5 Faktor Kunci Arsenal Juara Premier League, Akhiri Penantian 22 Tahun

5 Faktor Kunci Arsenal Juara Premier League, Akhiri Penantian 22 Tahun
Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, berpelukan dengan Piero Hincapie setelah pertandingan Premier League kontra Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Arsenal akhirnya memastikan diri sebagai juara Premier League musim 2025-26. Kepastian itu datang setelah Manchester City ditahan imbang Bournemouth dengan skor 1-1.

Pasukan Mikel Arteta mengunci gelar dengan satu pertandingan tersisa musim ini. Keberhasilan tersebut mengakhiri puasa gelar liga yang berlangsung selama 22 tahun.

Dalam tiga musim sebelumnya, Arsenal selalu gagal di momen penentuan. Kali ini, The Gunners tampil lebih matang dan konsisten sepanjang musim.

Arteta berhasil membangun skuad yang lebih dalam dan seimbang. Kombinasi pemain inti dan pelapis membuat Arsenal mampu menjaga performa di berbagai kompetisi.

Selain kualitas permainan, ada sejumlah faktor penting yang membantu Arsenal mencapai garis finis. Dari performa David Raya hingga menurunnya konsistensi rival, semuanya berpengaruh besar.

1. David Raya Tampil Sangat Konsisten

1. David Raya Tampil Sangat Konsisten

Kiper Arsenal, David Raya, bereaksi setelah pertandingan Premier League melawan West Ham, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

David Raya kembali memenangkan penghargaan Golden Glove Premier League untuk ketiga musim beruntun. Namun, musim ini dianggap sebagai penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Arsenal dari Brentford FC pada 2023.

Raya tampil konsisten sepanjang musim dan memainkan peran penting dalam sejumlah kemenangan tipis Arsenal. Ia menjadi penentu dalam kemenangan 1-0 atas Manchester United serta West Ham United lewat sederet penyelamatan krusial.

Salah satu momen penting terjadi saat tinjauan VAR memutuskan dirinya dilanggar sehingga gol penyeimbang West Ham dianulir. Mantan kapten Arsenal Patrick Vieira bahkan menyebut Raya layak menjadi pemain terbaik musim ini berkat performanya yang luar biasa dari awal hingga akhir kompetisi.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 24 Mei 2026
Crystal Palace Crystal Palace
22:00 WIB
Arsenal Arsenal

2. Kekuatan Bola Mati Arsenal

2. Kekuatan Bola Mati Arsenal

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Lebih dari 40 persen gol Arsenal di Premier League musim ini berasal dari situasi bola mati. Dari total 28 gol set piece mereka, 18 di antaranya lahir lewat sepak pojok yang menjadi rekor baru kompetisi dalam satu musim.

Sebagian rival sempat mengejek Arsenal dengan julukan “Set Piece FC” karena dianggap kurang kreatif dalam permainan terbuka. Namun, pelatih spesialis bola mati Nicolas Jover justru berhasil menciptakan banyak variasi taktik yang efektif.

Arsenal juga memiliki eksekutor berkualitas seperti Bukayo Saka dan Declan Rice yang mampu mengirim umpan akurat ke kotak penalti. Ditambah banyak pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat, lawan kesulitan menghentikan ancaman mereka dari bola mati.

3. Peran Vital Declan Rice

3. Peran Vital Declan Rice

Selebrasi gelandang Arsenal, Declan Rice usai mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Declan Rice mungkin kalah dari Bruno Fernandes dalam penghargaan pemain terbaik versi jurnalis sepak bola. Namun, gelandang Inggris itu tetap menjadi simbol penting keberhasilan kolektif Arsenal musim ini.

Rice telah memainkan lebih dari 4.000 menit di semua kompetisi dalam upaya tanpa henti membantu Arsenal meraih gelar. Kehadirannya menjadi bukti keputusan tepat Arsenal saat mengeluarkan lebih dari £100 juta untuk merekrutnya tiga tahun lalu.

Selain menyumbang empat gol dan lima assist di liga, kontribusi terbesar Rice terlihat dari kerja kerasnya tanpa bola. Perannya sangat vital dalam menjaga Arsenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Premier League musim ini.

4. Kedalaman Skuad yang Lebih Kuat

4. Kedalaman Skuad yang Lebih Kuat

Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Cedera sempat menjadi faktor besar yang menggagalkan perburuan gelar Arsenal pada musim sebelumnya. Pengalaman tersebut membuat Mikel Arteta memutuskan memperkuat kedalaman skuad secara serius.

Keputusan itu terbukti tepat meski sejumlah pemain penting seperti Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes, Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Jurrien Timber sempat mengalami masalah kebugaran.

Pemain baru seperti Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Piero Hincapie, dan Cristhian Mosquera memberikan kontribusi besar. Mereka membantu Arsenal bersaing hingga akhir dalam perebutan Premier League dan mendekati gelar Liga Champions pertama.

5. Para Rival Tidak Sekonsisten Biasanya

5. Para Rival Tidak Sekonsisten Biasanya

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai laga melawan Bournemouth yang berakhir 1-1, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal sebenarnya pernah mengumpulkan poin lebih banyak dua tahun lalu saat gagal menjadi juara karena dikalahkan Manchester City. Saat itu, Arsenal bahkan memenangkan 16 dari 18 pertandingan terakhir mereka.

Dalam satu dekade terakhir, Manchester City dan Liverpool sering menetapkan standar tinggi dengan raihan lebih dari 90 poin untuk menjadi juara liga. Namun musim ini, total 82 poin sudah cukup membawa Arsenal menuju gelar.

City tetap membawa persaingan hingga pekan terakhir, tetapi mereka tidak menunjukkan konsistensi seperti tim terbaik era Pep Guardiola sebelumnya. Sementara itu, Liverpool gagal mempertahankan gelar dan Manchester United hanya finis ketiga setelah memecat Ruben Amorim di tengah musim.

Klasemen Premier League