
Bola.net - Terhentinya Shopee Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona bukanlah barang baru di persepakbolaan Tanah Air. Pada 1998 lalu, krisis moneter yang menghantam Indonesia dan belahan dunia lainnya juga memaksa roda kompetisi dihentikan.
Pada akhir 1997, Asia mengalami krisis keuangan yang parah. Indonesia, meski waswas, sebetulnya dalam kondisi yang stabil pada pertengahan tahun tersebut, bisa jadi saat itu merupakan salah satu periode ekonomi paling baik, sebab nilai inflasi rendah, ekspor lancar dan surplus, layaknya orang yang positif virus corona, seperti tidak ada gejala akan ambruk.
Namun, segalanya berubah tiba-tiba. Pasar bergejolak karena adanya peningkatan harga barang yang melonjak ekstrem. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat meroket. Kekacauan melanda masyarakat. Banyak aspek yang terkena dampak, termasuk olahraga, tentunya sepak bola.
Kompetisi sepak bola Indonesia akhirnya berhenti total pada tahun 1998. Kerusuhan massa akibat krisis moneter, berjalan serempak di berbagai daerah di Indonesia, membuat negara dalam keadaan kacau.
Ligina Edisi Keempat
Liga Indonesia (Ligina) edisi keempat yang sedeag melewati setengah perjalanan harus terhenti dengan status force majeur. Kompetisi yang bernama resmi Liga Kansas itu masih berada di fase grup, di mana operator liga masih membagi kompetisi menjadi tiga wilayah.
Ketika itu, Ligina 1997-1998 diikuti oleh 31 tim. Sepak bola Indonesia juga sedang hangat-hangatnya menyusul penampilan apil Timnas Merah Putih di ajang Piala Asia 1997. Gol sensasional Widodo C. Putro seakan membakar animo masyarakat untuk menyaksikan laga-laga sepak bola Indonesia.
Tim-tim seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Pelita Jakarta, dan PSM Makassar saat itu sedang 'nyayur' karena penampilan apik sepanjang Ligina 1997-1998. Apa daya, krisisi yang terjadi di Indonesia membuat Panglima ABRI Jenderal Wiranto kala itu memerintahkan untuk menghentikan kompetisi akibat alasan keamanan.
Mantan pesepak bola nasional, Agung Setyabudi, yang menjadi saksi hidup matinya sepak bola Indonesia karena penghentian kompetisi. Eks Arseto Solo itu mencoba menceritakan apa yang dirasakannya nyaris 22 tahun silam.
"Dulu dihentikan cukup lama lebih dari enam bulan kalau tidak salah. Ya bosan juga, jenuh, mau kerja apa karena hidupnya dari sepak bola," terangnya kepada Bola.com, Selasa (31/3/2020).
Hilangnya Tim-tim Eks Galatama
Angin segar harus sirna ditiup badai krisis moneter. Kerusuhan massa yang terjadi di penjuru Indonesia membuat keamanan nasional terancam. Kompetisi Ligina lantas dihentikan, dianggap null dan void.
Aksi kerusuhan merembet juga ke ranah sepak bola. Agung Setyabudi masih ingat kejadian pertandingan terakhir yang berujung kerusuhan massa saat melawan Pelita Jaya Jakarta di Stadion Sriwedari.
Beberapa hari berselang, kerusuhan merembet membuat Kota Solo seperti luluh lantak, karena aksi pembakaran dan penjarahan. Kemudian tim yang dibelanya membubarkan diri, dan ia pun hengkang ke PSIS Semarang, setahun kemudian.
Aksi serupa terjadi juga di Bandung, Jawa Barat. Batalnya laga Persib kontra PSIS Semarang di Stadion Siliwangi berujung pada aksi demonstrasi bobotoh. Mereka bersatu dengan elemen masyarakat lain di Gedung Sate, tempat ikonis di Ibu Kota Jawa Bawat tersebut.
Kondisi tak menentu di Indonesia membuat beberapa klub, terutama eks Galatama yang kalang kabut. Sebab, mereka merupakan tim mandiri yang roda ekonominya tidak bergantung pada pemerintah.
Pada Ligina 1996-1997, atau pada edisi ketiga, Bandung Raya sudah lebih dulu terpapar efek krisis moneter. Meski berstatus runner-up pada Ligina II, mereka akhirnya mundur pada Ligina IV.
Semusim pasca penghentian Ligina 1997-1998, selain Bandung Raya, dua tim Galatama lainnya, yakni Arseto Solo dan Niac Mitra juga tidak mengikuti Ligina V atau Ligina 1998-1999. Persoalannya klasik, masalah finansial.
Karena penghentian Ligina itu juga, banyak pemain sepak bola yang akhirnya terjun ke tarkam (antar kampung). Bahkan pemain sekelas Robby Darwis pun pernah mau tak mau ikut tarkam. Agung Setiabudi juga mengaku terpaksa mengikuti liga tarkam demi mendapatkan pendapatan.
"Waktu itu saya belum berkeluarga. Bagaimana dengan pemain lain yang sudah berkeluarga menghidupi anak istrinya," ungkap Agung.
"Untungnya waktu itu masih ada tarkam yang bisa menjadi sumber penghidupan. Lumayan seminggu bisa tiga kali bertanding. Bedanya untuk sekarang ini benar-benar tidak boleh ada kerumunan," imbuh mantan kapten Timnas Indonesia tersebut.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 1 April 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Liga Indonesia 1994/1995, Petrokimia, dan Gol Jacksen yang Dianulir
- Danilo Sekulic: Kesehatan Kita dan Warga Indonesia yang Utama
- Kiper Barito Putera: Tak Semua Pemain Punya Gaji Besar
- Cerita Dendi Santoso Tentang Perjalanan Arema jadi Juara 10 Tahun Silam
- Manajemen Barito Putera Pastikan Revisi Kontrak Tim
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 13:27Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:09Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:04Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 20:57Hasil Persebaya Surabaya vs Madura United: Bajul Ijo Menang 3-1
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 06:41Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:33Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:29Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:24Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 05:51Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 05:46Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
BERITA LAINNYA
-
indonesia 29 Oktober 2026 20:06Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
-
indonesia 29 Oktober 2026 20:02Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:34Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:30Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:273 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:55Prabowo Sebut Olahraga Jadi Simbol Kehormatan Bangsa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:39Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
