FOLLOW US:


Usai Pimpin Duel Barca - Chelsea 2009, Wasit Ovrebo Terpaksa Pindah Hotel

18-02-2018 22:31

 | Andres Iniesta

Usai Pimpin Duel Barca - Chelsea 2009, Wasit Ovrebo Terpaksa Pindah Hotel
Tom Henning Ovrebo © AFP

Bola.net - Eks wasit UEFA Tom Henning Ovrebo mengungkapkan bahwa ia sempat harus berganti hotel akibat mendapatkan banyak ancaman maut usai memimpin pertandingan Chelsea kontrak Barcelona tahun 2009 silam.

Pertandingan Chelsea vs Barca itu merupakan pertandingan semifinal Liga Champions. Laga itu dihelat di markas The Blues, Stamford Bridge.

Ovrebo menjadi pusat dari pertandingan yang penuh kontroversi dan berakhir imbang 1-1 itu. Hasil imbang itu sendiri membuat Barca lolos ke babak berikutnya berkat keunggulan gol tandang.

Ovrebo membuat sejumlah keputusan kontroversial di laga itu. Di antaranya memberikan kartu merah untuk Eric Abidal. Ia juga sempat menolak memberikan hukuman penalti dalam sejumlah momen untuk The Blues.

Salah satunya saat Samuel Etoo diklaim melakukan handball. Setelah momen itu, Barca sukses mencetak gol melalui tendangan Andres Iniesta dan membuat skor menjadi 1-1.

Keputusan ini membuat para penggawa Chelsea mengamuk. Michael Ballack mengejarnya dan berteriak emosi di hadapannya. Setelah itu, setelah laga berakhir, Ovrebo mengaku ia mendapatkan sejumlah ancaman mati dari para pendukung The Blues.

Ovrebo kini mengakui kesalahannya. Wasit asal Norwegia itu juga mengaku semua ancaman itu membuat ia harus berganti hotel.

"Itu bukan hari terbaik saya, itu pasti. Tapi wasit bisa membuat kesalahan itu... kadang pemain atau pelatih juga bisa demikian. Saya bangga memiliki karir yang panjang dan pernah berada di antara elite Eropa untuk sementara waktu, dan di antara yang terbaik di negara saya, setidaknya. Itulah mengapa Anda tidak dapat mengingat karir saya hanya untuk pertandingan itu," ucapnya pada Marca.

"Setelah pertandingan, saya tidak berbicara dengan pemain manapun, saya meninggalkan lapangan dengan bermartabat, saya pergi ke ruang ganti, dan memang begitu adanya," sambung pria 51 tahun ini.

"Tentu saja, saya ingat kita harus mengubah hotel dan ada banyak orang yang bersikap bermusuhan dengan kita. Kita harus berhati-hati hari itu dan hari berikutnya," kenangnya.