efektif menciptakan kekacauan di kotak penalti PSG yang kesulitan mengantisipasi.
Gol pembuka menjadi buah dari kerja keras strategi bola mati ketika bola liar dari percobaan Joao Palhinha yang membentur mistar berhasil disambar Van de Ven. Eksekusi yang sempurna ini memberikan kepercayaan diri ekstra bagi seluruh tim.
Mohammed Kudus hampir menggandakan keunggulan sebelum turun minum dengan tembakan yang hanya membentur tiang gawang. Peluang emas ini seharusnya bisa menjadi penentu awal kemenangan yang lebih nyaman bagi Spurs.
Memasuki babak kedua, Tottenham kembali menunjukkan konsistensi dalam mengeksploitasi kelemahan PSG dari situasi bola mati. Sebuah umpan bebas berhasil diselesaikan Romero dengan sundulan sempurna untuk gol kedua yang semakin mengokohkan posisi.
Tambahan senjata dari lemparan jauh Danso semakin memperkuat arsenal Tottenham dalam situasi set-piece. Strategi bola mati memang terbukti efektif dan ampuh, namun sayangnya tidak cukup untuk mengantarkan Spurs meraih trofi yang sudah di depan mata.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Kiper Baru PSG Lucas Chevalier Jadi Penyelamat: Tepis Penalti, Singkirkan Tottenham, Raih Trofi Pertama
- Lucas Chevalier Dari Blunder Menjadi Pahlawan: Debut Dramatis di Final Piala Super Eropa
- Selamat! Usai Lalui Laga Dramatis, PSG Balikkan Keadaan Lawan Tottenham dan Juara Piala Super Eropa 2025
- Hasil Piala Super Eropa 2025 PSG vs Tottenham: Lewat Comeback Dramatis dan Drama Adu Penalti, PSG Juara!
- Link Live Streaming PSG vs Tottenham - UEFA Super Cup 2025
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 05:51Savinho Resmi Gabung Tottenham dari Manchester City
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 09:47Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Eropa Lain 24 Agustus 2026 12:01Ferran Torres Debut dan Cetak 2 Gol, PSG Selamat dari Kekalahan
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 14:00Chelsea Sudah Siapkan Pengganti Enzo Fernandez, Nilainya Capai 90 Juta Pounds
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 13:17Tak Ada Darurat Lini Depan di Barcelona
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 13:01Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United, Wayne Rooney Yakin Dampaknya Besar
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 12:40Barcelona Masih Butuh Bek Tengah Kidal? Ini 3 Kandidat Potensialnya
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 12:14Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
BERITA LAINNYA
-
champions 13 Agustus 2026 08:16Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 06:35PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 04:58Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:36Demo 27 Agustus di DPR, AMPB Bakal Bawa 2 Tuntutan Ini
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:35Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ribuan Guncangan sampai Korban
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:21Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
-
Liputan6 26 Agustus 2026 12:30Prabowo Tiba di Nagekeo, Tinjau Dampak Gempa NTT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 08:54Polisi Buru Pemasok Sabu Revaldo Fifaldi
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:59Prabowo Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa NTT Hari Ini
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332989/original/096418000_1787726563-1000847197.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327405/original/051904200_1787108386-ntt7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332971/original/077742400_1787725683-1057356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332889/original/030105200_1787722039-300d2d31-2474-4c00-bb43-7fbb3cf32a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300696/original/023126800_1784367982-1000586832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331890/original/090364900_1787580842-ab8bea23-84ec-40ac-b4d1-746ff4cd4501.jpeg)
