
Bola.net - Perjuangan Aremania -julukan suporter Arema- untuk bisa mendukung langsung timnya pada laga leg kedua Final Piala Presiden 2019 sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Demi bisa mendapatkan tiket untuk mendukung langsung perjuangan tim kebanggaannya, sekelompok Aremania asal Kota Batu ini rela menginap di Stadion Kanjuruhan.
Empat orang Aremania ini adalah Tamin, Rizky, Udin, dan Oki. Mereka berasal dari wilayah Oro-Oro Ombo Kota Batu.
"Awalnya, saya, Rizky, dan Oki yang berangkat dulu ke sini. Kami di sini mulai pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Kami sengaja berangkat awal karena ingin mencari tiket untuk pertandingan ini. Kami dapat kabar bahwa masih ada tiket yang dibuka pada pagi harinya," ucap Tamin, pada Bola.net.
"Sampai di sini pun kami tidak berani tidur, takut terlewat jika antrean dibuka," sambungnya.
Namun, asa Tamin dan kawan-kawan harus kandas. Pasalnya, kendati telah antre mulai pukul 05.00 WIB, keinginan mereka mendapat tiket harus kandas. Pasalnya, ketika petugas loket tiba pada pukul 07.00 WIB, ia hanya menempel tulisan di loket bahwa tiket telah ludes.
"Ini membuat kemarahan teman-teman yang sudah antre memuncak. Ada yang menghantam kaca loket dengan helm sampai hancur," tuturnya.
Bagaimana cara empat orang ini akhirnya mendapat tiket? Simak di bawah ini.
Berkat Keberuntungan
Namun, perjuangan empat orang Aremania ini berakhir bahagia. Mereka akhirnya bisa mendapat empat tiket kategori VIP.
Setelah gagal mendapat tiket di loket, mereka menghubungi Udin yang masih menunggu di Batu. Dengan berbagai upaya, akhirnya mereka bisa mendapat tiket.
"Saya dapat di kantor, Mas. Kantor sepertinya juga mengambil melalui calo. Satu lembar tiket VIP dihargai Rp 250 ribu," kata Udin.
"Setelahnya, saya langsung ke Kanjuruhan," sambungnya.
Tak Banyak Yang Beruntung
Sayangnya, tak banyak Aremania beruntung seperti Tamin dan kawan-kawan. Terbukti, banyak di antara mereka yang harus rela gagal mendapat tiket.
"Ada Aremania dari Kudus yang tadi bareng dengan kami. Mereka nggak dapat tiket juga," kata Udin.
"Ada juga tadi dari Magelang yang datang ke sini bersepeda motor. Mereka juga belum dapat tiket," sambungnya.
Berharap Manajemen Tiket Lebih Baik
Sementara itu, menurut Rizky, ke depannya, manajemen tiket harus lebih baik lagi. Ia berharap agar distribusi tiket bisa memperhitungkan animo Aremania, terutama kalangan menengah ke bawah yang harus meninggalkan rutinitas demi mendukung tim kesayangan mereka.
"Janganlah tiket hanya dijual di kantor saja. Paling tidak, di loket ada seribu atau dua ribu lembar yang dijual untuk mengantisipasi orang-orang seperti kami ini," katanya.
"Selain itu, tolong agar distribusi tiket bisa benar-benar sampai ke Aremania, bukan ke calo seperti saat ini," ia menandaskan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 6 Juli 2026 19:51Alfeandra Dewangga Terima Sambutan Hangat dari Skuad Arema FC
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 06:00Spanyol Juara Dunia, Luis De La Fuente: Mana Tatto-mu, Cucurella?
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 05:34Tes Medis Kelar, Chelsea Perkenalkan Morgan Rogers Hari Ini
BERITA LAINNYA
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
-
indonesia 17 Juli 2026 14:47Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
-
indonesia 16 Juli 2026 19:15Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 06:06Ada Demo di Jakpus Hari Ini, Polisi Kerahkan 1.095 Personel
-
Liputan6 21 Juli 2026 05:30Atlet Golf Putri Diduga Diculik Saat Rayakan Ultah Keluarga
-
Liputan6 20 Juli 2026 22:17Purbaya Buka Suara soal Anggaran MBG Dipotong
-
Liputan6 20 Juli 2026 20:19Prabowo Respons Kritik MBG yang Dinilai Boros dan Ancam Ekonomi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302235/original/005037200_1784537483-1000382590.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274952/original/072089200_1603351856-20201022-Aksi-Tolak-UU-Omnibus-Law-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626139/original/051607000_1636358248-ilustrasi_penculikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302304/original/099803800_1784539837-Jepretan_Layar_2025-07-20_pukul_16.29.27.jpg)
