FOLLOW US:


Batistuta dan Rekor Yang Dua Dekade Belum Juga Terpatahkan

02-02-2017 12:08
Batistuta dan Rekor Yang Dua Dekade Belum Juga Terpatahkan
Gabriel Batistuta © ist

Bola.net - Tanggal 1 Februari 2017 kemarin, salah satu striker terbaik sepanjang sejarah Serie A genap berusia 48. Dia adalah legenda Fiorentina dan peraih Scudetto di AS Roma, yang dijuluki Batigol juga El Angel Gabriel. Kita mengenalnya dengan nama Gabriel Batistuta.

Batistuta merupakan salah satu striker paling haus gol dalam sejarah Calcio. Pada musim 1994/95 silam, eks bomber Argentina itu mengukir sebuah rekor impresif di Serie A. Hingga kini, sudah dua dekade lebih, rekor itu belum juga terpatahkan.

Musim itu, bersama Fiorentina, Batistuta mencetak gol dalam 11 pertandingan beruntun di Serie A. Itu adalah pertunjukan ketajaman yang sampai sekarang masih belum ada satupun yang sanggup menyamai, apalagi melampauinya.


Musim 1994/95 adalah musim keempat Batistuta di Italia sejak direkrut Fiorentina dari Boca Juniors. Musim itu, Batistuta dan Fiorentina baru saja kembali ke Serie A setelah satu musim berjuang di kasta kedua. Batistuta langsung menggila.

Selama 11 giornata awal, Batistuta tak pernah absen mengoyak gawang lawan dan dalam 11 laga tersebut dia membantu Fiorentina meraih enam kemenangan, empat hasil imbang serta cuma sekali kalah. Streak mencetak gol itu dimulai dengan kemenangan 2-1 menjamu Cagliari di Artemio Franchi pada 4 September 1994 sampai laga kandang kontra Sampdoria pada 27 November 1994 yang berkesudahan 2-2.

Gol 11 laga beruntun Gabriel Batistuta (Fiorentina) di Serie A 1994/95
Giornata 01: Fiorentina 2-1 Cagliari (1 gol)
Giornata 02: Genoa 1-1 Fiorentina (1 gol)
Giornata 03: Fiorentina 3-1 Cremonese (2 gol)
Giornata 04: Inter Milan 3-1 Fiorentina (1 gol)
Giornata 05: Fiorentina 1-1 Lazio (1 gol)
Giornata 06: Reggiana 1-1 Fiorentina (1 gol)
Giornata 07: Fiorentina 4-1 Padova (1 gol)
Giornata 08: Brescia 2-4 Fiorentina (1 gol)
Giornata 09: Fiorentina 2-0 Bari (1 gol)
Giornata 10: Napoli 2-5 Fiorentina (2 gol)
Giornata 11: Fiorentina 2-2 Sampdoria (1 gol).

Streak Batistuta itu putus saat Fiorentina tandang ke markas Juventus di giornata 12. Tak ada gol dari Batistuta dan La Viola akhirnya kalah 2-3.

Musim 1994/95 itu, Fiorentina finis peringkat 10. Namun, Batistuta menyabet gelar Capocannoniere dengan torehan 26 golnya, unggul empat gol atas sang kompatriot Abel Balbo yang memperkuat AS Roma. Itu merupakan gelar Capocannoniere Serie A pertama dan satu-satunya bagi Batistuta selama berkarier di Serie A.



***

Batistuta memberikan segalanya untuk Fiorentina. Di mata publik Florence, Batigol adalah dewa.

Fiorentina adalah klub pertama Batistuta di Italia. Fiorentina jugalah yang membesarkan namanya. Batistuta membayar semua itu dengan gol demi gol serta sebuah kesetiaan tanpa batas. Salah satu wujud kesetiaan Batistuta pada Fiorentina terlihat di tahun 1993.

Waktu itu, Fiorentina terdegradasi ke Serie B. Batistuta memilih bertahan. Hanya satu musim di kasta kedua, Fiorentina serta Batistuta kembali ke Serie A, dan singa Argentina itu langsung menggila.

Batistuta adalah legenda Fiorentina. Para tifosi Fiorentina sampai mendirikan sebuah patung dirinya di Florence pada tahun 1996. Itu tak lepas dari dedikasi dan kesetiaan Batistuta, yang tetap loyal membela panji Fioentina meski ada banyak tawaran dari klub-klub top Eropa, seperti Manchester United dan Barcelona.

Namun, mimpi untuk meraih Scudetto yang tak kunjung terwujud membuat Batistuta sedikit bimbang. Fiorentina mengendus gelagat itu. Demi menjaga Batisuta tetap di Florence, Fiorentina pun mengangkat Giovanni Trapattoni sebagai pelatih pada musim 1998/99 dan berjanji akan melakukan segalanya demi menjuarai Serie A.

Mengawali musim dengan gemilang, Fiorentina lalu kehilangan momentum, terutama setelah Batistuta mengalami cedera yang memaksanya absen lebih dari sebulan. Fiorentina akhirnya finis peringkat tiga. La Viola gagal juara, tapi berhak tampil di Liga Champions.

Batistuta bertahan di musim 1999/00 demi kesempatan menjuarai Serie A dan Liga Champions. Sama seperti musim sebelumnya, Fiorentina mengawali dengan start yang menjanjikan namun kemudian mengalami penurunan performa. Mereka tereliminasi di putaran kedua turnamen Eropa dan finis peringkat tujuh di Serie A.

Pada tahun 2000, Roma datang meminang. Dengan berat hati, demi mimpi mengejar Scudetto, Batistuta menerimanya.

Batistuta direkrut Roma dari Fiorentina di usia 31 tahun dengan biaya transfer €32,5 juta dan dikontrak selama tiga tahun. Itu adalah nilai transfer termahal untuk seorang pemain berusia 30 atau lebih sepanjang sejarah sepakbola, yang tetap bertahan bahkan hingga sekarang.

Mimpi itu pun akhirnya menjadi kenyataan.

Pada musim pertamanya berseragam Roma, Batistuta mencetak 20 gol dan melesatkan Giallorossi ke tangga juara Serie A untuk pertama kalinya sejak 1983. Penantian 18 tahun Roma tuntas dan Batistuta mewujudkan impiannya.

Namun, di tengah suka, ada duka. Salah satu gol Batistuta musim itu tercipta ke gawang Fiorentina, sebuah gol spektakuler penentu kemenangan atas mantan klubnya. Batistuta tak kuasa membendung emosi dan menangis di tengah selebrasi para pemain Roma.



Setelah tiga musim di Roma, Batistuta dipinjamkan ke Inter Milan. Namun, seiring usia, performa Batistuta tak lagi sama. Batistuta lalu meninggalkan Serie A untuk bergabung dengan Al Arabi di Qatar sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2005.

***

Batistuta adalah pencetak gol terbanyak ke-12 dalam sejarah Serie A dengan 184 golnya.

Hingga kini, Batistuta masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Fiorentina (168 gol di semua kompetisi).

Hingga kini, sudah dua dekade lebih, rekor gol 11 laga beruntun yang diukir Batistuta bersama La Viola di Serie A belum juga terpatahkan.

Selamat ulang tahun, Gabriel 'Batigol' Batistuta. (bola/gia)