
Bola.net - Bola.net - Sebuah fakta mengejutkan baru saja diungkapkan oleh Der Spiegel (Jerman), El Mundo (Spanyol), dan Mediapart (Prancis). Dalam investigasi media-media yang tergabung dalam satu induk perusahaan yang sama itu, terungkap beberapa fakta mengejutkan perihal situasi pajak Lionel Messi.
Sebagai catatan, ketiga media itu sebenarnya tidak memiliki spesialisasi dalam bidang olahraga maupun sepakbola. Ketiganya (dan beberapa media lain) merupakan media investigatif yang normalnya melakukan penelusuran mendalam terhadap satu topik besar. Mereka tergabung dalam European Investigative Collaborations, sebuah jaringan surat kabar di seluruh Eropa yang mengandalkan kemampuan investigasi mereka.
Salah satu contohnya, setelah teror bom Paris lalu, jaringan ini berhasil mengungkap bahwa persenjataan yang dipakai oleh para teroris didapat di pasar gelap di Eropa Timur. Jaringan EIC juga mendalami dokumen pelanggaran pajak yang dilakukan oleh Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo. Dokumen itu awalnya dibocorkan oleh situs Football Leaks tapi EIC mempekerjakan 60 jurnalis di 14 negara khusus untuk menyelidiki kasus itu secara mendalam.
Kini yang terbaru, media yang tergabung dalam EIC kembali mendalami situasi keuangan Lionel Messi, bintang Barcelona. Diketahui bahwa ada banyak penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh Messi dalam hal pengelolaan keuangan, terutama dalam mengurusi yayasan miliknya, Leo Messi Foundation (LMF) dan pengaturan pajaknya. LMF harusnya bergerak untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung, tapi dalam prakteknya yayasan ini justru lebih sering diasosiasikan dengan tindakan kriminal serius.
Berikut adalah 'ringkasan' kasus panjang Messi dan yayasan amalnya yang kontroversial.
Barca Selamatkan Messi

Ternyata donasi itu memang donasi wajib dan tercantum dalam kontrak Messi. Petugas pajak menganggap harusnya donasi itu diterima Messi, lalu Messi membayar pajaknya dan kemudian mengalirkan uang itu ke yayasan miliknya. Pajak yang dimaksud bisa mencapai hampir empat juta euro.
Barcelona pun memilih melakukan langkah hati-hati menanggapi audit itu. Mereka menyewa jasa seorang pengacara pajak terkenal di Spanyol. Barca ingin agar situasi itu diaudit secara internal lebih dulu sebelum menentukan langkah menghadapi Petugas Pajak. Sang pengacara pun melakukan investigasi internal dan laporannya selesai pada 10 Juni 2016. Sang pengacara mengatakan bahwa situasinya sangat mengkhawatirkan. Potensi hukuman Messi bukan sekadar denda seperti biasa, tetapi sudah kriminal karena sengaja menghindari pajak.
Dalam laporannya, sang pengacara menjelaskan bahwa Barca masih bisa menghindari situasi terburuk; Messi dipenjara beberapa tahun. Sebagai catatan, Messi saat itu masih menghadapi kasus penggelapan pajak uang hak pencitraan pribadi. Jika terbukti bersalah lagi, Messi sudah pasti akan dipenjara. dan benar saja, pada Juli 2016, Messi divonis hukuman 21 bulan penjara atas kasus pajak pertamanya. Untungnya, hukuman penjara akibat kejahatan yang tidak melibatkan kekerasan di bawah dua tahun tidak wajib dijalani.
Barca lalu mencoba mendekati Messi agar mau membayar pajak itu secara sukarela. Jika messi membayar pajak dan denda itu secara sukarela, maka Petugas Pajak tidak akan bisa melakukan investigasi kriminal terhadap Messi. Langkah itu juga akan menunjukkan niat baik dari Messi untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya tanpa diminta.
Tapi Messi menolak. La Pulga tak mau membayar pajak itu. Sang pengacara kembali ke Barca pada akhir Juli 2016 untuk menanyakan apakah Messi sudah bersedia melunasi utang pajaknya. Sang pengacara mengatakan bahwa Messi akan segera dipanggil petugas pajak jika tidak segera membayar pajak itu. Jika sampai dipanggil petugas pajak, maka Messi tak akan bisa menyelesaikan masalah itu secara sukarela. Dengan kata lain, jika dibuktikan bersalah, Messi sudah pasti akan dipenjara beberapa tahun.
Messi tetap tak mau mengeluarkan uang untuk membayar pajak itu. Ia baru bersedia setelah Barca menyanggupi untuk menanggung pembayaran pajak itu. Singkatnya, Barca menyiapkan skema pembayaran yang sangat rumit untuk memberikan Messi uang untuk membayar pajak itu.
Pada Oktober 2016, Barca memberikan pinjaman sebesar 12 juta euro kepada Messi untuk membayar pajak itu. Pinjaman itu bisa dikembalikan dalam tempo 24 bulan sejak diberikan, sampai Desember 2018. Namun pada kenyataannya, Messi tak perlu mengembalikan pinjaman itu ke Barca. Pada musim panas 2017, Barcelona memberikan bonus luar biasa kepada Messi sebesar 23,1 juta euro untuk satu musim (2017-18). Setelah dipotong pajak, bonus itu nilainya sebesar 12 juta euro, persis seperti nilai pinjaman Messi.
Singkatnya, Barcelona menyelamatkan Messi dari sikap keras kepalanya yang tak mau membayar pajak donasi ke LMF. Barca harus mengeluarkan total 23,1 juta euro plus biaya legal untuk menyelamatkan Messi dari kejaran para petugas pajak.
Yayasan Messi Kedok Kejahatan

