
Bola.net - Indra Sjafri menanggapi rencana Menpora Imam Nahrawi, yang akan memberikan penghargaan padanya dengan kalem. Menurut mantan Pelatih Timnas U-19 ini, masih banyak hal lebih penting yang bisa dilakukan.
"Urusan penghargaan itu urusan gampang," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
"Itu urusan nanti saja. Ada urusan lebih penting termasuk pembinaan usia muda," sambungnya.
Sebelumnya, Menpora sempat menyatakan harapannya memberikan penghargaan bagi Indra. Dia dikabarkan hendak menyekolahkan Indra ke luar negeri demi mengasah kemampuan dalam bidang kepelatihan.
"Jika memungkinkan dan beliau bersedia, mungkin kita akan menyekolahkan beliau ke luar negeri untuk lebih mengasah kemampuan dalam kepelatihan," ujar Imam Nahrawi.
Indra Sjafri diberhentikan Komite Eksekutif PSSI dari posisinya sebagai nahkoda Timnas U-19. Alasannya, Indra gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2015, usai anak asuhnya gagal total pada Piala Asia U-19 di Myanmar.
Pemecatan Indra ini kontan memicu gelombang protes dari pecinta sepakbola Indonesia. Bahkan, Menpora mengakui banyak protes tersebut yang langsung ditujukan padanya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sebagai salah seorang pengagum Indra Sjafri. Menurutnya, dari tangan dingin pelatih asal Painan Sumatera Barat ini lahir talenta-talenta muda berbakat macam Evan Dimas dan Zulfiandi.
"Hal ini harus kita apresiasi," tandas politisi PKB tersebut. (den/dzi)
"Urusan penghargaan itu urusan gampang," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
"Itu urusan nanti saja. Ada urusan lebih penting termasuk pembinaan usia muda," sambungnya.
Sebelumnya, Menpora sempat menyatakan harapannya memberikan penghargaan bagi Indra. Dia dikabarkan hendak menyekolahkan Indra ke luar negeri demi mengasah kemampuan dalam bidang kepelatihan.
"Jika memungkinkan dan beliau bersedia, mungkin kita akan menyekolahkan beliau ke luar negeri untuk lebih mengasah kemampuan dalam kepelatihan," ujar Imam Nahrawi.
Indra Sjafri diberhentikan Komite Eksekutif PSSI dari posisinya sebagai nahkoda Timnas U-19. Alasannya, Indra gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2015, usai anak asuhnya gagal total pada Piala Asia U-19 di Myanmar.
Pemecatan Indra ini kontan memicu gelombang protes dari pecinta sepakbola Indonesia. Bahkan, Menpora mengakui banyak protes tersebut yang langsung ditujukan padanya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sebagai salah seorang pengagum Indra Sjafri. Menurutnya, dari tangan dingin pelatih asal Painan Sumatera Barat ini lahir talenta-talenta muda berbakat macam Evan Dimas dan Zulfiandi.
"Hal ini harus kita apresiasi," tandas politisi PKB tersebut. (den/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
