
Bola.net - Kebijakan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin mendapatkan kritikan tajam dari beberapa pihak. Termasuk di antaranya dari Bob Hippy.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy mengaku kecewa dengan keputusan Djohar yang menggelar rapat Exco bersama La Nyalla, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Tony Aprilani di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).
Bahkan, Bob memastikan jika segala hasil keputusan rapat tersebut cacat hukum. Penyebabnya, La Nyalla dan kawan-kawan belum resmi kembali ke dalam struktur organisasi PSSI.
"Keempatnya belum disahkan melalui Kongres PSSI. Alhasil, keempatnya juga tidak sah. Sehingga, apapun keputusan yang mereka keluarkan juga tidak sah," terangnya.
Dilanjutkannya, jika La Nyalla dan kawan-kawan ingin terlibat dalam pengambil keputusan dalam organisasi tertua di Indonesia tersebut, harus menunggu legalitas pada Kongres PSSI, di Jakarta, 17 Maret mendatang.
Lebih jauh Bob mengaku, sudah beberapa kali mencoba menghubungi Djohar untuk meluruskan segala persoalan yang terjadi. Misalnya saja, tidak sebatas kembalinya La Nyalla dan kawan-kawan, melainkan terbentuknya Badan Tim Nasional (BTN).
"Sayangnya, ketika saya hubungi, nomor teleponnya selalu tidak aktif," keluh Bob. (esa/dzi)
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy mengaku kecewa dengan keputusan Djohar yang menggelar rapat Exco bersama La Nyalla, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Tony Aprilani di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).
Bahkan, Bob memastikan jika segala hasil keputusan rapat tersebut cacat hukum. Penyebabnya, La Nyalla dan kawan-kawan belum resmi kembali ke dalam struktur organisasi PSSI.
"Keempatnya belum disahkan melalui Kongres PSSI. Alhasil, keempatnya juga tidak sah. Sehingga, apapun keputusan yang mereka keluarkan juga tidak sah," terangnya.
Dilanjutkannya, jika La Nyalla dan kawan-kawan ingin terlibat dalam pengambil keputusan dalam organisasi tertua di Indonesia tersebut, harus menunggu legalitas pada Kongres PSSI, di Jakarta, 17 Maret mendatang.
Lebih jauh Bob mengaku, sudah beberapa kali mencoba menghubungi Djohar untuk meluruskan segala persoalan yang terjadi. Misalnya saja, tidak sebatas kembalinya La Nyalla dan kawan-kawan, melainkan terbentuknya Badan Tim Nasional (BTN).
"Sayangnya, ketika saya hubungi, nomor teleponnya selalu tidak aktif," keluh Bob. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 21 Juli 2026 21:07Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
-
Bola Indonesia 21 Juli 2026 20:59Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
BERITA LAINNYA
-
indonesia 21 Juli 2026 21:07Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
-
indonesia 21 Juli 2026 20:59Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
-
indonesia 21 Juli 2026 19:26Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
-
indonesia 21 Juli 2026 19:02Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:47Fakta Baru Mayat Pria Mengapung di Bakauheni
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:35Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru BGN, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:52Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Empat Pelaku Ditangkap
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303541/original/046071900_1784641635-1001484373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303539/original/039229800_1784640967-IMG_3166.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303499/original/027949900_1784638381-TKP_Prajurit_TNI_Dibunuh_di_Tangerang.jpg)
