
Bola.net - Borneo FC memiliki modal berharga jelang laga lanjutan BRI Liga 1 2024/2025, kontra Arema FC. Pesut Etam, julukan Borneo FC, mengaku sudah banyak belajar dari pertemuan sebelumnya dengan Arema FC, pada Final Piala Presiden 2024.
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, menyebut bahwa laga ini merupakan ulangan dari partai final tersebut. Namun, kali ini, mereka sudah banyak belajar dari kekalahan pada laga tersebut.
"Kami tak kalah pada laga tersebut. Kami kalah melalui adu penalti. Dalam waktu normal, hasilnya 1-1. Saya rasa, kedua tim cukup seimbang. Sementara, adu penalti mirip seperti lotre. Kadang kita menang, kadang kalah," kata Huistra.
"Tentu saja, kami juga banyak belajar dari pertandingan ini. Hal-hal kecil akan membuat perbedaan dalam pertandingan," sambungnya.
Borneo FC akan menantang Arema FC pada laga pekan kedua mereka di BRI Liga 1 2024/2025. Laga ini bakal dihelat di Stadion Soepriadi Kota Blitar, Sabtu (17/08) sore.
Saat ini, Borneo FC menempati peringkat kelima klasemen. Pesut Etam mengoleksi tiga angka hasil dari kemenangan mereka pada laga pertama, kontra Semen Padang.
Sementara itu, Arema FC berada di posisi sepuluh klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025. Mereka meraih satu poin hasil bermain imbang kala menghadapi Dewa United pada laga pertama lalu.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Tak Kalah dari Arema FC
Lebih lanjut, Huistra menilai bahwa Arema FC merupakan lawan tangguh. Namun, pelatih asal Belanda ini menilai bahwa anak asuhnya juga tidak kalah dari klub berlogo singa mengepal tersebut.
"Musim ini, Arema jauh lebih kuat dari musim lalu. Namun, saya rasa, kami juga punya tim yang bagus," ucap Huistra.
"Kami juga mendapat hasil bagus pada laga pertama. Saat ini, kami ingin menjaga tren positif ini. Sangat sulit menghadapi Arema tapi saat ini kami sangat percaya diri," sambungnya.
Pertahankan Ciri Khas
Huistra sendiri memastikan bahwa timnya tak akan mengubah gaya bermain mereka pada laga ini. Menurut pelatih berusia 57 tahun tersebut, timnya bakal tetap mempertahankan ciri khas permainan Pesut Etam selama ini.
"Kami selalu punya tujuan yang sama ketika masuk ke lapangan. Kami ingin tampil dominan dan mengambil inisiatif permainan," papar Huistra.
"Inilah yang akan kita coba. Kami ingin lebih baik dalam tiap pertandingan. Namun, kami selalu coba untuk bermain dengan cara Borneo," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 07:30Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 07:26Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
-
Tim Nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
