
Bola.net - Bola.net - Matmut Atlantique, 11 Januari 2009. Peringkat 2 Bordeaux menjamu peringkat 8 PSG di pekan ke-20 kompetisi Ligue 1 Prancis dan menang empat gol tanpa balas. Hari itu, bukan kemenangan 4-0 Bordeaux yang menjadi pembahasan utama.
Hari itu, perhatian tertuju pada seorang pemuda Prancis yang belum genap berusia 22. Hari itu, dia mencetak sebuah gol sensasional dengan diawali gerakan-gerakan khas sang maestro Zinedine Zidane. Hari itu, dia bahkan sampai didaulat sebagai titisannya.
Sama seperti Zidane, legenda Prancis yang pensiun usai Piala Dunia 2006 di Jerman, dia juga berposisi sebagai gelandang serang. Yoann Gourcuff namanya. Itu adalah musim pertamanya memperkuat Bordeaux setelah direkrut dari AC Milan, di mana dia tersisih karena tak mampu bersaing dengan Clarence Seedorf, Andrea Pirlo dan tentu saja Kaka.
Gol yang dicetak Gourcuff ke gawang PSG sejatinya bukan gol krusial, karena saat itu Bordeaux sudah unggul 2-0. Namun kualitas dari gol itu sanggup membuat para pengamat, media hingga mantan pesepakbola Prancis beranggapan bahwa telah lahir seorang calon bintang besar.
Gol itu memang spesial. Menerima operan Mathieu Chalme di ujung kotak penalti lawan, Gourcuff membuat barisan pertahanan PSG tampak seperti sekumpulan pemain amatir dengan gerakannya yang elegan.
Setelah menerima bola, Gourcuff melakukan Zidane turn dengan halus untuk mengecoh Sylvain Armand. Dia lalu dengan cepat memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kiri, yang membuat Sammy Traore mati langkah dan hilang keseimbangan. Setelah mengembalikan bola ke kaki kanan, dia menyelesaikannya dengan sebuah tembakan menyilang menggunakan kaki luar yang jauh dari jangkauan kiper Mickael Landreau.
L'Equipe memasang headline bertuliskan 'Le successeur'. Suksesor siapa? Tentu saja suksesor Zidane.
Sebelum itu, sejumlah generasi muda Prancis sudah terlebih dahulu mendapatkan label 'the next Zidane'. Sebut saja Karim Benzema atau Samir Nasri. Namun itu lebih karena mereka berasal dari rumpun yang sama seperti Zidane, Afrika Utara.
Gourcuff adalah pengecualian. Dia disebut-sebut sebagai penerus Zidane karena postur, fisik hingga gaya permainannya memang menyerupai Zidane.
Menurut Laurent Blanc, pelatih Bordeaux waktu itu, Gourcuff mirip Zidane dalam hal kemampuan mengontrol bola di ruang sempit dengan menggunakan semua bagian dari kakinya.
Sama seperti Zidane muda, Gourcuff juga mengibarkan namanya di bawah bendera Bordeaux. Sama seperti Zidane, Gourcuff juga mampu bermain sebagai support striker maupun gelandang serang.
Christophe Dugarry, mantan striker Bordeaux dan Prancis, juga temain baik Zidane, berkata: "Meski memiliki imajinasi seorang nomor 8 (gelandang kreatif) serta talenta dan teknik seorang nomor 10 (support striker), dia punya power seorang nomor 6 (gelandang bertahan)."
Publik Prancis percaya bahwa Gourcuff adalah fenonema baru yang dibutuhkan oleh sepakbola Prancis, seorang seniman lapangan hijau yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Zidane.
"Gol itu bukan kebetulan," kata Dugarry. "Itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang magis pada dirinya. Saya merasa sakit ketika Zidane pensiun. Melihat Gourcuff, saya sembuh. Setiap kali melihat pemain-pemain sepertinya, saya merasa seperti jadi anak kecil lagi."
