10 Kesalahan Terbesar Seorang Arsene Wenger

10 Kesalahan Terbesar Seorang Arsene Wenger
Arsene Wenger

Bola.net - - Arsene Wenger adalah salah satu pelatih senior yang sangat disegani dan dihormati. Kiprahnya di Premier League juga sudah tak diragukan lagi. Sempat berpuasa gelar yang ditengarai akibat efek domino dari pembangunan stadion baru, Le Professeur mulai menunjukkan tajinya lagi dengan mengakhiri puasa gelarnya bersama Arsenal musim lalu.

Meski opa berusia 64 tahun itu diakui sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia, ia tetap tidak lepas dari kesalahan. Beberapa kesalahan yang dibuat Wenger bahkan berdampak sangat besar pada perjalanan Arsenal. Berikut ini adalah rangkuman 10 kesalahan terbesar yang pernah dilakukan seorang Arsene Wenger.

Nyaris Mendatangkan CR7

Nyaris Mendatangkan CR7

Arsene Wenger secara jujur mengakui bahwa kegagalannya merekrut Cristiano Ronaldo merupakan penyesalan terbesar di sepanjang karir kepelatihannya. Wenger mengungkapkan jika dirinya sudah nyaris mendapatkan tanda tangan Ronaldo, namun pihak Sporting lebih memilih melego Ronaldo ke Manchester United. Keputusan itu diambil oleh Sporting ditengarai karena Wenger tidak bersedia memenuhi harga yang sudah ditetapkan.

Membiarkan Cesc Fabregas Hijrah ke Chelsea

Membiarkan Cesc Fabregas Hijrah ke Chelsea

Saat memutuskan untuk menjuarl Fabregas ke Barcelona, Arsenal mengikutsertakan opsi pembelian kembali. Saat kesempatan untuk memulangkan sang mantan kapten yang sejatinya masih mencintai Arsenal datang, Wenger memutuskan untuk tidak melakukannya. Alasannya, banyaknya stok gelandang di lini tengah Arsenal.

Fabregas pun pada akhirnya hijrah ke Chelsea dan sampai sejauh ini memegang peranan vital dengan meraih 5 kemenangan dari 6 pertandingan. Sedangkan Arsenal, mereka justru berada dalam krisis pemain usai kehilangan Aaron Ramsey yang mendapat cedera di laga kontra Tottenham.

Menjual RvP ke Manchester United

Menjual RvP ke Manchester United

Setelah menjalani satu musim yang amat gemilang bersama Arsenal sejak pertama kali bergabung, Robin Van Persie langsung mengutarakan niatnya untuk hengkang. Alasannya, RvP merasa klub tidak memiliki hasrat untuk menjuarai berbagai macam kompetisi yang diikuti.

Mengetahui RvP sudah tidak kerasan lagi, datanglah Juventus dan Manchester United untuk menggoda. Ditengarai karena MU memberikan penawaran lebih tinggi, Wenger lantas memilih melepas RvP ke United yang notabene merupakan salah satu rival terberat mereka. Hal itu kemudian disesali oleh Wenger yang secara langsung menyaksikan mantan anak asuhnya itu mencetak gol yang berujung kekalahan pahit bagi Arsenal.

Melepas Ashley Cole ke Chelsea

Melepas Ashley Cole ke Chelsea

Ashley Cole yang kini dianggap sebagai legenda Chelsea sejatinya merupakan produk asli akademi Arsenal. Pada tahun 2006, Cole memutuskan hijrah ke Chelsea karena Wenger tidak bersedia menaikkan gajinya. Keputusan Wenger melego Cole terbukti salah. Bersama The Blues, Ashley Cole sukses meraih berbagai gelar, termasuk menjadi juara Liga Champions yang sampai saat ini belum pernah bisa diraih oleh Arsene Wenger dan Arsenal.

Tidak Mendatangkan Gareth Bale

Tidak Mendatangkan Gareth Bale

Pada bulan Juni tahun 2013, Arsene Wenger secara terbuka mengakui jika dirinya telah melakukan kesalahan besar dengan tidak merekrut Gareth Bale. Pada kenyataannya, Wenger nyaris saja memboyong Bale berbarengan dengan Theo Walcott dari akademi Southampton. Adanya sosok Ashley Cole dan Gael Clichy adalah faktor utama penyebab tidak terjadinya transfer tersebut.

Tidak Merekrut Dorgba Seharga 100.000 Pounds

Tidak Merekrut Dorgba Seharga 100.000 Pounds

Wenger mengakui dirinya bisa saja membeli Drogba yang kala itu masih bermain di League 2 Prancis hanya seharga 100.000 Pounds. Namun ia memutuskan untuk tidak merekrutnya, selain karena meragukan kualitas Drogba, saat itu masih ada sosok Thierry Henry yang jadi striker utama Arsenal.

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Pada tahun 2000 silam, seorang pemuda berusia 19 tahun yang sudah memantapkan hati untuk bermain bagi Arsenal duduk di hadapan Arsene Wenger. Pemuda tersebut adalah Zlatan Ibrahimovic. Saat hampir mengamankan servis Ibra, Wenger justru memintanya melakukan trial terlebih dahulu. Ibra yang memang diketahui memiliki harga diri tinggi tanpa pikir panjang menolak permintaan tersebut dan kemudian memilih bermain untuk Ajax Amsterdam.

Tidak Mempercayai Yaya Toure

Tidak Mempercayai Yaya Toure

Saat Kolo Toure masih berseragam Arsenal, sang adik, Yaya sempat mengikuti trial di klub London tersebut. Wenger kabarnya sudah berniat menyodorkan kontrak kepada Yaya, namun ia hendak menempatkannya di posisi striker. Yaya Toure lantas menolak persyaratan tersebut dan bahkan berujar "Aku bisa menjadi gelandang yang lebih baik dari Patrick Vieira.". Pada akhirnya transfer tersebut tidak pernah terjadi, selain karena masalah ijin kerja, faktor lainnya adalah perdebatan antara Wenger dan Yaya tersebut.

Meninggalkan Nistelrooy Untuk Francis Jeffers

Meninggalkan Nistelrooy Untuk Francis Jeffers

Pada tahun 2001, Arsene Wenger sudah membulatkan tekadnya untuk mendatangkan sosok striker baru. Pilihan utama sang profesor jatuh pada sosok bernama Ruud Van Nistelrooy. Namun entah dikarenakan masalah financial atau gagalnya perundingan kontrak, Wenger pada akhirnya merekrut Francis Jeffers yang terbukti merupakan salah satu pembelian Arsenal yang paling gagal.

Panik dan Mendatangkan Sebastien Squillaci

Panik dan Mendatangkan Sebastien Squillaci

Squillaci tiba di Arsenal sebagai bagian dari rombongan 5 pemain hasil panic buying Arsene Wenger. Diharapkan bakal menjadi sosok andalan di posisi bek tengah berkat segudang pengalamannya, Squillaci justru tampil buruk. Selain itu, ia kerap melakukan blunder fatal yang berujung pada kekalahan tim.