
Bola.net - - Oleh: M. Rizqi
Pengumuman resmi yang dikeluarkan Chelsea terkait kesepakatan yang dicapai dengan attacker Basel, Mohamed Salah, telah memantik reaksi yang beragam di kalangan pemerhati sepakbola. Kedatangan pemain asal Mesir ini bisa dibilang memiliki efek domino karena turut berpengaruh terhadap beberapa isu penting sekaligus.
Sebut saja soal pergerakan transfer yang cukup lambat sehingga Salah menambah panjang daftar incaran mereka yang ditelikung oleh tim lain, atau selentingan bahwa datangnya Salah telah membuka pintu keluar bagi Juan Mata ke Old Trafford.
Dengan mengabaikan filler-filler tersebut, sebenarnya pembelian Salah dengan nominal yang disinyalir tak sampai 15 juta Pounds ini harus diakui adalah sebuah transfer yang cerdas. Meskipun bertubuh mungil, namun pemain berkaki kidal ini mampu tampil apik sebagai inverted winger di sisi kanan. Selain itu, ia juga tak canggung bermain jika ditempatkan di sisi kiri ataupun tepat di belakang striker.
Kecepatan, penempatan posisi, dan kualitas umpan silang yang mumpuni merupakan senjata andalannya. Menilik statistiknya bersama Basel, Salah membukukan 20 gol dan 17 assist dalam 79 penampilan di segala kompetisi. Tentu bukan tanpa alasan ia dijuluki sebagai 'Egyptian Lionel Messi'.
Meski demikian, Salah juga memiliki sisi lain yang berpotensi merugikan Chelsea. Adalah sentimen anti-semitisme, atau sikap antipati terhadap komunitas Yahudi, yang menjadi bom waktu dalam diri Salah dan bisa meledak sewaktu-waktu di masa yang akan datang.
Kontroversi Anti-Semitisme Salah
Sikap anti-semitisme Salah ini terungkap saat Basel berjumpa dengan klub asal Israel, Maccabi Tel Aviv di babak kualifikasi Liga Champions 2013-14. Dalam laga leg pertama di St. Jakob-Park, Salah meninggalkan sepasang sepatu di pinggir lapangan sebelum laga dimulai. Ia lantas menepi sendirian untuk mengganti sepatu sesaat setelah masuk ke lapangan bersama dengan perangkat pertandingan, sebagai alasan menghindari seremoni jabat tangan dengan para pemain Maccabi.
Alasan politis ditengarai menjadi penyebab dari tindakan Salah tersebut. Seperti yang diketahui bersama, Mesir dan sejumlah negara Arab lainnya memang memiliki hubungan yang kurang baik dengan Israel dan komunitas Yahudi. Afeksi Salah yang kuat terhadap bangsa, etnis, dan agama yang dianutnya membuat ia berani menunjukkan resistensi terhadap Israel secara terang-terangan.
Pemain berusia 21 tahun ini sempat menyatakan bahwa ia tidak ingin pergi ke Israel untuk menjalani laga leg kedua, namun pada akhirnya ia tetap turut serta dalam rombongan Basel yang bertolak ke Tel Aviv. Sebelum berangkat, Salah sempat menegaskan kembali sikapnya yang anti Israel.
"Sepakbola lebih penting dari politik, itu adalah profesi saya. Saya akan berpikir bahwa saya tengah bermain di Palestina, bukan Israel," tegas Salah.
"Saya akan mencetak gol dan menang di sana. Bendera Zionis tak akan berkibar di Liga Champions."
Pemilik bernomor punggung 22 ini membuktikan ucapannya dengan mencetak satu gol ke gawang Maccabi dan membantu timnya bermain imbang 3-3. Basel akhirnya lolos ke babak berikutnya berkat keunggulan agregat 4-3.
Lantas bagaimana dengan seremoni jabat tangan di Israel? Salah mengakalinya dengan mengepalkan tangan saat melakukan high five dengan para pemain Maccabi.
Sebagai catatan, selain Salah sebenarnya Basel memiliki satu orang pemain asal Negeri Piramida lagi, yaitu gelandang Mohamed Elneny. Pemain berusia 21 tahun ini juga turun dalam dua leg melawan Maccabi, tapi tanpa menunjukkan reaksi penolakan secara gamblang terhadap pemain Israel. Hal tersebut membuktikan bahwa sikap yang diambil Salah merupakan inisiatif perseorangan, bukan kelompok.