Pada Juni 2014, polisi menyelidiki Guillermo Marin, sosok yang bertanggung jawab menggelar pertandingan eksibisi Messi itu. Marin bekerjasama dengan Andres Barco dalam penyelenggaraan laga-laga itu. Setelah ditelusuri, Marin ternyata mendapatkan aliran dana misterius dalam setiap pertandingan yang digelar. Uang jutaan euro itu diduga berasal dari para mafia narkoba Amerika Selatan yang dicuci dengan kedok pertandingan Messi.
Pada Maret 2015, DEA (Agensi Federal Amerika Serikat yang menanggulangi perdagangan narkoba) menemukan hubungan antara yayasan amal Messi dengan kartel narkoba Meksiko. DEA pun melakukan penyelidikan mendalam. Pada September tahun yang sama, Yayasan Amal Messi diselidiki oleh Penyelidik federal Spanyol karena keterkaitan dengan kejahatan narkoba, pencucian uang, serta menghindari pajak.
Untuk mengetahui lebih dalam berikut adalah penjelasan singkat mengenai LMF. Yayasan ini didirikan pada 2007, dengan bentuk sebagai yayasan pribadi yang semuanya dilakukan oleh keluarga Messi. Direktur pertamanya adalah Inigo Juarez, pengacara yang merupakan kawan keluarga Messi. Juarez juga yang menciptakan skema keuangan menghindari pajak yang menyebabkan Messi dijatuhi hukuman penjara 21 bulan.
LMF 'bermain-main' dengan hukum selama kurang lebih enam tahun. Setiap yayasan diwajibkan untuk didaftarkan di Generalitat Catalonia. Tapi LMF baru resmi didaftarkan di Catalonia pada 6 Juni 2013, enam hari sebelum Messi dituntut karena mengemplang pajak hak pencitraan pribadi.
Pemerintah Catalonia mengkonfirmasi bahwa LMF sudah coba didaftarkan pada 2007 dan 2009, tapi karena tidak bisa memenuhi syarat hukum, dua kali pula pendaftaran itu ditolak.
Donasi Barcelona Bermasalah

Meski demikian, Barca sudah menyumbang total 8,5 juta euro selama periode itu. Tak ada yang tahu uang itu diapakan oleh keluarga Messi.
Dalam kontrak Messi, Barca memang diwajibkan untuk menyumbang ke LMF. Pihak Barca sebenarnya sudah berusaha melindungi klub dengan mewajibkan LMF memberikan laporan keuangan tahunan. Keluarga Messi tidak mau melakukannya. Uang itu habis tanpa ada laporan apa pun.
Setelah kasus pajak Messi mengemuka, LMF pun mulai sedikit terbuka. Mereka membuat laporan tahunan di situs resmi mereka. Namun laporan itu pun justru menimbulkan banyak tanda tanya besar. Salah satu contohnya adalah pengeluaran besar yang tak masuk akal. LMF menghabiskan 550 ribu euro untuk merenovasi kantor yang mereka sewa di Avigunda Diagonal di Barcelona.
Yayasan Klub Barcelona (FFCB) menjadi penyumbang 90% donasi yang masuk ke LMF. Tapi LMF membayar orang yang tidak disebutkan namanya sebesar 1,11 juta euro untuk menggalang dana sepanjang 2013-16. Padahal, dana total yang masuk selain dari Barcelona hanya 1,08 juta euro sepanjang waktu itu. Mereka membayar lebih banyak kepada orang yang tidak dikenal itu dibanding uang yang mereka dapat.
Selama Messi diselidiki atas kasus pajak, LMF cuma mendapat uang dari Barcelona saja, tak mendapat donasi dari pihak lain mana pun. LMF juga sempat memberikan donasi satu juta euro kepada yayasan amal di Argentina. Yayasan itu malah lebih misterius lagi karena sama sekali tidak punya dokumentasi kegiatan mereka.
LMF juga meminta para penyumbang mereka untuk mentransfer dana bantuan ke sebuah bank di Luksemburg atas nama perusahaan misterius yang berbasis di London. Perusahaan itu dipimpin oleh orang yang mengatur keuangan Messi yang menyebabkan ia dihukum karena menghindari pajak.
Akibat audit atas donasi mereka ke LMF, Barca pun membekukan sumbangan ke LMF pada 2016. Barca baru menyumbang lagi setelah Messi membayar denda pajak itu. Sumbangan ini pun kini dianggap sebagai bagian dari gaji dan wajib dipotong pajak.
Barca lalu berusaha melindungi klub dalam hal donasi ke LMF. Barca kini mencantumkan klausul yang menyebutkan bahwa 'semua uang yang didonasikan klub kepada LMF harus digunakan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan'. Barcelona bahkan sampai harus menunjuk koordinator khusus untuk mengatur penggunaan uang itu. LMF juga diwajibkan untuk menyediakan dokumentasi penggunaan uang yang sudah didonasikan klub secara masuk akal.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 14:26Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 06:48Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:33Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:29Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:54Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:41Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
-
editorial 8 Oktober 2026 11:185 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
-
editorial 7 Oktober 2026 13:005 Bek Kiri yang Bisa Dipertimbangkan Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
