Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan Besar Juara Premier League

Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan Besar Juara Premier League
Pemain Arsenal, Declan Rice, tampak kecewa setelah kebobolan gol dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Akhir pekan kemarin menjadi momen yang sangat mengecewakan bagi Arsenal. Mereka kalah 1-2 dari Bournemouth di kandang dengan performa yang jauh dari harapan.

Situasi semakin memburuk ketika Manchester City meraih kemenangan meyakinkan atas Chelsea. Hasil tersebut membuat tekanan dalam perburuan gelar semakin meningkat.

Yang sebelumnya terlihat sebagai peluang memperlebar jarak justru berubah menjadi ancaman. Keunggulan Arsenal kini menyusut dari sembilan poin menjadi enam poin.

Manchester City bahkan masih memiliki satu laga tunda yang bisa mengubah segalanya. Kedua tim juga akan bertemu langsung di Etihad dalam laga krusial.

Meski situasi terlihat menegangkan, perburuan gelar belum berakhir. Masih ada sejumlah alasan kuat yang membuat Arsenal layak tetap optimistis.

1. Sulit Menang Beruntun dalam Jumlah Besar

1. Sulit Menang Beruntun dalam Jumlah Besar

Skuad Arsenal berkumpul sebelum duel lawan Bournemouth di Liga Inggris, Sabtu (11/04/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Banyak yang beranggapan Manchester City akan memenangkan semua sisa pertandingan mereka. Jika itu terjadi, mereka memang berpeluang besar merebut gelar juara.

Namun, kenyataannya meraih kemenangan beruntun dalam jumlah besar bukan hal mudah. Bahkan bagi tim sekelas Manchester City sekalipun.

Dalam dua musim terakhir, kemenangan beruntun terpanjang mereka hanya mencapai enam laga. Selain itu, mereka lebih sering mencatatkan rentetan empat kemenangan saja.

Hal ini menunjukkan bahwa City tetap memiliki potensi terpeleset. Menganggap mereka akan menyapu bersih semua pertandingan adalah asumsi yang terlalu dini.

2. Rekor Arsenal di Laga Besar Masih Solid

2. Rekor Arsenal di Laga Besar Masih Solid

Gabriel Magalhaes dan pemain Arsenal merayakan gol Kai Havertz ke gawang Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/arma

Pertemuan melawan Manchester City di Etihad akan menjadi penentu penting. Namun, Arsenal bisa melihat laga itu sebagai peluang, bukan ancaman.

Dalam lima pertemuan terakhir di Premier League, Arsenal tidak terkalahkan dari City. Mereka mencatat dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

Catatan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sebelumnya. Arsenal kini lebih kompetitif saat menghadapi rival langsung.

Selain itu, performa mereka di laga besar secara keseluruhan juga sangat baik. Dalam beberapa musim terakhir, mereka menjadi salah satu tim terbaik dalam pertandingan melawan tim papan atas.

3. Jadwal Sisa Lebih Menguntungkan

3. Jadwal Sisa Lebih Menguntungkan

Selebrasi gol Eberechi Eze dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Kekalahan dari Bournemouth menjadi pengingat bahwa laga mudah di atas kertas belum tentu berakhir sesuai prediksi. Sepak bola selalu menghadirkan kejutan.

Meski demikian, jika melihat secara keseluruhan, jadwal Arsenal masih lebih menguntungkan. Tingkat kesulitan lawan mereka relatif lebih rendah dibandingkan Manchester City.

Berdasarkan analisis kekuatan lawan, Arsenal memiliki rata-rata yang lebih ringan. Ini memberi mereka peluang besar untuk meraih poin maksimal.

Selain itu, beberapa laga penting akan dimainkan di kandang sendiri. Dukungan suporter bisa menjadi faktor tambahan dalam perburuan gelar.

4. Statistik Dasar Tetap Kuat

4. Statistik Dasar Tetap Kuat

Selebrasi gelandang Arsenal, Eberechi Eze usai mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen pada leg kedua 16 besar Liga Champions, 18 Maret 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Kritik terhadap kreativitas Arsenal dari permainan terbuka memang beralasan. Dalam laga melawan Bournemouth, mereka mencatat angka expected goals yang sangat rendah dari open play.

Namun, secara keseluruhan mereka tetap mampu menciptakan peluang berkualitas. Sebagian besar datang dari situasi bola mati yang menjadi kekuatan utama tim.

Arsenal juga masih memiliki lini pertahanan terbaik di liga. Mereka menjadi satu-satunya tim dengan rata-rata kebobolan di bawah satu expected goals per laga pada 2026.

Bahkan saat performa menurun, mereka tetap sulit ditembus. Statistik ini menunjukkan fondasi tim masih sangat kuat untuk bersaing hingga akhir musim.

5. Superkomputer Opta Masih Mendukung

5. Superkomputer Opta Masih Mendukung

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Pendapat berbasis data mungkin tidak selalu meyakinkan secara emosional. Namun, analisis statistik tetap memberikan gambaran objektif.

Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Arsenal masih menjadi favorit juara. Mereka memenangkan gelar dalam 87 persen dari 10.000 simulasi.

Angka tersebut menunjukkan peluang yang sangat besar. Secara matematis, Arsenal masih berada di posisi terdepan.

Meski momentum kini berpihak pada Manchester City, situasi bisa berubah dengan cepat. Arsenal hanya perlu merespons dengan performa yang tepat untuk mengamankan gelar.

Sumber: The Analyst