FOLLOW US:


Bertemu Ketum PSSI, Menpora Bahas Tiga Masalah Ini

17-10-2017 01:10
Bertemu Ketum PSSI, Menpora Bahas Tiga Masalah Ini
Edy Rahmayadi dan Imam Nahrawi © Fitri Apriani

Bola.net - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin . Dalam pertemuan tersebut, dibahas tiga poin penting.

Poin pertama, Imam mengatakan bahwa kehadiran tim medis di lapangan adalah hal yang mutlak. Terlebih setelah terjadi tragedi meninggalnya kiper Persela Lamongan, Choirul Huda saat melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017).

"Turut berbelasungkawa atas wafatnya sahabat kita penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda," buka Imam.

"Itu juga yang membuat salah satu kesepakatan kami bahwa harus support medis di tengah lapangan sehingga semua pemain maupun tim medis lebih sigap lagi bilamana terjadi sesuatu," sambungnya.

Selain itu, Imam juga menyampaikan perihal aksi-aksi brutal yang terjadi di kompetisi Indonesia. Contohnya, kisruh di kompetisi Liga 2 saat digelarnya laga antara Persewangi Banyuwangi versus PSBK Blitar dan pertandingan antara PSMS Medan melawan Persita Tangerang.

Imam tak ingin keributan seperti itu terulang kembali. Oleh sebab itu, pria asal Bangkalan ini ingin ada hukuman tegas yang dijatuhkan oleh pihak federasi sehingga menimbulkan efek jera.

"Kedua, memang saya bersepakat dengan ketua umum bahwa komisi disiplin harus diperkuat lagi, sehingga peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan bisa mendapatkan sanksi kepada siapapun. Saya kira itu hal besar yang harus kami support bersama-sama karena ketua umum betul-betul melaksanakan regulasi yang ada," katanya.

Pada poin terakhir, Imam ingin ada pembentukan parameter terkait calon atlet-atlet sepakbola di tanah air. Tak hanya itu, pria berusia 44 tahun ini juga berharap hal tersebut didukung penuh oleh berbagai pihak.

"Ketiga, kami ingin agar ada pemenuhan parameter atlet sepakbola karena pada saatnya PSSI-lah yang menghimpun tim-tim atau atlet terbaik, sepakbola terbaik, setelah melewati proses baik itu di akademi sepakbola, klub-klub sepakbola, maupun di masyarakat. Di sinilah peran penting masyarakat agar memberikan support penuh," pungkas Imam.