Aksi tersebut membuat Salah menjadi cult hero bagi masyarakat Mesir dan juga dunia Arab. Pemain kelahiran Kota Basyoun ini memang memiliki kecintaan yang sangat mendalam terhadap tanah airnya, salah satu wujudnya adalah ia tidak berselebrasi saat mencetak dua gol di kualifikasi lanjutan lawan pada bulan Agustus 2013.
Pasalnya, pada saat yang sama Mesir tengah dilanda perang saudara yang memakan korban jiwa yang tidak sedikit. "Tak ada yang lebih penting bagi saya selain darah dari saudara setanah air. Saya tak akan merayakan gol sampai konflik itu selesai."
Di sisi lain, sikap antipati Salah yang terlihat secara terang-terangan ini membuatnya dimusuhi oleh komunitas Yahudi di Eropa. Sampai saat ini, perilaku anti-semitisme masih merupakan hal yang tabu untuk ditunjukkan secara terbuka di Benua Biru, bahkan pelakunya tak jarang harus berurusan dengan hukum pengadilan.
Kasus Quenelle Nicolas Anelka
Sentimen terhadap simbol anti Yahudi juga terjadi di Premier League, kompetisi yang akan segera dimasuki oleh Salah. Tengok saja apa yang terjadi pada striker West Brom, Nicolas Anelka yang tengah terancam sanksi larangan bermain minimal lima laga setelah melakukan gestur quenelle usai mencetak gol dalam laga kontra West Ham, 28 Desember 2013 lalu.
Gestur quenelle, yang dilakukan dengan meletakkan telapak tangan ke arah bahu yang berlawanan, selama ini dianggap sebagai simbol anti Yahudi yang dipopulerkan oleh aktivis politik sekaligus komedian asal Prancis, Dieudonne M'bala M'bala.

Anelka sendiri telah mengkonfirmasi bahwa gestur tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendukung gerakan anti-semitisme, melainkan simbol anti kemapanan sekaligus dedikasi terhadap Dieudonne yang merupakan teman dekatnya.
FA selaku otoritas yang berwenang di Premier League masih terus mengusut kasus tersebut. Striker asal Prancis ini didakwa melanggar peraturan FA poin E3 tentang tindakan yang menyinggung etnis, ras, atau agama tertentu.
Roger Cukierman, Wakil Presiden dari World Jewish Congress, pernah mengatakan bahwa quenelle hanya akan berkonotasi anti Yahudi jika dilakukan di dalam Sinagog atau seremonial mengenang korban Holocaust. Meski demikian, reaksi negatif dari mayoritas komunitas Yahudi Eropa turut menjadi pertimbangan bagi FA yang kemungkinan besar akan tetap menjatuhkan hukuman kepada Anelka.
Meskipun belum FA belum memberikan keputusan resmi tentang hukuman Anelka, namun West Brom sudah kena batunya setelah sponsor utama mereka, Zoopla mengakhiri kerja sama antara kedua pihak begitu musim ini berakhir. Pemilik Zoopla yang merupakan keturunan Yahudi, Alex Chesterman menganggap bahwa tindakan Anelka tidak dapat ditoleransi lagi.
Sebelum Anelka, dua pemain Prancis lainnya yaitu Samir Nasri dan Mamadou Sakho juga sempat terjerat masalah serupa karena melakukan quenelle di luar lapangan. Senada dengan Anelka, Nasri juga beranggapan bahwa isyarat tersebut merupakan simbol anti kemapanan dan meminta maaf secara terbuka akibat tindakan tersebut. Sementara Sakho berdalih bahwa foto quanelle-nya telah dimanipulasi oleh orang-orang tak bertanggung jawab.
Bahaya Laten Anti-Semitisme Salah
Berkaca dari kasus Anelka di atas, tentu Salah harus berhati-hati untuk lebih mengontrol perilakunya di Premier League. Gestur Anelka yang masih ambigu saja kemungkinan besar akan dihukum oleh FA, apalagi Salah yang terang-terangan menunjukkan sikap anti Yahudi ke hadapan publik.
Salah sepertinya sudah memikirkan baik-baik tentang dampak yang akan diterimanya jika menunjukkan resistensi serupa di Inggris. Jajaran petinggi Chelsea sendiri saat ini diisi oleh sejumlah sosok keturunan Yahudi, sebut saja Owner Roman Abramovich, Chairman Bruce Buck, dan Direktur Eugene Tenenbaum. Kalau pemain bertinggi 175 cm ini mengulang kontroversi rasial serupa di Inggris, besar kemungkinan ia juga akan mendapatkan hukuman dari internal klub.

