
Bola.net - Zinedine Zidane sekali lagi membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Dia menuntun Real Madrid melewati musim yang berat dan panjang untuk menjuarai La Liga 2019/20.
Kualitas Zidane tidak bisa dipandang remeh. Dia pernah menuntun Los Blancos menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun pada era pertamanya, dan di era keduanya dia membangkitkan tim yang tercerai-berai.
Meski demikian, entah mengapa Zidane tidak juga disebut sebagai pelatih genius. Dia dipandang masih belum sehebat Josep Guardiola, Jurgen Klopp, atau bahkan Jose Mourinho.
Mengapa demikian? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tidak ada revolusi permainan
Nasib Zidane ini memancing komentar pelatih Timnas Algeria, Djamel Belmadi, yang percaya bahwa Zidane layak mendapatkan respek lebih baik. Menurutnya, yang membuat Zidane tak disebut sebagai pelatih genius adalah pilihan taktiknya.
Zidane tidak punya tiki-taka khas Guardiola, gegenpressing milik Jurgen Klopp, atau serangan balik ala Jose Mourinho. Zidane memainkan taktik standar, tapi sudah cukup menuntun Madrid jadi juara.
"Saya mengagumi Guardiola, Klopp, Zidane ... jangan lupa, Zidane adalah pelatih hebat. Andai Mourinho atau Guardiola menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, kita bakal menyebut mereka pelatih genius," ungkap Belmadi dikutip dari Marca.
"Zidane tetap genius, meski dia tidak merevolusi permainan sepak bola."
Filosofi atau trofi?
Singkatnya, penikmat sepak bola punya standar yang rumit soal pelatih genius. Umumnya pelatih yang punya taktik spesial disebut genius, yang membarui sepak bola dengan gaya bermain baru.
Namun, pelatih-pelatih itu tak selalu mempersembahkan trofi. Beda dengan Zidane yang cukup dengan taktik standar tapi bisa menuntun timnya meraih trofi demi trofi.
"Di sisi lain, kita sering bicara soal filosofi sejumlah pelatih yang tak pernah meraih apa pun. Luar biasa, sebenarnya apa yang kita inginkan?" sambung Belmadi.
"Apakah kita menilai pelatih dari trofi mereka atau dari filosofi yang terbaik? Fans mengharap Anda untuk juara," tandasnya.
Sumber: Marca
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:25Universitas Republik Indonesia akan Fokus Pendidikan STEM dan Kedokteran
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:17Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Begini Respons Kubu Jokowi
-
Liputan6 23 Juli 2026 15:08Peran Nanik S Deyang di BGN Belum Berakhir Meski Mundur
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:57Hotman Paris Siap Hadapi Laporan Organisasi Wartawan: Don’t Worry
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:55Polisi Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Cekcok di Bundaran HI
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:51Viral Video Duel Pedang di Lampung, Tangan Korban Nyaris Putus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527652/original/007385100_1773209737-0310__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305443/original/085100000_1784794626-IMG_2288.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314621/original/003471000_1675653014-329325344_850611612668379_4651093622949196622_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305249/original/015409200_1784789746-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_13.54.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305246/original/026543500_1784789481-1001489611.jpg)
