FOLLOW US:


Bagi Iwan Setiawan, PS TNI itu 'Nothing'

17-11-2015 13:25
Bagi Iwan Setiawan, PS TNI itu 'Nothing'
Iwan Setiawan © M. Syafaruddin
Bola.netBola.net - Bagi pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC), Iwan Setiawan mengatakan bahwa tak ada satu pun pemain PS TNI yang harus diwaspadai oleh anak asuhnya. Menurut Iwan, dirinya tak terlalu memperdulikan tim asuhan Suharto AD ini.

"Kami tidak terlalu memperdulikan PS TNI, kami lebih peduli dengan taktik tim kami. Karena buat kami PS TNI bukan apa-apa, bukan sandungan. Sepanjang kami fokus, sepanjang kami konsentrasi," kata Iwan.

PS TNI mendapat apresiasi positif usai menaklukkan Surabaya United dengan skor 2-1, Minggu (15/11) lalu. Kecepatan dan kegigihan Legimin Raharjo dan kawan-kawan dinilai sebagai kunci kemenangan PS TNI.

Tapi Iwan Setiawan memiliki pandangan lain tentang PS TNI. "Mereka tidak ada yang cepat. Cepat bagaimana? Itu karena Surabaya United yang bodoh karena tidak bisa lari," ucap Iwan ketika ditemui Bola.net, Selasa (17/11) siang di Best Western Papilio Hotel Surabaya.

Iwan juga menganggap PS TNI tidak memiliki pemain yang menonjol. Termasuk dua pemain yang mencetak gol ke gawang Surabaya United, yakni Manahati Lestusen dan kapten tim Legimin Raharjo. "Tidak ada yang menonjol. Lestusen? Buktinya dia cadangan," sebut Iwan.

"Legimin pemain tua, guys. Dia tidak dipakai di Super League akhirnya dia turun kasta. Baru sekarang dia bisa menonjol," sambung eks pelatih Persela Lamongan ini.

"Zaman bagus-bagusnya Legimin, kita tahu dia tidak hebat dalam heading. Tiba-tiba lawan Surabaya United dia bisa cetak gol dari heading. Berarti siapa yang pintar? Legiminnya atau Surabaya Unitednya yang goblok," imbuh pelatih asal Aceh ini.

Pun demikian dengan dua pemain lulusan Tim Nasional (Timnas) U-19, yakni kiper Ravi Murdianto dan striker Dimas Drajat. Bagi Iwan, mereka belum apa-apa. "Timnas U-19 itu masih belum apa-apa. Orang lihat pemain senior saja masih gemetar," cetus Iwan.

"Menangnya Timnas U-19 kita hebat? Orang dari Korea saja kalah kok. Setelah jadi juara disini, kita jadi bulan-bulanan di Myanmar. Hebat dari mana? Mereka belum apa-apa," pungkas Iwan.