
Bola.net - Bola.net - Ada satu orang yang tak pernah absen 'memperkuat' Brasil di setiap Piala Dunia sejak edisi 1990 di Italia. Namun jangan salah. Dia bukanlah kiper, bek, gelandang ataupun penyerang. Dia adalah seorang suporter; seorang suporter yang sangat setia.
Namanya, Clovis Acosta Fernandes.
Hanya sayang, takkan ada Piala Dunia ke-8 untuknya. Pria kelahiran Porto Alegre, Rio Grande do Sul, 1 Oktober 1954 ini telah tutup usia pada 16 September 2015 silam.
Dia meninggal dunia di usia 60 setelah berjuang melawan kanker sembilan tahun lamanya. Dia sudah tiada, tapi sosoknya takkan pernah terlupakan.
Clovis Acosta Fernandes adalah salah satu suporter sepakbola paling terkenal di dunia. Namanya melejit usai Piala Dunia 2014 di Brasil, tanah kelahirannya.
Namun sayangnya, hal itu justru terjadi setelah Brasil mengalami aib paling memalukan sepanjang sejarah persepakbolaan mereka. Selecao dihabisi Jerman 1-7 di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, di babak semifinal.
Setelah peluit panjang, yang terjadi adalah banjir air mata. Para pemain Brasil dan para suporter mereka tak kuasa menahan kesedihan. Clovis Acosta Fernandes termasuk di antaranya.
Kamera menangkap pria sepuh yang dikenal juga sebagai 'Gaucho da Copa' itu sedang memeluk erat replika trofi Piala Dunia dengan mata sembap. Kesedihannya terlihat jelas.
'Saddest man in Brazil', seperti disebut oleh media-media internasional, lalu menyerahkan 'trofi' yang dia pegang kepada seorang suporter Jerman. Seperti dikutip waktu itu, dengan jiwa besar, dia berkata: "Bawalah ke final. Kau tahu kalau ini tidak mudah, tapi kau pantas mendapatkannya. Selamat!"
Clovis Acosta Fernandes, seperti disebukan di awal, adalah seorang suporter yang fanatik dan setia. Dia sudah mengikuti lebih dari 150 pertandingan timnas Brasil di lebih dai 60 negara, di Copa America dan Piala Konfederasi, serta tujuh Piala Dunia.
Semua dimulai pada 1990. Dia memutuskan menjual restorannya dan berangkat ke Italia untuk melihat langsung perjuangan Brasil di pentas akbar Piala Dunia. Sejak itu, Selecao menjadi bagian dari hidupnya. Dia adalah saksi kesuksesan Brasil meraih titel ke-4 di Amerika Serikat 1994, juga kedigdayaan Cafu dan kawan-kawan menjadi raja di Korea-Jepang 2002.
Penampilannya pun khas. Dia identik dengan topi koboi dan kumis tebalnya.
Sebelum Piala Dunia 2014 di Brasil berlangsung, FIFA merilis sebuah dokumenter singkat berjudul 'Meet Brazil's '12th player'. Ya, Clovis Fernandes lah dikisahkan dalam video tersebut.
"Saya pemain ke-12 mereka... Saya yang bersorak, saya yang berteriak... Yakinlah kalau saya akan mengakhiri turnamen ini sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Brasil."
Hanya sayang, impiannya untuk melihat Brasil menjuarai Piala Dunia di negeri sendiri tak kesampaian. Langkah mereka dihentikan Jerman di semifinal, dan lewat sebuah kekalahan yang sangat memalukan.
Ketika Clovis Fernandes meninggal pada 16 September 2015, dunia ikut berduka. FIFA bahkan turut menyampaikan sebuah tribute, menyebutnya sebagai suporter paling ikonik sepanjang masa.
Football today lost one of its most symbolic all-time supporters. Clóvis Acosta Fernandes, who watched his beloved Brazil at seven FIFA World Cups & in over 60 countries, passed away, aged 60, after a long battle against cancer. Innumerable fans snapped selfies with the good-natured Gaúcho during Brazil 2014, while the sight of him crying during the Seleção’s semi-final defeat was one of the most iconic images of the tournament. We’ll miss you, Clóvis. #RIP #GaúchoDaCopa #Brazil #Brasil #Seleção #SuperFan #Fanatic #Legend #WorldCup
A post shared by FIFA World Cup (@fifaworldcup) on Sep 16, 2015 at 8:17am PDT
Brasil sudah kehilangan salah satu suporter terbaiknya.
Tak ada lagi Clovis Acosta Fernandes dengan penampilan khasnya. Tak ada lagi Clovis Acosta Fernandes dengan replika trofi dalam pelukannya.
Namun sosoknya takkan terlupakan, selamanya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
Editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
Editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
Piala Dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 September 2026 19:05Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
-
Liga Spanyol 4 September 2026 18:30Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
-
Liga Champions 4 September 2026 17:55Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 19:57Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran
-
Liputan6 4 September 2026 19:50160 Siswa Keracunan, Dapur MBG di Toraja Disanksi
-
Liputan6 4 September 2026 19:44Tersangka Kasus Kebakaran Hutan Bertambah Jadi 112 Orang
-
Liputan6 4 September 2026 19:29Hujan Akhirnya Menyapa Pontianak
-
Liputan6 4 September 2026 19:10Hukuman 2 TNI Kasus Andrie Yunus Dipangkas dan Batal Dipecat
-
Liputan6 4 September 2026 18:30Banjarbaru Buka Rumah Oksigen 24 Jam Hadapi Kabut Asap
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340875/original/044738600_1788526653-93357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340870/original/079729800_1788526203-1091801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340866/original/033813100_1788525848-93367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340860/original/078027400_1788524971-1002269829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340835/original/050371000_1788521462-kepolisian-buka-posko-kesehatan-warga-terdampak-karhutla-2855752.jpg)

