8 Pemain yang Pernah Membela Persebaya dan Arema: Dari Aji Santoso Hingga Makan Konate

Asad Arifin | 23 Februari 2022 09:17
Makan Konate (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Persebaya Surabaya akan berjumpa Arema FC pada pekan ke-27 BRI Liga 1 2021/2022, Rabu (23/2/2022) malam WIB. Duel ini diprediksi akan cukup seru lantaran rivalitas suporter kedua tim yang cukup seru.

Saat ini, Arema FC berada di puncak klasemen BRI Liga 1 dan baru menelan satu kekalahan dari 26 laga. Sementara, kubu Persebaya berada di posisi kelima klasemen dan menang atas Persiraja pada laga terakhirnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dua klub Jawa Timur ini terlibat dalam rivalitas sejak lama. Pertemuan antara Persebaya dan Arema selalu melahirkan persaingan sengit di dalam lapangan. Tak jarang, suporter turut meramaikan rivalitas tim kebanggaan mereka.

Tapi, di balik cerita itu, ada beberapa pemain yang pernah membela kedua kubu. Aji Santoso adalah yang paling istimewa. Sebab, dia pernah jadi pelatih dan pemain untuk Persebaya dan Arema.

Lalu, siapa lagi selain Aji Santoso? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 9 halaman

Aji Santoso

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Selasa (26/10/2021). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Sebagai pemain, Aji Santoso memberi gelar Galatama untuk Singo Edan pada musim 1992. Keputusannya pindah ke Persebaya pada 1995 melahirkan banyak protes keras dari Aremania. Sudah bukan rahasia lagi, rivalitas dengan Bonek menjadi alasannya.

Musim berikutnya di Liga Indonesia 1996-1997, Aji masih menjadi kapten tim di bawah arahan pelatih Rusdy Bahalwan. Bajul Ijo sukses menjuarai kompetisi ini menjadi prestasi pertama mereka sejak Perserikatan dan Galatama digabung pada 1994.

Aji Santoso beberapa kali tercatat sebagai pelatih Persebaya, termasuk di Divisi Utama 2008/2009. Aji juga pernah menjadi pelatih Arema pada 2017. Ketika itu, dia memberikan trofi Piala Presiden 2017 kepada Singo Edan.

2 dari 9 halaman

Hendro Kartiko

Hendro Kartiko (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Penjaga gawang satu ini dikenal sebagai andalan Timnas Indonesia di era 1990-an akhir dan 2000-an awal. Hendro Kartiko pernah berseragam Persebaya dalam dua periode yang berbeda, yakni 1998-2000 dan 2004-2005.

Prestasi terbaiknya tentu saja membawa Bajul Ijo menjuarai Divisi Utama 2004 di bawah arahan pelatih Jacksen Tiago. Sempat hijrah ke Persija, Hendro memutuskan bergabung Arema pada 2006 hingga 2008.

Tak persembahan gelar dari Hendro untuk Singo Edan. Dia sendiri mengawali karier sebagai pelatih kiper bersama Arema pada 2012. Pria asal Banyuwangi itu kini tercatat sebagai pelatih kiper Madura United.

3 dari 9 halaman

Gendut Doni

Sosok satu ini adalah nama lain yang kerap menghiasi skuat Timnas Indonesia di era 2000-an. Gendut Doni merupakan striker yang mampu menyumbang sembilan gol dari 20 penampilan di level internasional bersama Tim Merah Putih.

Di level klub, Gendut Doni pernah berseragam Persebaya (2004-2005) dan Arema (2005-2006). Ya, dia merupakan satu di antara pemain yang pernah hijrah langsung dari Bajul Ijo ke Singo Edan.

Tak ada prestasi yang disumbangkannya bersama dua klub tersebut. Namun, pria asal Salatiga ini merupakan striker lokal andalan saat membela Persebaya maupun Arema di masing-masing musim yang berbeda.

4 dari 9 halaman

Kurnia Sandy

Pelatih penjaga gawang Madura United, Kurnia Sandy. (c) Official Madura United

Kurnia Sandy adalah nama penjaga gawang lain yang pernah membela dua klub besar Jawa Timur ini. Latar belakangnya sebagai kiper Timnas Indonesia dikenal luas. Apalagi, dia sempat membela Sampdoria Primavera di 1994.

Kiper asli Semarang ini bergabung dengan Arema pada 2003-2006. Dia adalah bagian integral Singo Edan yang menjuarai Divisi I 2004 serta Copa Indonesia 2005 dan 2006. Turnamen terakhir sempat berganti jadi Piala Indonesia dan kini belum digelar lagi.

