FOLLOW US:


Kilas Balik Piala Dunia 2014 Brasil

06-06-2018 08:00

 | Mario Gotze

Kilas Balik Piala Dunia 2014 Brasil
Tim nasional jerman juara Piala Dunia 2014. © FIFA

Bola.net - Kilas Balik Piala Dunia 2014 Brasil

Tuan Rumah: Brasil
Juara: Jerman
Runner up: Argentina
Top skorer: James Rodriguez
Skor tertinggi: Brasil 1-7 Jerman
Total gol: 171
Total penonton: 3.386.810

Piala Dunia 2014 Brasil mungkin adalah satu-satunya edisi Piala Dunia yang tidak begitu diinginkan oleh penduduk Brasil. Betapa tidak, sebagai negara dengan koleksi trofi Piala Dunia terbanyak (5), Brasil justru dipermalukan saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

Poster Resmi Piala Dunia 2014 Brasil.
Poster Resmi Piala Dunia 2014 Brasil.


Adapun Piala Dunia ini memang selalu dijanjikan sebagai sesuatu yang spesial. Dan ternyata memang demikian yang terjadi, para penonton dijamin tidak kecewa, kecuali penduduk Brasil pastinya. Terlepas dari itu, Piala Dunia ini sungguh lengkap dengan memberikan sajian yang menggairahkan, mengecewakan dan hujan gol kepada penonton.

Kejutan pertama Piala Dunia ini dimulai dari fase grup, saat sang juara bertahan, Spanyol, harus tersingkir sejak awal. Mereka kalah dari Belanda (yang mereka kalahkan di final edisi sebelumnya) dan Chile. Pelatih Vicente del Bosque pun tak bisa bersembunyi dan mengakui kesalahannya: "Salahkan semuanya kepada kami," kata Del Bosque.

Selain Spanyol, yang tak kalah mengejutkan adalah penampilan Kosta Rika yang moncer di Grup D. Betapa tidak, Kosta Rika berhasil memulangkan Italia dan Inggris, yang notabene merupakan mantan juara dunia. Grup D juga menyuguhkan satu hiburan unik lagi, yakni saat Luis Suarez menggigit Giorgio Chiellini, yang juga membuat Suarez dihukum sembilan pertandingan dan empat bulan.

Setelah fase grup dilewati, peta kekuatan tim mulai terlihat di babak 16 besar. Di antaranya adalah Brasil, Prancis, Jerman, Belanda dan Argentina yang semuanya berhasil menembus perempat final. Baik Brasil, Jerman, dan Argentina hanya menang tipis untuk menembus semifinal. Sementara Belanda harus meraih kemenangan melalui adu penalti.

Empat dari lima tim kuat itu berhasil mencapai semifinal, hanya Prancis yang mimpinya harus kandas di tangan Jerman. Di semifinal, Jerman dihadapkan dengan Brasil dan Belanda harus menghadapi Argentina. Partai yang tentu menjanjikan segala yang menarik di dunia sepak bola.

Sesuai dugaan, semifinal berhasil membuat penikmat sepak bola menggeleng heran.

Sebagai tuan rumah dan salah satu negara favorit, tentu skuat Brasil menanggung asa seluruh warga Brasil di pundaknya. Mereka sudah menuntaskan separuh tugas sampai di semifinal. Tapi ternyata di sinilah mimpi buruk mereka dimulai, saat Jerman menghantam mereka dengan skor 7-1 yang paripurna.

Thomas Muller merayakan golnya ke gawang Brasil.
Thomas Muller merayakan golnya ke gawang Brasil.


Bermain di Stadion Belo Horizonte, Thomas Muller membuka keunggulan Jerman di menit ke-11. Dan sejak saat itu permainan Brasil tak kunjung membaik, Jerman bahkan berhasil unggul lima gol tanpa balas hanya dalam waktu 29 menit, yang bertahan hingga paruh waktu.

Pendukung Brasil yang memenuhi stadion pun terdiam, tertunduk lesu. Andre Schurrle kemudian menambah dua gol di sepertiga akhir babak kedua, sebelum ditutup oleh gol pemanis Oscar di menit ke-90. Brasil harus tersingkir dari Piala Dunia, di rumahnya sendiri, dengan cara yang menyakitkan.

"(Kekalahan) ini adalah momen terburuk dalam sejarah karier sepak bola saya dan hari terburuk dalam hidup saya," ungkap Luis Felipe Scolari, pelatih Brasil.

Sementara itu, di partai semifinal lainnya, Argentina kembali beruntung karena menang adu penalti dengan Belanda setelah bermain imbang 0-0 di waktu normal. Di beberapa pertandingan sebelumnya, Argentina hanya mampu menang satu gol dari lawan, kecuali saat mereka mengalahkan Nigeria 3-2 di fase grup.

Kali ini, setelah melalui drama adu penalti yang menegangkan, Argentina pun menatap final dengan harapan tinggi, bersama Lionel Messi sang megabintang.

Argentina.
Argentina.


Bertempat di Rio de Jainero, laga final kali ini pun seperti mengulang Piala Dunia 2010. Kedua tim bermain sama baiknya di waktu normal, bahkan terbilang sangat berhati-hati. Statistik mencatat keduanya melakukan 10 percobaan tembakan, tapi tak ada satu pun yang tepat sasaran.

Menampilkan gaya bermain terbaiknya, Jerman mengontrol penguasaan bola lebih dari separuh persentase. Tapi Argentina sempat menciptakan tiga peluang emas melalui Lionel Messi, Gonzalo Higuain dan Rodrigo Palacio yang masing-masing gagal memanfaatkan kesempatan emas mencetak gol.

Tetap tidak ada gol yang tercipta di waktu normal, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan. Sebelum waktu normal berakhir, Joachim Loew memutuskan untuk memainkan Mario Gotze dan menarik keluar Miroslav Klose.

Mario Goetze mencetak gol kemenangan Jerman.
Mario Goetze mencetak gol kemenangan Jerman.


Berbeda dengan tiga peluang matang Argentina yang gagal menjadi gol, malam itu Gotze memberi pelajaran berharga pada Argentina soal memaksimalkan peluang. Pemain muda ini berhasil mengonversi sodoran Schurrle menjadi gol di menit ke-113. Peluang itu bahkan hanya setengah matang, tapi Goetze berhasil membuat pendukung Jerman bersorak gembira yang nyaris menerbangkan atap stadion Maracana.

Sisa waktu tujuh menit pun tak cukup bagi Argentina untuk mengejar ketertinggalan. Jerman berhasil meraih gelar juara dunia keempat di tanah Brasil.

"Ini adalah perasaan yang luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya," tutur Goetze. "Saya hanya mencoba menendang bola dan tidak tahu apa yang benar-benar terjadi. Bagi kami, mimpi telah menjadi nyata."

Skuat tim nasional Jerman.
Skuat tim nasional Jerman.


Panggung Penjaga Gawang

Sebagai salah satu edisi Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak maka dapat diasumsikan bahwa performa penjaga gawang kali ini tidaklah terlalu apik. Tapi sebaliknya, Piala Dunia kali ini justru menjadi salah satu ajang pamer kemampuan penjaga gawang seperti Tim Howard, Keylor Navas, Guillermo Ochoa, Manuel Neuer dan Sergio Romero yang tampil gemilang bagi negaranya masing-masing.

Para penjaga gawang.
Para penjaga gawang.


Tim Howard misalnya, saat Amerika dikalahkan Belgia di babak 16 besar, dia menyuguhkan 15 penyelamatan, rekor yang bertahan sejak 1966. Hal yang sama dengan Keylor Navas yang mampu menyelamatkan 21 dari 23 tembakan ke gawang yang dia hadapi, alias 91% penyelamatan.

Data dan Fakta
  • 171 gol yang terlahir di Piala Dunia 2014 menyamai rekor tahun 1998 sebagai jumlah gol terbanyak dalam satu edisi turnamen.
  • Jerman berhasil mencapai final Piala Dunia untuk yang kedelapan kalinya, terbanyak di antara tim lain di sejarah kompetisi ini.
  • Jerman adalah tim Eropa pertama yang menjadi juara di Amerika latin.
  • Kemenangan 7-1 Jerman adalah margin terbesar yang pernah terjadi di semifinal Piala Dunia.
  • Mario Gotze adalah pemain pertama yang datang dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan.
  • Miroslav Klose berhasil mencetak dua gol di Piala Dunia 2014, yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 16 gol.
  • Faryd Mondragón menjadi pemain tertua (43 tahun, 3 hari) yang pernah berlaga di Piala Dunia. (bola/dre)