Ranking Bek Tengah Real Madrid Sejak Tahun 2000

Ranking Bek Tengah Real Madrid Sejak Tahun 2000
Sergio Ramos (c) Real Madrid

Bola.net - Bola.net - Real Madrid bukanlah tim yang dikenal karena kehebatan bertahannya. Mereka sudah pasti punya barisan penyerang yang hebat seperti Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale yang ada di skuat asuhan Zinedine Zidane saat ini.

Oleh karena itu, defender cukup jarang mendapatkan publikasi yang berlebih di Santiago Bernabeu meski tiga dari lima kapten terakhir merupakan bek tengah dan yang sekarang adalah pahlawan sejati.

Sejak presiden Florentino Perez berkuasa pada tahun 2000, Los Blancos sudah merekrut 10 bek tengah. Namun, bagaimana kiprah mereka setelah datang ke Madrid?

Berikut ini ranking bek tengah Real Madrid yang didatangkan sejak tahun 2000 seperti dilansir Squawka.

Sergio Ramos

Sergio Ramos

Ramos direkrut sebagai bek kanan, dan dia tampil sangat bagus di sana. Pada tahun 2011, Vicente Del Bosque punya ide cerdas untuk memecahkan masalah Carles Puyol semakin menua dan Raul Albiol tidak bisa diharapkan. Ia menggeser Ramos ke bek tengah. Itu bekerja dengan baik sehingga Jose Mourinho melakukan hal serupa di Real Madrid.

Sergio Ramos adalah bek tengah yang bagus. Bahkan bisa dibilang yang terbaik. Bukan hanya piawai dalam bertahan, Ramos juga bisa dibilang sebagai defender yang subur dan sering menyelamatkan timnya berkat gol yang dicetaknya.

Pepe

Pepe

Direkrut dengan dana yang besar pada tahun 2007, Pepe mampu membuktikan bahwa ia layak dihargai dengan mahal.

Pemain Portugal itu sudah membantu Real Madrid memenangkan piala banyak trofi berkat kombinasi kualitas bertahan dan tindakan agresifnya.

Kebrutalan Pepe memang sudah menjadi legenda di Santiago Bernabeu. Namun, kiprah Pepe sepertinya akan berakhir pada akhir musim nanti dan Madrid tentu bakal kesulitan mencari pemain seperti dirinya.

Raphael Varane

Raphael Varane

Raphael Varane direkrut Real Madrid pada masa kepemimpinan Jose Mourinho.

Dengan kombinasi kecepatan dan kekuatan, pemain Prancis itu kini menjadi tembok tebal dan memainkan peran penting dalam meraih dua trofil Liga Champions belakangan ini.

Kini Varane mendapat tempat reguler di bawah asuhan Zinedine Zidane dan masih punya waktu yang panjang untuk meningkatkan kemampuannya.

Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro

Real Madrid mengambil keuntungan dari Juventus yang terdegradasi karena skandal Calciopoli dengan merekrut Fabio Cannavaro dengan harga yang murah.

Cannavaro mampu memberikan kualitas selama tiga tahun di klub dan membantu mereka meraih dua gelar La Liga beruntun.

Pemain Italia itu meninggalkan klub pada musim panas 2009 dan mendapat standing ovation dalam pertandingan kandang terakhirnya.

Raul Albiol

Raul Albiol

Satu-satunya bek tengah yang direkrut pada musim panas yang cukup boros tahun 2009, Albiol datang ke Santiago Bernabeu sebagai masa depan tim nasional Spanyol.

Dianggap sebagai penerus Carlos Marchena dan ditakdirkan untuk berduet dengan Carles Puyol, Albiol justru tidak berkembang di Real Madrid. Meski bermain cukup baik tapi ia kemudian disalip Gerard Pique dan rekan setimnya sendiri Sergio Ramos di timnas Spanyol.

Albiol cuma menjadi pemain cadangan ketika Los Blancos memenangkan gelar pada tahun 2012.

Ezequiel Garay

Ezequiel Garay

Direkrut dan dipinjamkan kembali ke Racing pada musim 2008/09, Garay datang ke Real Madrid pada musim panas yang sibuk tahun 2009 dan lini belakang mereka sudah stabil.

Garay tampil reguler di bawah asuhan Manuel Pellegrini yang mengantarkan Madrid meraih 96 poin tapi gagal memenangkan La Liga. Menariknya, Los Blancos hanya gagal meraih empat kemenangan dari 20 pertandingan La Liga musim itu.

Di bawah kepemimpinan Jose Mourinho, Garay lebih sering menjadi pemain cadangan sebelum akhirnya dijual.

Ricardo Carvalho

Ricardo Carvalho

Didatangkan oleh Jose Mourinho, defender Portugal ini menjadi starter untuk Real Madrid saat menyelesaikan musim1 di belakang Barcelona pada 2010/11.

Carvalho cukup beruntung tidak mendapat kartu merah saat Real Madrid dipermalukan 5-0 oleh Barcelona di Camp Nou. Setelah itu ia kerap menjadi cadangan dan tidak bertahan lama di klub.

Christoph Metzelder

Christoph Metzelder

Direkrut secara gratis untuk menambah kedalaman lini belakang, Metzelder tidak berhasil melakukannya karena ia sering mengalami cedera selama berada di sana.

Pemain Jerman itu pernah dipecundangi Lionel Messi ketika Real Madrid tumbang 2-6 melawan Barcelona. “Kami tidak punya petunjuk [bagaimana menangani Messi],” kata Metzelder. Penampilan buruknya itu tentu mempengaruhi masa depan sang pemain di Santiago Bernabeu.

Walter Samuel

Walter Samuel

Diproyeksikan untuk menjadi jantung pertahanan Real Madrid yang baru bersama Jonathan Woodgate, Walter Samuel justru menjadi bencana.

Meski tampil sangat bagus di Serie A, Samuel tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya La Liga dan akibatnya era Galacticos Florentino Perez mulai runtuh.

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate

Didatangkan pada tahun 2004, Jonathan Woodgate tidak bermain sampai tahun 2005. Ia menghabiskan seluruh musim debutnya dengan mengalami serangkaian cedera.

Ketika kondisinya pulih dan menjalani pertandingan debutnya, Woodgate justru mencetak gol bunuh diri dan mendapatkan kartu merah sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Dia sempat bermain dalam beberapa pertandingan, kemudian mendapat cedera lagi dan dipinjamkan sebelum dijual.