
Bola.net - - Denis Law merupakan salah satu pemain legendaris yang dimiliki Manchester United. Pemain kelahiran 24 Februari 1940 menikmati karir yang panjang dan sukses sebagai striker dari tahun 1950 hingga 1970-an.
Karir Law sebagai pemain sepak bola dimulai di Divisi II Huddersfield Town pada tahun 1956. Setelah empat tahun di Huddersfield, Manchester City membelinya dengan biaya transfer sebesar 55.000 Pounds, jumlah yang menjadi rekor tranfer Inggris kala itu. Law menghabiskan satu tahun di sana sebelum Torino membelinya dengan harga 110.000 Pounds, sekali lagi ia memecahkan rekor baru untuk harga transfer. Meskipun dia bermain bagus di Italia, dia merasa sulit untuk menetap di sana. Manchester United kemudian berminat membawanya pulang ke Inggris pada tahun 1962, dengan harga 115.000 Pounds, ya tentu saja harganya kembali menjadi rekor baru.
Ia menjadi terkenal selama sebelas tahun membela United. Law berhasil mencetak 237 gol dalam 409 penampilannya. Ia kemudian dijuluki The King dan The Lawman oleh para pendukung United. Dia adalah satu-satunya pemain Skotlandia dalam sejarah yang bisa meraih penghargaan pemain terbaik Eropa sejauh ini. Ia membantu United memenangkan juara Divisi Pertama pada tahun 1965 dan 1967.
Law adalah pencetak gol terbanyak kedua di United, satu peringkat di belakang Bobby Charlton. Law memegang rekor United sebagai pemain yang mampu mencetak 46 gol dalam satu musim.
Denis Has Done It!
Dari seorang pahlawan yang sebelumnya dipuja-puja, Law berubah menjadi musuh yang sangat dibenci pendukung United. Law meninggalkan Manchester United di tahun 1973 dan kembali ke Manchester City dengan status bebas transfer.
Kepindahan Law membawa dampak yang amat buruk bagi United kala derby Manchester kembali terjadi di Old Trafford pada 27 April 1974. Pada saat itu Liga Inggris menyisakan dua laga sebelum menutup musim. United dalam keadaan kritis, mereka wajib menang untuk menghindari degradasi meski masih memiliki satu lagi pertandingan tandang ke Stoke. Mereka juga mengharapkan Norwich dapat mengalahkan Birmingham untuk menolong mereka.
Setelah 80 menit pertandingan berlangsung lambat tidak satupun gol tercipta. Drama pun berawal ketika Francis Lee menggiring bola ke depan dan memberi umpan ke Denis Law yang berdiri membelakangi gawang. Secara spontan Law meneruskan bola itu menggunakan tumit belakang kakinya sehingga bola melewati kiper Alex Stepney dan gol akhirnya tercipta untuk keunggulan City, kiamat bagi United.
Pemain-pemain City lalu mengucapkan selamat kepadanya, namun Law hanya bisa tertegun diam. Pada menit-menit akhir pertandingan, pendukung United memaksa masuk ke dalam lapangan. Law meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk saat digantikan. Ia menyadari konsekuensi golnya tersebut telah membuat United terdegradasi. Ia memilih untuk tidak merayakan gol tersebut karena masih mencintai United. Namun ternyata diketahui United telah terdegradasi walau pertandingan berakhir imbang, tetapi Law tidak mengetahui hal itu.
Permainan ini merupakan pertandingan klub terakhir dari karir profesional Law, karena ia pensiun pada musim panas berikutnya.
Law kemudian berkata tentang gol tersebut, "Saya jarang merasa begitu tertekan dalam hidup saya seperti yang telah saya lakukan pada akhir pekan itu. Setelah 19 tahun memberikan semuanya untuk mencetak gol, saya akhirnya mencetak satu yang saya tidak harapkan terjadi".
Pertandingan tersebut masih diingat pendukung City sebagai "the day Denis Law back-heeled United into the Second Division". United akhirnya bisa kembali ke Divisi Satu musim berikutnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 April 2026 20:38 -
Liga Inggris 4 April 2026 20:30 -
Liga Inggris 4 April 2026 20:00 -
Liga Inggris 4 April 2026 19:30 -
Voli 4 April 2026 19:13 -
Liga Inggris 4 April 2026 19:00
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500251/original/094132900_1770847449-000_974E3FU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546473/original/070798600_1775308121-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546439/original/023859300_1775300639-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546425/original/053839400_1775297732-Potret_penggawa_pada_45_menit_pertama.______PSMPERSIS_-__LaskarSambernyawa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546395/original/009180300_1775294144-Breath_of_Fire_IV_Steam_vs_GOG__Mana_yang_Lebih_Layak_Dibeli_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546298/original/063618700_1775285023-Breath_of_Fire_IV_Steam_01.jpeg)
