
Bola.net - - Oleh: Dendy Gandakusumah
Suatu siang di Pulau Isla Nublar, di lepas pantai Costa Rica, seorang miliuner, John Hammond, sedang berdebat sengit dengan beberapa tamunya. "Jika saya membangkitkan kembali Burung Kondor yang telah punah, kalian tentu tak akan memprotes saya," ujar Hammond sengit. Dia membela rencananya membangkitkan dinosaurus, yang telah punah jutaan tahun lalu.
Salah seorang tamunya, Dr Ian Malcolm, tak kalah sengit. "Tunggu dulu! Dinosaurus bukanlah spesies yang 'menghilang' karena penggundulan hutan atau pembangunan bendungan. Dinosaurus telah memiliki masa mereka sendiri dan alam memilih mereka untuk punah," ujar matematikawan nyentrik itu.
Dari potongan dialog dalam film fiksi Jurasssic Park itu, kita bisa sedikit memahami mengenai seleksi alam. Alam -bukan manusia- memilih sendiri siapa yang cocok untuk tetap menjalani kehidupan dan siapa yang harus punah.
Seleksi alam, atau mekanisme 'survival of the fittest', kembali bergolak dalam benak saya Senin (02/09) lalu. Hari itu, PSSI resmi mendiskualifikasi Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan Persija IPL dari kompetisi Indonesian Premier League musim 2013. Tiga klub ini didiskualifikasi sesuai keputusan PSSI. Dalam hal ini, otoritas tertinggi sepakbola Indonesia ini bersenjatakan Pasal 57 Kode Disiplin PSSI. Pada pasal tersebut diatur perilaku buruk klub yang tidak hadir atau menolak bertanding. Hukuman maksimal pelanggaran pasal tersebut memang diskualifikasi atau dikeluarkan dari kompetisi.
Bagi sebagian orang, pencoretan ini bukanlah bentuk mekanisme seleksi alam. Diskualifikasi tiga klub ini merupakan bentuk 'balas dendam' dari para pengurus PSSI. Sudah jadi rahasia umum bahwa Persema dan Persibo merupakan klub-klub yang menyeberang ke kompetisi Liga Primer Indonesia 2011 lalu. Sementara Persija IPL, banyak yang bilang klub 'kloningan' ini didirikan untuk mendelegitimasi Persija ISL.
Klaim mereka diperkuat pernyataan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, beberapa waktu lalu. Djohar menyebut bahwa Persema dan Persibo adalah klub-klub 'dinosaurus' nan perkasa. Mereka dinilai termasuk dari segelintir klub Indonesia yang masuk kriteria profesional dari AFC.
"Adapun, enam klub dari LSI tersebut antara lain, Semen Padang, Persib, Pelita, Deltras, Arema Indonesia dan Sriwijaya FC. Sementara untuk klub yang layak masuk klub profesional dari LPI adalah, Persema Malang, PSM Makkassar, Persibo dan Persebaya 1927,” ujar Djohar, seperti dikutip dari salah satu media massa nasional, 9 Agustus 2011 lalu.
Namun, bagi saya dan mungkin sebagian orang lain, terpentalnya tiga klub ini dari kompetisi profesional merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari. Siapa bisa mengelak bahwa tiga klub ini tertatih dalam menjalani kompetisi? Siapa juga bisa bisa memungkiri tiga klub ini berada dalam kondisi tak sehat?
Lalu, bagaimana dengan klaim Djohar bahwa Persema dan Persibo masuk dalam kategori klub kuat? Bisa jadi klaim tersebut benar. Pada waktu itu, Laskar Ken Arok dan Laskar Angling Dharmo merupakan klub kuat dan sehat. Namun, jangan lupa. Era sudah berubah. Seperti dinosaurus yang kuat pada masanya, toh mereka harus mengalami kepunahan ketika era berubah.
Yang jelas, bagi tiga klub tersebut, 'kepunahan' mereka dari kompetisi profesional musim ini bukanlah hal yang harus terus disesali. Mereka harus segera berbenah diri dan membangun pondasi yang kuat agar bisa segera bangkit dan menjadi klub sepakbola yang 'fit' dengan perubahan zaman.
Memang diperlukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dalam membentuk pondasi ini. Namun, hanya dengan cara itulah klub-klub ini -juga klub-klub lain yang terancam punah- mampu kembali berevolusi dan menemukan tempatnya dalam kehidupan. Hanya dengan berevolusilah, tak akan ada, termasuk pengurus PSSI, yang bisa membuat klub-klub tersebut punah.
Yang jelas, kita harus ingat kata bijak yang dilontarkan Dr. Malcolm, kala mengingatkan Hammond -yang mencoba campur tangan di seleksi alam dengan 'membatasi' dinosaurus-dinosaurus nya. "Jika ada satu hal yang diajarkan sejarah evolusi pada kita, itu adalah bahwa kehidupan tak bisa dikekang. Kehidupan akan selalu berusaha untuk bebas. Dia akan selalu berusaha memperluas diri ke wilayah-wilayah anyar dan menghancurkan segala hal yang membatasi mereka. Menyakitkan. Bahkan mungkin berbahaya. Namun, demikianlah adanya." [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 7 November 2024 14:03Ahmad Bustomi Ajak Pemain Persema Malang Cross Country di Kawasan Gunung Bromo
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:54Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:41Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
-
editorial 8 Oktober 2026 11:185 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
-
editorial 7 Oktober 2026 13:005 Bek Kiri yang Bisa Dipertimbangkan Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 18:12Triple 80, Strategi Menkes Tekan Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Ginjal
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386723/original/081560300_1793359234-IMG_1306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