Manajer Jose Mourinho sendiri juga telah berusaha meredam isu sensitif yang melibatkan pemain barunya ini sejak awal. Pria asal Portugal berbicara langsung kepada media dan menjamin Salah tak akan mengulangi tindakannya di masa lalu.
"Kita semua tahu klub seperti apa Chelsea itu dan pelatih seperti apa saya. Chelsea bisa membantu orang untuk menghormati semuanya. Kami sangat terbuka serta menunjukkan respek kepada semua etnis dan agama, semua orang berhak menjadi diri mereka," tukas The Happy One.
"Kami sudah menganalisis situasinya. Kami sudah bicara dengan sang pemain dan orang-orang terdekatnya. Dia menghadapi situasi itu pada usia 20 tahun, pasti sulit baginya. Dia hanya sedang mencari jati diri."
Kini segalanya kembali lagi kepada Salah untuk bisa seratus persen fokus pada olahraga dan melupakan faktor-faktor non teknis di luar sepakbola. Tantangan berat untuk menembus skuat inti sudah menanti. Sepeninggal Juan Mata dan Kevin De Bruyne, Salah masih harus bersaing dengan sejumlah attacker jempolan seperti Andre Schurrle, Eden Hazard, , dan .
Terlibat kontroversi yang tidak perlu, atau bahkan terjerat skorsing akibat sentimen anti Yahudi, hanya akan berdampak buruk bagi Salah dan Chelsea. Berkaca pada pengalaman sejumlah pemain Mesir yang sebelumnya bermain di Inggris seperti dan Amr Zaki, Salah kemungkinan juga akan mendapatkan sejumlah intimidasi rasial dari suporter lawan. Karena itulah, ia harus benar-benar memegang kendali atas dirinya sendiri agar tidak lepas kontrol dan mengganggu perkembangan karirnya bersama The Blues.[initial]
Baca Juga
- Parade Gol-Gol Cantik Yang Tidak Disahkan Wasit
- 8 Stadion Termegah di Seluruh Dunia Yang Masih Dibangun
- 10 Pemain Asing Terkaya di Premier League
- Deretan 10 Pengumpan Terbaik La Liga Musim ini
- 10 Jagoan Tendangan Bebas Premier League Musim Ini
- Kompilasi Kisah Penelikungan Transfer Liverpool di Era Rodgers
- Ter Stegen; Antara Kutukan Panzer, Penakluk Messi, dan Anjing Hilang
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 September 2026 16:00Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
-
Liga Inggris 5 September 2026 13:13Prediksi Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
-
Liga Inggris 5 September 2026 11:40Prediksi Everton vs Man Utd 6 September 2026
-
Liga Spanyol 5 September 2026 11:00Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
-
Liga Spanyol 5 September 2026 08:52Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
-
Bola Indonesia 5 September 2026 16:00Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
-
Liga Inggris 5 September 2026 16:00Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
-
Bola Indonesia 5 September 2026 15:33Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
-
Bola Indonesia 5 September 2026 15:25Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persijap Jepara 6 September 2026
-
Bola Indonesia 5 September 2026 15:19Link Live Streaming PSIM vs Persita di BRI Super League 2026/2027
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
SOROT
-
Liputan6 5 September 2026 17:00KDKMP Didorong Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa Terintegrasi
-
Liputan6 5 September 2026 16:50Kasus Vilmei, Terungkap Saldo TikTok Dipakai Bayar Kos hingga Cicilan Kendaraan
-
Liputan6 5 September 2026 16:01Pramono Terbitkan Pergub Penyesuaian Tarif Layanan Kesehatan Jakarta
-
Liputan6 5 September 2026 15:00Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN, Efisiensi Capai Rp 100 Triliun
-
Liputan6 5 September 2026 13:02Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Bakauheni-Merak Masih Normal
-
Liputan6 5 September 2026 12:51Kamera Pantau Anak Krakatau Rusak Terkena Material Letusan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341338/original/022451200_1788602441-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_16.35.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341012/original/083242300_1788567510-69527447-8ccb-4633-93be-32d48763a33e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326112/original/042407300_1786957191-5e286dcc-ca7b-4a5e-b3b8-99c4d11146bb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341196/original/008956100_1788588574-IMG-20260905-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341195/original/022478300_1788588168-20241222_114216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341030/original/089042000_1788575033-1001630942.jpg)

