5 Momen Ikonik Dalam Sejarah Barcelona

5 Momen Ikonik Dalam Sejarah Barcelona
Barcelona. (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Barcelona merupakan salah satu klub yang telah meraih kesuksesan besar dalam beberapa musim terakhir. Hal itu tentu saja tidak terlepas dari kejeniusan Lionel Messi di lapangan sehingga bisa membawa pulang berbagai macam trofi ke Camp Nou.

Sebagai klub yang telah meraih kejayaan, Barcelona tentu punya sejarah yang patut dibanggakan dan tidak bisa dilupakan begitu saja. Berikut ini lima momen ikonik dalam sejarah Barcelona seperti dikutip dari Footy Jokes.

Rijkaard Akhiri Puasa Gelar

Rijkaard Akhiri Puasa Gelar

Barcelona sempat merasakan puasa gelar Liga Spanyol selama lima musim, yakni dari 1999 sampai 2004. Hal itu tentu saja menimbulkan kekhawatiran yang serius di kubu tim Catalan. Namun, penunjukan manajer Belanda Frank Rijkaard mampu mengubah segalanya.

Barcelona akhirnya kembali bangkit dengan merengkuh dua gelar liga secara beruntun pada tahun 2005 dan 2006. Mereka juga mengangkat trofi Eropa kedua pada tahun yang sama setelah mengalahkan Arsenal di final.

Trofi Piala Champions Pertama

Trofi Piala Champions Pertama

Sejak dimulainya Piala Eropa pada awal tahun 50-an, rival berat mereka Real Madrid selalu tampil mendominasi, sedangkan Barcelona belum mampu berbuat banyak di Eropa. Hal itu berlangsung hingga tahun 1990an saat Johan Cruyff memimpin revolusi tim Catalan untuk meraih kesuksesan di Eropa.

Legenda Belanda, yang memenangkan kompetisi tersebut tiga kali sebagai pemain Ajax, mampu memimpin Blaugrana meraih Piala Eropa pertama mereka pada tahun 1992 dengan skuat yang dijuluki sebagai "The Dream Team". Mereka mengangkat Si Kuping Besar setelah mengalahkan Sampdoria 1-0 di final.

Itu adalah salah satu momen terbaik dalam sejarah Barcelona, tapi mereka harus menunggu selama 14 tahun untuk meraih trofi keduanya.

Tiga Gelar Pertama

Tiga Gelar Pertama

Setelah menikmati musim yang sarat piala di bawah Frank Rijkaard, Barcelona mengakhiri musim 2007-08 dengan tangan kosong. Hal itu mendorong pergantian pelatih dari Rijkaard menuju Josep Guardiola.

Meskipun menjalani start yang tidak mudah, tetapi Barcelona mengakhiri musim dengan meraih treble bersejarah dengan memenangkan La Liga, Copa Del Rey dan Liga Champions. Barcelona kemudian menjadi klub Spanyol pertama yang meraih prestasi hebat tersebut.

Guardiola sudah mengukir namanya dalam sejarah Barcelona, memulai revolusi sehingga membuat timnya menjadi yang terbaik antara tahun 2008 sampai 2012.

Luis Enrique Beri Treble Kedua

Luis Enrique Beri Treble Kedua

Setelah menjalani musim yang buruk di bawah Tito Vilanova, Barcelona menunjuk mantan pemain mereka sendiri Luis Enrique untuk memimpin tim pada tahun 2014, dan hasilnya sama seperti pada tahun 2009.

Tim Catalan, yang dipimpin oleh trio produktif MSN, meraih treble kedua setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final Liga Champions. Dengan demikian, mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Eropa yang mencapai prestasi tersebut.

Dengan meraih 50 kemenangan dari 60 pertandingan untuk menuju kejayaan, Barcelona mengungguli penampilan mereka sendiri pada tahun 2009.

Barcelona Merekrut Messi Dengan Kertas Tisu

Barcelona Merekrut Messi Dengan Kertas Tisu

Bukan piala dan bukan treble tapi menemukan bakat Lionel Messi kota kecil Rosario di Argentina dan merekrutnya dengan selembar kertas tisu adalah momen yang tak kalah menentukan dalam sejarah klub.

Messi didiagnosa mengalami gangguan hormonyang membuat pertumbuhan fisiknya terhambat dan keluarganya tidak punya uang mengobatinya. Barcelona kemudian menawarkan bantuan dengan syarat ia dan keluarganya harus pindah ke Barcelona.

Pada bulan Desember 2000, Messi melakukan trial dan terpilih untuk mengikuti latihan. Empat tahun kemudian, ia membuat debut di Barcelona, dan sisanya, seperti yang kita semua ketahui, adalah sejarah.

"Saya, Charly Rexach, dalam kapasitas saya sebagai direktur olahraga Barcelona, dan meski keberadaan beberapa opini yang menentang, saya berkomitmen untuk mengontrak Lionel Messi selama tercapai kesepakatan," demikian tulisan di atas kertas tisu pada 14 Desember 2000.