Sempat pindah ke Persik Kediri pada 2006-2008, Kurnia Sandy kemudian menjadi bagian Persebaya di Divisi Utama 2008-2009, saat itu sudah menjadi kompetisi kasta kedua. Sayang, kebersamaannya tidak lama dan tidak ada gelar untuk Bajul Ijo.

5 dari 9 halaman

Hamka Hamzah

Manajer sekaligus kapten tim Liga 2, Rans Cilegon FC, Hamka Hamzah (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Pria asal Makassar ini punya perjalanan karier unik. Dia mengawali karier di PSM Makassar, tapi hijrah ke Persebaya di usia yang masih belia, yakni 18 tahun, pada 2002. Hamka Hamzah adalah bagian tim Jawa Timur yang meraih emas PON 2004.

Nama satu ini juga masuk skuat Persebaya yang menjuarai Divisi I 2003. Setelah itu, dia memilih hengkang dan membela sejumlah klub tanah air lain. Mulai dari Persik Kediri, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, hingga Sriwijaya FC pernah memakai jasanya.

Hamka Hamzah tercatat pernah membela Arema di periode pada 2016 dan 2018-2019. Semuanya dilakoni dengan mendapat jabatan kapten tim. Dia pun mengangkat trofi Piala Presiden 2019 untuk Arema sebelum hijrah ke Persita Tangerang (2020) dan kini jadi bagian RANS Cilegon.

6 dari 9 halaman

Ricky Kayame

Ricky Kayame saat masih membela Persebaya musim lalu. (c) Bola.com//Zaidan Nazarul

Penyerang asal Papua ini mulanya dikenal berkat kiprahnya bersama Persipura Jayapura. Namanya juga pernah menghiasi Persib Bandung dengan status pinjaman pada 2016. Ricky Kayame kemudian hijrah ke Persebaya di pertengahan musim 2017.

Ricky Kayame adalah bagian integral Persebaya yang menjuarai Liga 2 2017 di bawah arahan pelatih Alfredo Vera. Kariernya berlanjut hingga Liga 1 2018 dan mulai minim mendapatkan kesempatan bermain.

Pemain berpostur 162 cm itu kemudian membuat keputusan mengejutkan dengan bergabung Arema di musim 2019. Menariknya, dia berhasil mempersembahkan trofi Piala Presiden 2019 dengan mencetak gol ke gawang Persebaya di partai puncak ajang itu.

7 dari 9 halaman

Makan Konate

Makan Konate berlatih bersama Persebaya Surabaya (c) Bola.net/Mustopa El Abdy

Gelandang asal Mali ini adalah nama lain yang ikut membawa Arema menjuarai Piala Presiden 2019. Makan Konate selama ini dikenal sebagai pemain asing yang sarat prestasi selama membela klub Indonesia.

Dengan kualitasnya, Konate menjadi buruan panas yang diperebutkan oleh banyak klub kontestan Liga 1 2020. Dia pun membuat keputusan mengejutkan dengan memilih hengkang dari Arema demi bergabung Persebaya.

Di Bajul Ijo, Makan Konate memakai nomor punggung 10 sekaligus didapuk sebagai kapten. Dia pun mempersembahkan trofi Piala Gubernur Jatim 2020. Sayang, kebersamaannya dengan Persebaya tidak lama karena Liga 1 dihentikan akibat pandemi.

8 dari 9 halaman

Samsul Arif

Penyerang Persebaya, Samsul Arif, pada laga melawan Persela di Piala Menpora 2021 (c) Ikhwan Yanuar Harun

Striker asal Bojonegoro ini merupakan satu-satunya pemain yang masih aktif membela Persebaya di tengah rivalitas dengan statusnya sebagai mantan pemain Arema. Ya, Samsul Arif kini merupakan bagian dari skuat Persebaya di BRI Liga 1.

Jauh sebelumnya, pemain gaek berusia 37 tahun itu merupakan pemain andalan Singo Edan pada 2013-2015. Prestasinya cukup gemilang dengan pernah memberi trofi Piala Gubernur Jatim 2013 dn Inter Island Cup 2015.

Sebagai pemain yang sudah bergabung Persebaya, Samsul diharapkan bisa mencetak gol ke gawang mantan klubnya sekalipun. Hal itu sudah terjadi di putaran pertama lalu saat pertandingan berakhir dengan skor 2-2 (6/11/2022).

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR