
Bola.net - Bola.net - Sepanjang sejarahnya, Inter Milan baru pernah memiliki delapan legiun asing asal Jerman. Legiun kedelapan adalah Lukas Podolski, yang dipinjam Inter pada 5 Januari 2015 hingga akhir musim 2014/15 dari Arsenal.
Kehadiran Podolski memutar kembali memori manis tentang para pemain legendaris Jerman di Giuseppe Meazza.
Dari semua legiun Jerman yang pernah berseragam Inter, ada empat yang kontribusinya bisa dibilang terbaik bagi La Beneamata. Berikut ulasannya.
KARL-HEINZ RUMMENIGGE

Rummenigge dibeli Inter dengan rekor transfer €5,7 juta pada tahun 1984.
Meski sepak terjangnya di Italia lebih identik dengan cedera, Rummenigge masih sanggup mencetak 26 gol dalam 69 penampilan di semua ajang selama tiga musim berseragam Inter sebelum hijrah ke Servette FC. Di klub Swiss itu, dia kemudian mengakhiri karier profesionalnya.
LOTHAR MATTHAUS

Matthaus mencetak winning goal ketika Inter menaklukkan Napoli 2-1 dalam laga yang menentukan keberhasilan timnya menjuarai Serie A di musim tersebut.
Kepemimpinannya di atas lapangan juga menjadi salah satu faktor dalam kesuksesan Inter merengkuh trofi UEFA Cup 1990/91, trofi pertama Inter di Eropa dalam 26 tahun.
"Dia adalah lawan paling sulit yang pernah saya hadapi dalam hidup saya," kata legenda Napoli dan Argentina Diego Maradona tentang kehebatan seorang Matthaus.
ANDREAS BREHME

Bersama Lothar Matthaus, Brehme bergabung dengan Inter Milan dari Bayern Munich di tahun 1988. Dia adalah salah satu pilar di skuat Inter besutan Giovanni Trapattoni yang dikenal sebagai 'Inter dei record' (Inter sang pemecah rekor).
Sama seperti Matthaus, Brehme juga berjasa membawa Inter menjuarai Serie A 1988/99, Supercoppa Italiana 1989 dan UEFA Cup 1990/91.
JURGEN KLINSMANN

Pada musim perdananya, Klinsmann mencetak 13 gol dan Inter hanya finis peringkat tiga di Serie A. Musim berikutnya, Klinsmann membantu Inter menjuarai UEFA Cup (menang agregat 2-1 vs AS Roma) dan mencetak 14 gol di Serie A. Kontribusi positif itu mengantarnya mendapatkan perpanjangan kontrak sampai 1994.
Namun, keterpurukan Inter di musim 1991/92 (finis peringkat 8) membuat semuanya jadi berantakan. Situasi tak lagi kondusif akibat perpecahan internal, Klinsmann pun memutuskan hengkang ke AS Monaco.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 20 April 2026 04:08 -
Liga Italia 20 April 2026 02:31
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 20 April 2026 12:46 -
Otomotif 20 April 2026 12:39 -
Liga Italia 20 April 2026 12:22 -
Otomotif 20 April 2026 11:55 -
Tim Nasional 20 April 2026 11:53 -
Liga Inggris 20 April 2026 11:47
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gen...
- 3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Du...
- Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Du...
- Bukan Cuma Lewandowski, Ini Deretan Bintang Top ya...
- Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503052/original/005318900_1771076011-Rano_Museum.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5560274/original/089142900_1776662532-IMG_9227.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5402724/original/044281600_1762269993-WhatsApp_Image_2025-11-04_at_18.59.33.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5560254/original/043200900_1776661106-WhatsApp_Image_2026-04-20_at_11.33.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5560094/original/004840600_1776658318-billie_eilish.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5560122/original/096176100_1776658974-InShot_20260420_094923315.jpg)