Namun Gourcuff gagal memenuhi harapan banyak orang. Dia tenggelam. Talenta hebat itu rupanya tidak didukung dengan sikap yang tepat.
Popularitas sebagai 'the next Zidane', juga nominasi Ballon d'Or 2009 (yang dimenangi Lionel Messi), mungkin membuat Gourcuff lupa daratan. Dipadu dengan hantaman cedera pada musim keduanya di Bordeaux, Gourcuff mengalami penurunan performa.
Sebelum Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pelatih Raymond Domenech ingin menjandikan Gourcuff sebagai sentral dari tim Prancis racikannya. Namun rencana itu mendapatkan penolakan keras dari dua pemain senior, terutama Franck Ribery dan Nicolas Anelka. Ditengarai karena kecemburuan akibat sorotan berlebih media, dua pemain itu terang-terangan mengasingkan Gourcuff di skuat. Mereka bahkan menolak mengoper bola kepadanya di laga pembuka melawan Uruguay. Prancis di bawah kepelatihan Domenech waktu itu sungguh kacau. Les Bleus finis sebagai juru kunci Grup A dengan perolehan hanya satu poin.
Musim panas itu benar-benar musim panas yang buruk bagi Gourcuff. Seperti karier di timnas, kariernya di klub juga mengalami penurunan.
Musim panas itu, Gourcuff digaet Lyon. Di klub ini, cedera dan performa yang angin-anginan kembali datang menghantui. Sikapnya pun kembali jadi masalah. Maxime Gonalons, kapten Lyon waktu itu bahkan sampai mengkiritiknya secara terbuka setelah dia menolak main jika tidak 100 persen fit. Saat hengkang dari Stade Gerland pada tahun 2015, dia tercatat melewatkan 90 pertandingan akibat cedera.
Gourcuff kembali ke klub lamanya, Rennes. Di segi sikap, dia mungkin sudah membaik. Namun dia masih saja rentan cedera.
Sekarang, di usia 31, Gourcuff masih memperkuat Rennes. Hanya saja, Gourcuff yang ini sudah jauh dari masa keemasannya di Bordeaux dahulu.
Dia bukan lagi calon penerus Zidane. Dia hanyalah seorang yang pernah didaulat sebagai 'the next Zidane' namun gagal memenuhi harapan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 29 Oktober 2026 07:06Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
-
Liga Italia 28 Oktober 2026 21:08Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
-
Liga Italia 28 Oktober 2026 14:32Ruben Amorim Siap Tampung Bruno Fernandes di AC Milan
-
Liga Italia 28 Oktober 2026 07:56Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 07:38Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
-
Liga Italia 29 Oktober 2026 07:25Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
-
Liga Spanyol 29 Oktober 2026 07:06Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
-
editorial 8 Oktober 2026 11:185 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
-
editorial 7 Oktober 2026 13:005 Bek Kiri yang Bisa Dipertimbangkan Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 06:43Momen Prabowo Bacakan Ikrar Sumpah Pemuda Bareng Siswa SD
-
Liputan6 28 Oktober 2026 19:25Momen Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
-
Liputan6 28 Oktober 2026 18:31Mendagri Dorong Percepatan Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 28 Oktober 2026 17:09DPR Ajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:34Mendagri Terbitkan SE, Pemda Diperkuat Awasi Program MBG
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:03Kedubes Korsel Gelar Lomba Menulis untuk Mahasiswa, Hadiah Puluhan Juta Rupiah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385053/original/031401100_1793231031-Screenshot_2026-10-29_063401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384874/original/022200100_1793187052-568a86b5-36bf-4d30-8d84-6efe87dc9df2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384822/original/084645000_1793182193-514944ab-87ec-4840-a7dd-65d011621da7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384724/original/054388800_1793180074-dfb65872-4c61-4a2e-bc8c-7f949bc60ec9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543346/original/069128200_1775022582-3.jpg)
