Curahan Hati Allano Lima di Musim Paling Berat Bersama Persija: Sudah Dapat 10 Kartu Kuning

Curahan Hati Allano Lima di Musim Paling Berat Bersama Persija: Sudah Dapat 10 Kartu Kuning
Winger Persija Jakarta, Allano Lima (c) Dok. Persija Jakarta

Bola.net - Allano Lima tengah berada dalam situasi yang tidak mudah. Winger Persija Jakarta itu menjadi pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak di BRI Super League 2025/2026.

Dari 20 penampilan, Allano sudah mengantongi 11 kartu kuning. Angka itu terasa janggal mengingat perannya lebih dominan dalam menyerang, bukan bertahan.

Sebagian kartu memang lahir dari luapan emosi. Ada pelanggaran keras hingga perdebatan dengan wasit yang berujung hukuman.

Namun, di balik statistik tersebut, Allano merasa ada persoalan yang lebih dalam. Ia pun memilih menyuarakan kegelisahannya secara terbuka.

Emosi, Stereotipe, dan Rasa Frustrasi

Emosi, Stereotipe, dan Rasa Frustrasi

Duel antara Thom Haye dan Allano Lima pada laga Persib vs Persija di BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Allano tidak menutup mata pada kekurangannya sendiri. Ia menyadari dirinya bukan pemain tanpa cela.

"Saya bukan orang suci. Saya manusia biasa," tulis Allano dalam stories akun Instagramnya, @allanolima07, Rabu (25-2-2026).

Namun, pemain kelahiran Rio de Janeiro itu merasa situasi yang dialaminya telah membentuk stereotipe. Ia seolah selalu diposisikan sebagai pihak yang bersalah.

"Apa yang berulang kali terjadi adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi saya. Apa pun yang saya lakukan, saya dihukum dengan kartu kuning," tutur Allano.

"Saya sudah menjadi profesional selama lebih dari sepuluh tahun dan di mana pun saya bermain, saya tidak pernah dihukum sebanyak seperti sekarang."

Merasa Tidak Adil di Atas Lapangan

Merasa Tidak Adil di Atas Lapangan

Duel antara Allano Lima dan Roger Bonet pada laga Persija vs Madura United di BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Rasa frustrasi Allano semakin dalam. Ia mengaku sering merasa dirugikan, bahkan saat menjadi pihak yang dilanggar.

"Ini sangat membuat frustrasi. Saya bekerja sangat keras untuk menikmati setiap pertandingan, dan bahkan ketika saya dilanggar, justru saya yang mendapat kartu," imbuh Allano.

Ia pun menyinggung persoalan identitas. Menurutnya, perlakuan di lapangan tidak selalu murni soal tindakan.

"Mungkin jika kulit saya berwarna putih, saya tidak akan diperlakukan seperti ini. Saya tidak menyerang siapa pun hingga pantas menerima begitu banyak kartu yang tidak perlu," kata Allano.

"Segalanya sudah di luar kendali saya. Saya tidak bisa mengekspresikan diri tanpa mendapat kartu. Padahal saya seharusnya bisa merayakan kemenangan besar melawan tim besar ini," ungkapnya.

Catatan Disiplin yang Tak Bisa Disangkal

Catatan Disiplin yang Tak Bisa Disangkal

Persija Jakarta merayakan gol Allano Lima di BRI Super League 2025/2026. (c) ILeague

Allano melihat pengalamannya musim ini sebagai cerminan tantangan yang lebih luas. Ia menilai beban sebagai pemain berkulit hitam masih terasa nyata.

"Bagi orang kulit hitam, segalanya lebih sulit, dan itu nyata," kata Allano.

"Saya akan terus berjuang setiap hari dan memohon kepada Tuhan agar suatu hari nanti keadaan berubah. Karena sepak bola semakin hari terasa semakin rusak. Saya bersyukur kepada Tuhan atas tiga poin ini."

"Dan saya akan terus mengikuti jalan kami sampai akhir," paparnya.

Di sisi lain, data tetap berbicara. Catatan Transfermarkt menunjukkan Allano telah mengoleksi 88 kartu kuning dari 325 pertandingan sepanjang kariernya. Ia pernah mengantongi 10 kartu kuning dalam semusim bersama Estoril Praia dan delapan kartu saat membela Bursaspor.

Statistik itu memperlihatkan bahwa disiplin memang menjadi bagian dari perjalanan kariernya, sekaligus konteks penting dalam polemik musim ini.

Sumber: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa